
Divara berdehem..sedikit menghindar ketika Dilan ingin menyentuhnya..
''Aku harus membuka gaun berat ini Dilan, kita harus mandi lebih dahulu..'' Divara mencari alasan...
Namun Dilan mulai hilang kesabaran ia pun segera menarik Divara mendekat dan memeluknya erat..
Sraakkk!!!!
Gaun pengantin itu terlepas begitu saja...dengan sekali gerakan dan Divara hanya menatapnya terpukau..
Dilan membeku melihat keindahan di balik gaun pengantin yang tak pernah di lihat sebelumnya..ia menghela nafas..
Benar-benar indah..tubuh Divara begitu padat di usia mudanya hingga tak ada satupun cela yang membuatnya kurang..
Keduanya saling menatap..
''Mandilah lebih dahulu sayang, sementara itu akun harus mengurus sesuatu...'' ucap Dilan..
Divara akhrinya menganggukan kepalanya, sementara Divara pergi untuk mandi..Dilan mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada salah satu gadisnya..rupanya Dilan sedang berkecan dengan seorang gadis yang telah menjadi pelampiasannya selama ini..ia memberikan segalanya termasuk uang dan kenikmatan dunia..dia seperti simpanan Dilan...
Sayang...aku akan menemuiku, namun ini hari pernikahanku jadi...aku mohon kau harus bersabar...
__ADS_1
Dilan lalu mematikan ponselnya dan menyembunyikannya di bawah bantal..
**********
Ritual mandi telah selesai dan waktu yang di tunggu keduanya akhirnya tiba...Dilan keluar dari kamar mandi dan menatap sosok Divara yang duduk seperti patung di atas ranjang..,pria itu mendekat,...dan membuat dada Divara bergemuruh...
Ia gugup sekali.......
Dilan mendekatkan wajahnya...mulai menciumi dahinya dan bergerak turun mendekat di bibir Divara yang merah muda, Divara sedikit memundurkan tubuhnya,,namun..Dilan menahanya..
''Kau tak bisa lari lagi Divara..bukankah aku pantas menyentuhmu..''
Sementara.......
Tubuh Divara di baringkan di ranjang dan Dilan memuka gaun tipis yang menghalang keindahan sempurna itu..
Mata Dilan bersinar penuh keinginan untuk di puaskan..
pria itu tersenyum ketika berhasil melepaskan penghalang di antara tubuh mereka dan kembali melum** bibir Divara kali ini dengan lembut dan kasar...sementara jemarinya bergerak turun dan menyentuh pa yu da ra Divara yang masih belum tersentuh dan meremasnya pelan...
Tak mampu menahan diri lagi..
__ADS_1
Bibir Dilan bergerak turun dan menyentuh put*ng pa yu da ra Divara dengan lembut..lidahnya menari-nari di ujung put*ng pa yu da ra Divara yang ranum dan kemudian menggilasnya tanpa ampun dan meninggalkan jejak basah yang nikmat..
Divara memejamkan matanya, jemarinya meremas ujung sprei berusaha menerima kenikmatan baru yang begitu indah dan menggetarkan.....
''Arrgghh......."
Erangan itu lolos dari bibir Divara ketika Dilan menghis*p ujung pa yu da ra nya dan menyedotnya dengan sedikit kasar..tubuhnya meliuk bingung menghindari sengatan gairah yang begitu kuat menghantamnya..lama....gadis itu menjerit ketika
Dilan tiba-tiba menempatkan tubuhnya di dalam miliknya dan mendesak-desakan disana..
''Dilan.......'' jerit Divara dengan panik ketika sesuatu yang besar itu menerobos miliknya dengan paksa.....
''Arrghhh.......Dilan.....'' jerit Divara mengerang kesakitan ketika tubuhnya merasakan nyeri luar biasa yang mnyakitinya..
Airmatanya menetes ketika ia merasakan kesakitan yang begitu kuat menghantam tubuhnya, sementara itu...Dilan tersenyum penuh kemenangan...
''Sayangku....Divara....kau sangat indah......dan kau adalah milikku sekarang..''
Dilan kembali melum** bibir Divara sambil menggerakan tubuhnya menuju puncak kepuasan..
Deg!!!
__ADS_1