
Ana mengangguk menatap dirinya di cermin, kini ia bukan lagi sosok Ana yang sederhana yang tak punya apapun, ia adalah seorang Anastasya Arkana, seorang istri dari seorang Mafia yang terkenal kejam dan sekaligus pengusaha yang di segani di dalam dunia bisnis.
Seakan dunia berada di dalam genggaman Ana, pagi ini ia akan berbelanja menghabiskan uang, lalu mengunjungi sebuah butik terkenal dan ingin membelinya...
Butik itu adalah butik Diamond, butik yang pernah di kunjunginya bersama Ardiansyah Saputra, ia akan menjadi pemilik butik mahal itu.....
Ana melirik penampilannya yang begitu mahal, dan tersenyum lalu melangkah keluar kamar dengan langkah percaya diri sebagai seorang nyonya Arkana, Ana tersenyum bangga..
Pintu kamar terbuka dan Ana menemukan Hani dalam seragan barunya yang juga mahal, Ana mengangguk puas...ia menyayangi Hani entah mengapa...jadi Hani istimewa di matanya.
''Nyonya Ana, tuan Arkana sudah menunggu di ruang makan dengan tidak sabar..''
Ana menganggukan kepala....
''Aku akan menemuinya, sementara itu kau tunggu saja di mobil..''
''Baik nyonya Ana..''
Ana melangkah namun, ia berhenti sebentar dan membuat Hani terkejut lalu menunduk ke arahnya...
''Apakah ada sesuatu yang tertinggal nyonya..bias aku mengambilkannya...''
Ana meneliti wajah Hani dan mengerutkan kening...
''Apa kau sudah makan...''
Hani menggigit bibirnya dengan ekspresi salah tingkah...
''Makanlah sekarang karna aku tak mau kau pingsan hari ini Hani...jangan merusaka kesenanganku..'' suara Ana sedikit meninggi..
''Maafkan aku nyonya, aku hanya terlalu bersemangat mendampingi nyonya, dan aku melupakan makan pagiku.''
Ana hanya menggeleng lucu........
''Cepat makanlah....''
''Terimakasih nyonya....''
''Yah.......''
Ana membalikan tubuhnya dan meninggalkan Hani yang yang tersenyum menikmati kebaikan nyonya Ana kepadanya, tentu saja..hubungannya dengan kakaknya Fania tidak baik, kak Fania hanya memanfaatkannya untuk menjadi mata-mata mereka dan tidak pernah bertanya bagaimana keadaannya..
Hani sangat merindukan sosok kakak seperti nyonya Ana, dan dia bersyukur mendapatkannya dari nyonya cantik ini....
Drrrrrrtttt.......ddrrrrtttttttt..............
Hani mengerang kesal ketika ponselnya bergetar, sial...mengapa kakak menelfonya sepagi ini...astaga, Hani begitu pucat dan kemudian berlari dari sana dan segera mengangkat telp..
****************************************
Ana memasuki ruang makan yang sangat luas namun hanya ada mereka berdua dengan aneka makanan di atas meja..
__ADS_1
Beberapa pelayan tampak jauh dan hanya menunggu bunyi bel dan menerima perintah..
Arkana duduk disana dengan senyuman yang mematikan, ia sangat tampan sekaligus misterius...
''Sayang....''
Arkana menggapai jemari Ana yang terulur kepadanya dan mengecupnya lalu Ana pun duduk di hadapannya dengan gugup...
''Kau sangat cantik pagi ini....''
''Yah...masih terllu pagi untuk menggoda sayang..''balas Ana menaikan alisnya..
Arkana terkekeh..ia sungguh tergila-gila kepada istrinya sendiri, senyumnya,tatapannya, cara bicaranya, terlebih tubuhnya yang selalu membuat Arkana merindu..tak pernah Arkana merasakan bahagia seperti ini....setelah kehilangan Katren...
''Apa agendamu hari ini sayang..''
Arkana menatap sarapan yang di siapkan oleh Ana sendiri, walau ada pelayan namun Ana memutuskan dia akan melayani Arkana sebagai suaminya..
Ana menatap Arkana dengan senyuman misterius..
''Aku ingin membeli Butik Diamond, apakah kau mengijinkannya suamiku...''
Arkana tersenyum, Butik Diamond adalah butik paling terkenal dan menjadi langganan para artis kelas atas dan juga istri pejabat...pemilik butik itu merupakan teman baik dari Arkana, dan tentu saja temannya akan sukarela memberikannya kepada Arkana..
''Mengapa kau menginginkannya sayang,....bukankah kau bisa mendirikan sebuah butik sendiri dan memakai namamu...''
Ana tersenyum lagi....sinar matanya membara,
''Aku punya kenanagna masa lalu yang manis dengan butik disana...aku menyukai semua rancangan desainernya karna itu aku menginginkannya...''
