
Pagi itu Ana benar-benar menunjukan perubahan yang berbeda, ia bangun di pagi hari dan menyiapkan sarapan untuk Arkana, Ana mencoba bersikap baik dan tanpa cela..
Hari ini dia memutuskan untuk tidak ke Butik, dan hanya menghabiskan waktu bersama Arkana...
''Nyonya sarapannya sudah siap.'' seru seorang pelayan...
''Baiklah..letakan saja di meja setelah semuanya selesai..''
''Baik nyonya,.....''
Ana tersenyum lalu sambil memegang ponselnya ia melangkah sambil menundukan kepalanya, ada pesan yang dikirimkan Hani pagi ini...dia sedang mengikuti kuliah di hari pertama dan merasa gugup, yah..Ana memutuskan untuk menguliahkan Hani dia masih terlalu muda..
Ana menghentikan langkahnya sebentar, sebenarnya Ana juga memendam keinginan kuliah...tapi menyadari semua itu tidak mungkin terjadi di dalam hidupnya...mungkin nanti setelah semuanya selesai, ia tersenyum. karna terlalu asyik menggunakan ponselnya ketika berjalan, Ana tak memberhatikan langkahnya...
Buggghh!!!!!!
Tubuhnya menubruk dada bidang Arkana dan menjadi goyah, beruntung Arkana menahan tubuh belakangnya hingga ia tidak terjatuh...
Deg...............
Mata Ana membeku ketika bertemu dengan mata coklat bening milik Arkana, pria itu tampak berbeda, hari ini tak ada jass berwarna hitam pekat di tubuhnya namun pria ini berpakaian casual hingga Ana sedikit pangling, tak pernah ia liat Aarkana berpakaian sedikit santai...
''Jangan memainkan ponsel ketika berjalan sayang, kau harus hati-hati.''
Arkana membantu Ana untuk berdiri...sedangkan Ana masih menatapnya...dan Arkana menyadari arti tatapan itu..
''Mengapa kau terus menatapku, jangan sampai kau jatuh cinta padaku.'' Arkana menatap dengan dingin..
Ana menggeleng buru-buru, dengan ekpresi kusut..
''Tidak...aku hanya akan memanggilmu sarapan, yah...mengapa kau berpakaian seperti ini..apakah kau tidak bekerja..''
Arkana memeluk Ana sambil melangkah ke ruang makan lalu mendudukan tubuh Ana di kursi..pria itu tersenyum,
''Aku akan pergi bersama teman-temanku.''
''Kemana...''
''Kami akan memancing..'' sambung Arkana singkat.
''Memancing..kau suka memancing....''tanya Ana lagi...
Arkana menggeleng.....
''Aku sangat membenci memancing.''
''Lalu...untuk apa kau ikut memancing jika tidak suka...''
Arkana melangkah ke tempat duduknya dan duduk disana, menatap segelas teh teh di pagi hari ia mengerutkan keningnya namun diam saja sambil minum sampai habis..'' lalu tersenyum...
''Kata beberapa orang bijak, memancing bisa membuatmu melatih kesabaran...'' Arkana tersenyum lagi..
''Melatih kesabaran....''
__ADS_1
''Yah...'' mata coklat itu kembali menjebak Ana dengan tajamnya..
Ana tertawa seketika, dan entah mengapa tawanya menjadi sangat lucu di mata Arkana...
''Kau memang harus bisa melatih kesabaranmu Arkana oya, apakah aku boleh ikut..''
Arkana membeku namun tidak lama, iapun lalu tersenyum...
''Tentu.." balasnya kaku..
Ana mengabaikan sikap dingin Arkana, wanita itu bangkit dari tempat duduk dan mengambil nasi goreng spesial yang di buatnya pagi ini khusus untuk Arkana.
Pria itu mengerutkan kening...
''Nasi goreng di pagi hari...tidak Ana aku tidak..'' kata-kata Arkana terputus ketika Ana bersikeras ingin ia mencoba...
Nasi goreng ini tampak mengerikan di mata Arkana.......
''Cobalah...aku membuatnya sangat enak, kau tau jika aku adalah ahli ketika membuat nasi goreng.''
''Tidak...aku memilih roti saja bagaimana..''
''Tidak kau harus makan nasi goreng buatanku, atau kau takut aku meracunimu Arkana ya ampun.''
