Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Menyerah Dalam Gairah


__ADS_3

Arkana menggertakan giginya ketika gairahnya bangkit menjatuhkan logikanya..ingin menolak sentuhan Ana akan membuatnya menderita namun jika ia menerima begitu saja maka Ana akan menang darinya...Arkana sungguh dalam dilema...


Apakah ini adalah salah satu senjata para istri ketika suaminya sedang kesal atau marah..? astaga...Arkana masih mencoba menahan diri ketika jemari Ana mulai bergerak liar di sekitar dadanya..sekedar informasi ini pertama kalinya Ana yang berinisiatif untuk menyentuhnya dan..tentu kejadian ini sangat langka..karna biasanya Arkana yang memulai lebih dahulu..karna biasanya Arkana yang akan menggodanya namun kali ini berbeda..


Ana menurunkan egonya untuk menyentuh Arkana....


Ciauman panas itu terlepas dengan dramatis padahal Arkana masih ingin namun...Ana tidak membiarkannya ia menikmatinya dalam waktu yang lama..wanita itu menaikan sudut bibirnya...ia tau benar jika Arkana sedang menahan dirinya setengah mati...yah,...dan Ana akan membuat pria ini belajar bahwa wanita adalah pemegang kendali di dalam rumah...ia akan menang bukan...? sudah kurang lebih hampir sebulan setelah ia melahirkan dan mereka tak pernah melakukan itu...


Dan saat ini Arkana benar-benar dalam posisi tak bisa menolak...gairah ini terlalu memabukan, terlalu nikmat untuk di tolaknya.. dan Arkana terlalu rindu untuk menyentuhnya...itu terlihat jelas di matanya..


''Aana........''


Suara Arkana terdengar serak dan sedikit menghindar dari sentuhannya...matanya tak melewatkan pemandangan dada ranum Ana yang menggantung indah di hadapannya...ow...bagaimana pun..ia sudah lama merindukan Ana...dan sialnya Ana benar-benar pintar....pria itu menarik nafasnya, berusaha menetralisir rasa panas di dalam dirinya,...bahkan Arkana tak mampu memadamkan gairah yang mulai menguasainya dengan cepat...


''Lakukanlah...sentuh aku.....'' bisik Ana membuka diri...


Hingga Arkana menatap mata Ana yang dengan pandangan berkabut, otaknya telah tercemar dengan satu keinginan..aku ingin menyentuhmu, membenamkan diri di dalammu...menciummu dan......


Arkana membeku lagi ketika Ana mendorong tubuh suaminya ke atas ranjang tanpa perlawanan apapun..Arkana sungguh melemah dalam sekejap...


Kini Ana yang bergerak di atas tubuhnya...duduk dengan gerakan liar yang menggoda...tubuhnya polos dan mampu membuat Arkana terpana..


Ana memulai semuanya dengan..indah...


Kedua jemari lentik itu bergerak menyentuh dada bidang Arkana yang di tumbuhi sedikit berbulu...membelainya dengan gerakan pelan yang menyiksa hingga Arkana menjauhkan tubuh Ana...


''Apa yang ingin kau lakukan hah...''


Ana tersenyum tanpa rasa takut...ia mendekatkan wajahnya yang segar di pagi hari.....


''Aku ingin menyenangkan suamiku..apakah itu adalah sebuah kesalahan...''


''Aku tak akan tergoda..kau pikir aku pria murahan yah..tidak Ana menyingkirlah...dan Arrggghhh.......'' desah Arkana ketika Ana melum** bibirnya...


Arkana mengeraskan tatapannya...ya ampun bahkan bukti gairahnya bangkit dan menghianatinya...betapa Arkana sangat malu ketika Ana merasakannya...


Tidak menyia-nyiakan waktu...jemari Ana turun tanpa ragu dan menangkap sesuatu yang tegak dan mengeras di bawah sana dengan posesif...


ia tersenyum menatap Arkana...

__ADS_1


''Katakan kau ingin menolakku..''


''Arrggghh...Ana kau curang...ssshhhiitt....'' Arkana sekuat tenaga menolak gairahnya


''Hahaha.....kau adalah milikku.'' bisik Ana di telinga Arkana hingga keduanya saling menatap tajam....


Satu kata itu dan mampu membuat senyum di wajah Arkana terbit dengan sangat manis...hati Ana menjadi lega ketika melihat Arkana tersenyum...


