Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Dia Milikku


__ADS_3

Matteuw menjambak rambut Maya dengan keras dan menariknya hingga tubuh Maya jatuh di salah satu sofa di kamr itu, Matteuw menatap dengan mata berbinar penuh gairah segera dia mendekati Maya dan menyentuh atasan gadis itu dengan maksud ingin membukanya dengan paksa dan menelanjanginya..


''Matteuw..jangan...''


''Kau akan menjadi milikku Maya...'' desis Matteuw tidak perduli tangisan Maya...


Pria itu mendekatkan wajahnya....


Namun......


Ketika tangannya belum sampai menyentuh tubuh Maya, terdengar suara tembakan dari luar..


Duar!!!....Duar!!!......Duar!!!..


Matteuw begitu terkejut ketika pintu terbuka dengan dramatis, dan ada begitu banyak pria berbadan tegap dan besar, mereka memegang senjata dan berwajah batu...


Maya juga tak kalah terkejut melihat begitu banyak para pria masuk, ia semakin ketakutan namun...hatinya berubah menjadi lega luar biasa ketika melihat Alex muncul dari antara pria berbadan tegap itu dan menatapnya tajam..


''Alex..'' desah Maya dengan tangisan yang pecah..


Pistol di arahkan kepada mereka masing-masing, aktifitas panas yang erotis pun harus terhenti dengan dramatis, dan membuat para penghuninya ketakutan sembari meraih apapun di dekat mereka untuk menutup tubuhnya yang polos..


Matteuw masih dalam keterkejutannya ketika muncul seorang pria dari antara para pria berwajah batu itu mendekat kepadanya, menarik tubuhnya dengan kuat dan mencekik leher Matteuw dengan kuat...Alex sungguh marah menyadari pria ini akan melakukan hal buruk pada Maya...


''Arrrgghh....''


Matteuw sangat terkejut karna ia tak tau apa kesalahannya mereka tidak saling mengenal,...


''Beraninya kau ingin menghancurkan milikku...''


Bughhh!!!!!


Sebuah pukulan telak menghantam dada Matteuw hingga pria itu mengerang jatuh ke lantai dan memuntahkan darah segar, sementara pria di depannya tak mau sedikitpun melepaskannya..Alex seperti kesetanan, melihat Matteuw akan menjamah tubuh Maya membuat darahnya mendidih...


''Bughhh!!!''


Pukulan itu lalu mengenai perut, wajah dan dada Mtteuw hingga pria itu babak belur nyaris pingsan....


Alex menatap jijik atas akltifitas yang di lakukan di kamar ini...jika ia terlambat sedikit saja maka selesai..

__ADS_1


''Tuan...aa apa kesalahanku.''


Matteuw masih mencoba bicara, ketika ia sudah terluka parah, Alex lalu mendekatinya meraih pistol dalam jassnya dan menempelkannya di kepala Matteuw..


''Maya adalah milikku dan kau ingin merusaknya, kau pasti ingin mati....''desis Alex dengan suara menggelegar...


Hingga Mateuw sungguh ketakutan...


''Maya kekasihku..''ucap Matteuw tak ingin menyerah...


Dengan penuh amarah Alex memukul kepala Matteuw dengan gagang pistol hingga pria itu pingsan saat itu juga...Alex lalu berdiri, memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menangkap mereka semua mengikatnya dan melapor kepada polisi atas aktifitas ilegal yang di lakukan mereka...


Diantara para mata ketakutan itu sosok Hera menatapnya dari kejauhan....dan menaikan sudut bibirnya penuh rencana...


Alex lalu menghampiri Maya yang sudah meracau tidak jelas, mendekatinya dan mengangkat tubuh itu ke dalam pelukannya, wajah Maya memerah dan ia mulai tidak sadar....obat perangsang telah menguasai pikirannya...ia terus mendesah dan mulai memeluk Alex...


Alex lalu membawa tubuh Maya keluar kamar.....


Dan anak buahnya membereskan para penghuni kamar itu, beberapa dari mereka menangis dan memohon untuk di lepaskan,...bahkan menawarkan kehangatan pada anak buah Alex.....


Alex menyerahkan mereka sepenuhnya pada semua anak buahnya yang sangat banyak,....


Setelah Alex pergi maka para anak buahnya tersenyum menang seperti mendapat hadiah utama...yah..mereka akan membuat kesepakatan bersama para gadis sedangkan untuk para pria mereka akan di hukum berat..


**********************************************


''Panas.....'' desah Maya dengan suara yang serak merayu...