Senyum Ana menguap......
''Aku tak sabar lagi sayang, mereka yang sudah menghinaku akan membayar dengan sangat mahal...''
Arkana menganggukan kepalanya...
''Baiklah...lakukan sesukamu karna kau tau benar bahwa aku akan selalu mendukungmu sayang,..''
''Itu akan menjadi kekuatanku..''Ana memulai sarapan.....
Arkan melihat dendam itu tumbuh subur di mata Ana, yah...tak mudah melupakan orang yang pernah meninggalkan bekas luka di dalam hatimu, itu sangat sulit...hal yang sama terjadi kepadanya...ia sangat membenci mantan sahabatnya Alex Rule yang tega mencampakan adiknya...
Meski....jika memang ia tak menyukai adik Arkana,...dia bisa menolaknya dengan halus atau...menerimanya hanya untuk sementara sampai Katren cukup dewasa dan mengerti dengan hatinya yang memang masih labil, namun alih-alih mengerti, Alex justru mencampakan hati Katren yang polos dengan kejam...
Mengingat peristiwa ketika mendapatkan kematian sang adik mampu membuat darah Arkana mendidih,....jemarinya terkepal dan membuat Ana menyadarinya.....
''Sayang....apa yang terjadi...'' Ana mengerutkan kening khawatir tentu saja...
Arkana memejamkan matanya dan geraman kecil lolos dari bibirnya..wajahnya memerah....
''Aku juga pernah merasakan luka sepertimu Ana,....kau ingin tau kan mengapa aku dan Alex Rule kami berusaha saling membunuh..''
__ADS_1
Ana membeku...mau tak mau ingatannya di hempas ketika ia di culik...
''Tidak...kau bisa mengatakannya Arkana..''
Pria itu mengangguk...
''Alex menyebabkan kematian atas adikku, dia menolaknya dengan kejam dan membuat adikku depresi dan bunuh diri....'' sorot mata Arkana menajam.
Tubuh Ana bergetar mendengar kenyataan yang di lemparkan Arkana di hadapannya, jemarinya terkepal memegang ujung gaunnya....Alex Rule, sekejam itu.....??
''Aku...akan membunuhnya dengan tangannku sendiri..''
''Apa.....''
Arkana melihat wajah pucat Ana dan menjadi tak suka, tangan kokohnya lalu menangkap jemari Ana dengan sedikit keras.....keduanya bertatapan tajam.....
''Apa arti ekspresimu itu sayang...''
Ana melonggarkan tenggorokannya....otaknya di tuntut bekerja cepat mencari alasan yang tepat atau semua akan hancur...Arkana adalah pria yang posesif dan semua akan berubah menjadi kehancuran...
''Aku juga memiliki dendam yang sama sayang...apa maksdumu..''
Ana terdiam sebentar seolah mengenang..
''Seperti yang kau tau jika dia membohongiku tentang jati dirinya, dia hampir melakukan hal yang akan menghancurkan harga diriku jadi......aku juga membencinya..''
Amarah Arkana menguap di ganti tatapan tenang.....
''Jadi sayang...bagaimana jika kita memberikan rasa sakit yang sama kepadanya.''
''Apa maksud kata-katamu Ana..''
Ana memajukan tubuhnya dan menatap Arkana dengan pandangan tajam...
''Ijinkan aku mendekatinya dan membuatnya jatuh cinta kepadaku lagi setelah itu..kita akan menghancurkannya dengan kejam, membuatnya patah hati lalu mungkin ia sendirilah yang akan mengakhiri hidupnya...''
Arkana begitu marah mendengar usulan Ana, rasa cemburu membakarnya dengan cepat..tidak, ia sama sekali tak rela miliknya berada dekat dengan musuhnya, pria itu lantas bangkit dan meraih Ana berdiri dengan kasar keduanya saling menatap..
''Apa kau sebenarnya punya perasaan kepadanya, kau ingin kembali kepadanya...aku tidak akan membiarkan.......''
''Bukanlah aku istrimu, beri aku waktu Arkana..beri aku kesempatan untuk membalas sakit hatimu...atau selamanya kau akan tersiksa dalam dendammu yang akan menyakitimu sayang.''desis Ana tanpa takut.....
Arkana membeku........
''Aku bisa membunuhnya Ana...kau tidak perlu...''
''Terlalu mudah untuk membiarkanya mati sayang, bukankah kau lebih puas jika melihatnya tersiksa sampai mati..''?
Pegangan di tubuh Ana melemah...seiring Arkana yang tampak rapuh...
Ana segera menghambur di dada suaminya dan memeluknya,....
__ADS_1
''Pria itu akan membayar apa yang telah dia lakukan pada kita...aku berjanji..'' ucap Ana yakin.
Arkana terdiam sembari mengepalkan tangannya.......