Tubuh Ana seketika di balik dan wanita itu berada di bawah tubuh suaminya...Arkana menatap Ana dari atas...sungguh ia sangat mencintai Ana demi apapun...betapa ia hanya ingin melindungi Ana dan takut kehilangannya...


''Kau....sangat licik..'' desis Arkana sembari mendekatkan wajahnya..


Ana tersenyum...


''Tentu saja aku seorang istri dari James Arkana..aku harus licik...'' bisik Ana bangga...


Arkana lalu mencekal kedua tangan Ana dan membawanya di atas kepala lalu menguncinya...


''Kau akan merasakan akibatnya karna berani menggodaku sayang...'' sinar mata Arkana berubah menajam...


Ana meronta...


''Apa yang akan kau lakukan....'' jeritnya histeris...


Arkana tersenyum dengan kejam...


''Aku ingin menghukummu sayang,....''desis Arkana dengan suara parau...


Ana meronta astaga ini sangat tidak adil...


''Aku ingin kau mengingat dengan jelas setiap detik sentuhanku Ana....'' bisik Arkana tersenyum...


Ana meronta mencoba melepaskan diri namun Arkana hanya terkekeh...


''Diam dan nikmati saja....jika kau meronta tanganmu akan terasa sakit sayang..''


''Arkana....''


Ana.....mengerang ketika Arkana menundukan kepala, menyentuh ujung dadanya dan menyesapnya dengan kuat...pria itu terbakar gairahnya sendiri dan ia akui kali ini Ana berhasil membuatnya menyerah atas gairahnya sendiri...

__ADS_1


Lama.......


Bibirnya mengulum satu demi satu kenikmatan di dada Ana, lidahnya menjelajah dengan kecupan yang membuat Ana mendesah...tak kuat dengan sesasi panas dan nikmat karna godaan mulut Arkana yang begitu ahli..


''Ohh....Arkana,....hentikan....''


Jerit Ana ketika jemari Arkana berpindah tempat dan menyentuh milik Ana dan membuat Ana mengerang karna kenikmatan itu menyerangnya dengan kuat..Arkana sengaja menyiksanya dalam kenikmatan yang terlalu indah...


Arkana tersenyum melihat Ana yang begitu tersiksa...dan kembali menekan tangannya bergerak di sana dan membuat Ana menjerit..tubuhnya bergetar......


''Arrrgghh...Arkana..kumohon...''


''Berjanjilah jangan membuatku marah...''


''Yah....aku janji..'' rintih Ana ketika Arkana semakin mempercepat gerakan tangannya...ia sungguh tak kuat.....


Arkana tersenyum puas....lalu menarik tangannyan ketika ia merasa Ana sudah basah dan siap untuknya, Arkana lalu melepaskan ikatan Ana di atas kepalanya ketika tubuh Arkana juga sudah mengeras tak tahan..


Tubuh Ana merosot di kuasai gairah, ketika Arkana meletakan kepalanya hati-hati di atas bantal...Arkana menunduk menciumi bibir Ana dan menempatkan tubuhnya di antara tubuh Ana untuk menyatukan diri...


''Aku mencintaimu sayang.....''


Arkana bergerak memasuki Ana dan terbakarlah pria itu....


**************************************************


Maya keluar dari kamar ganti lalu mendekati laci meja di kamarnya...tatapannya mengeras dengan sangat dingin...


Jemarinya menarik laci...dan terlihat sebuah pistol yang telah di berikan tuan Dave kepadanya...gadis itu tersenyum...meraih gagang pistol itu lalu menatap dirinya sendiri di cermin...


''Anastasya....kau bersikap seperti malaikat...braninya kau ingin membuangku,..beraninya kau ingin menjauhkanku dengan Alex.....'' teriak Maya dengan murka...


Airmata dendamnya menetes menatap ke arah cerminnya sendiri....


''Bagaimana jika kau yang pergi saja...?bagaimana jika aku yang mengirimmu keluar dari dunia...''


Maya sungguh merasa tak terima dengan keputusan Ana...dia tidak butuh maaf siapapun karna Maya merasa pantas...melakukannya..ia hanya melakukan yang benar...


Gadis itu lalu mengisi peluru di dalam pistol itu dengan gerakan tenang...lalu mengecup ujung pistolnya dengan sangat lembut....

__ADS_1


''Jangan pernah kecewakan aku sayang....''


Maya tertawa dengan begitu kencang di dalam kamar sepinya yang dingin...


__ADS_2