Alex mengerutkan kening..mencoba membaca apa yang sedang terjadi...ia menyentuh Maya..namun tanpa di duga gadis itu malah menangkap tangannya..


''Tubuhku...kesakitan...tolong aku...'' jerit Maya mulai mendesah nafasnya naik turun menderita oleh gairah yang mulai menguasainya...


Disaat itulah Alex sadar, Maya sudah di beri obat perangsang dan gadis ini akan menderita sepanjang malam jika tidak di sentuh,...


Sial....


Tentu saja Alex ingin menyentuh Maya tapi tidak dengan cara seperti ini, tidak dalam kondisi ia tak sadar..pria itu menghela nafasnya, bagaimana jika ia terlambat sedikit saja,...Maya pasti sudah menjadi milik pria brengsek itu...


''Alex....sentuh aku...aku mohon ini sangat menyakitkan..'' desah Maya kini dengan beraninya bangkit berdiri lalu memeluk tubuh Alex dan mencoba mencium pria itu..namun Alex menahan tubuh Maya dan menatap gadis itu, mencegah tangan Maya menggodanya..ia normal dan mungkin tak bisa mengendalikan diri jika Maya terus menerus merayunya karna itu Alex akan melakukan sesuatu...

__ADS_1


Well.........


''Aku tak ingin menyentuhmu dalam ketidak sadaranmu sayang...aku ingin menyentuhmu di saat kau mengingatku, dan semua sentuhanku di tubuhmu sayang tentu dengan kerelaan hatimu..jadi mungkin kau harus mandi sekarang Maya.''


''Mandi...'' ulang Maya di sela gairahnya yang menyala..


Alex mengangkat tubuh itu dan membawanya menuju toilet dan meletakannya di bawah Shower, lalu menyalakan air dingin untuk menyadarkan Maya dari pengaruh obat perangsang itu,..sebenarnya Alex tak tega namun...ia harus melakukannya agar gadis ini tidak tersiksa oleh gairahnya sendiri...


''Tidak Alex....aku kedinginan...'' teriak Maya mengumpat Alex..


Sial..padahal bukti gairah Alex sudah meronta dan mengeras di di bawah sana, namun sekuat tenaga ia menguatkan diri, jika ia melakukannya maka dia dan Matteuw si bajingan itu tak ada bedanya...


Alex terus menjaga Maya agar gadis itu tidak terlalu bergerak karena obat perangsang itu membuat Maya beberapa kali ingin menyentuhnya..untunglah Alex menguatkan dirinya, berusaha menjadi buta ketika Maya melepaskan pakaiannya sendiri dengan maksud untuk menggoda Alex..


Dan tubuh Maya sangat indah...dan menggoda, sial sekali....Alex tak berhenti mengutuki pikiran liarnya..


Bagaimana jika ia sedikit........


''Bodoh aku akan membunuhmu Alex.'' teriaknya pada dirinya sendiri, sambil memalingkan wajahnya Alex mencoba untuk tidak melihat pemandangan indah di depannya...


Belum...belum saatnya ia menyentuh Maya....


**********************************************


Pagi sekali Ana sudah bangun, bersama karyawannya yang juga menginap di toko mereka mulai membuka toko itu namun karna kehamilannya Ana harus mulai berjalan-jalan sebentar agar ia menjadi kuat...


Setelah berpamitan pada karyawannya Ana kemudiaan menyusuri taman yang tak jauh dari toko kuenya...


Udara pagi yang begitu hangat menyapa tubuhnya yang segar..Aaah...Ana merasa sangat beruntung bisa ada di kota ini....Ana tersenyum sendiri sambil mengelus permukaan perutnya yang semakin membesar,...ia lalu melangkah pelan sambil menikmati aroma bunga di taman itu....


Namun langkah Ana terhenti, senyumnya menguap melihat sosok Arkana berdiri di hadapannya. pria ini tampak berbeda, tubuhnya jauh lebih kurus, ada cekung di matanya dan ada rambut halus di sekitar wajahnya...Ana berdehem jemarinya terkepal....Ana langsung membuang muka..


''Ana.......'' sapa Arkana mendekat.....


Ana mengabaikannya dengan melangkah melewatinya...


Namun...


Langkah Ana terhenti ketika Arkana memeluknya dari belakang....dan mendekapnya dengan erat...

__ADS_1


'''Ana aku mohon.....maafkan aku..'' bisik Arkana pelan...


Mata Ana menjadi panas,...


__ADS_2