Ana sedikit tersinggung lalu mengambi sesendok penuh dan melahapnya hingga Arkana hanya bisa terpukau..bagaimana bisa Ana makan sebanyak itu dalam sekali suap...?
Lalu Ana kembali mengambil sesendok penuh nasi goreng dan hendak menyuapi Arkana...
Arkana akhirnya mengalah, namun meminta Ana menguragi jumlahnya. hati pria itu berdebar ketika untuk pertama kalinya Ana menyuapinya, mereka tidak pernah seakrab ini sebelumnya..dan ia bahagia...
Satu demi satu sendok akhinya Arkana menghabiskan nasi goreng buatan Ana dengan senyuman puas...
''Aku menyukainya Ana...''bisiknya sambil minum lagi es teh buatan Ana..seumur hidupnya ini pertama kalinya ia bisa menikmati makanan yang membuatnya bahagia..
Ana lalu bersedekap....
''Apa kau tidak mau berterimakasih kepadaku...'' Ana menaikan wajahnya dengan angkuh..
Arkana bangun dari tempat duduknya dan meraih Ana mendekat, wanita itu kembali merasa gugup, astaga mengapa pria ini selalu membuatnya gemetar...terlalu menakutkan untuknya bersikap romatis...
''Aku akan membuatmu bahagia bersama denganku sebagai ucapan terimakasihku...bagaimana...'' bisik Arkana mendekatkan wajahnya...
Waaah,....Ana melompat seketika, tatapan Arkana akan melumpuhkannya, jadi Ana langsung menjauh dan menetralkan deru nafasnya...
''Aaku...aaku akan bersiap sekarang.''
Tanpa menunggu jawaban Arkana, wanita itu sudah melarikan diri pergi dari sana dengan wajah memerah...
Sedangkan Arkana menutup senyumnya............
''Ana...percayalah kau tak akan pernah lepas dariku seumur hidupmu..'' desah Arkana mengepalkan tangannya.....
*****************************************
__ADS_1
Ana turun dengan baju santainya tanpa lengan dan celana pendek yang indah di atas paha, dan hal itu membuat Arkana tak suka..ia tak ingin Ana berpakaian terbuka karna hanya dia yang boleh menatap tubuh istrinya dan bukan orang lain....
''Ganti.....'' seru Arkana dingin...
''Tapi ini baju kesukaanku..''
''Terlalu terbuka Ana dan aku tidak suka..''
Ana menghela nafas kesal, lalu mengganti baju kedua...namun Arkana kembali menolaknya, akhirnya Arkana memilihkan sebuah gaun panjang yang lebih sopan dan namun tetap menujukan lekuk tubuh indahnya namun tertutup..
''Aku seperti wanita hamil saja...''
Degg!!!!
Entah mengapa kata-kata Ana membuat pria itu tertarik..Arkana tersenyum samar membawa jemari Ana di dalam genggamannya..
''Kau perlu berlatih, bagaimana jika kau mungkin telah hamil.''
Kata-kata Arkana membuat Ana menghentikan langkahnya..
''Usiaku baru 19 tahun jangan menakutiku Arkana ya ampun.'' Arkana hanya tertawa gemas melihat tingkah Ana..
Tanpa di sadari Ana, pria itu mengeraskan tatapannya...
Hamil.....mengapa ia tidak pernah memikirkannya...??
''Menjadi ibu di usia muda bukan sesuatu yang aneh...bukankah lebih baik bagimu Ana...kau akan mendapat sekutu baru..''
''Tidak....aku belum siap.''ucap Ana dengan cepat...
Keduanya masuk ke dalam mobil dan Arkana sendiri yang mengemudikan mobilnya tanpa seorang supirpun hanya mereka berdua...
''Kita akan kemana..''ucap Ana sembari memakai sabuk pengaman.
Arkana juga melakukan hal yang sama......
''Kita akan berkunjung ke vilaku mungkin untuk beberapa hari...aku ingin cuti sebentar dan menghabiskan waktu denganmu Ana...''
Wajah Ana seputih kapas....ke vila pribadinya...? itu pasti jauh sekali, tubuh Ana melemah seketika, dia telah membuat jebakan namun sekarang malah dia yang terjebak sendiri,....
Arkana menyadari wajah Ana yang tak bergairah...
''Apa kau tak menyukai ideku..'' suara dingin itu menembus lamunan Ana...
Ana melompat karna terkejut, lalu tersenyum sembari menggelengkan kepalanya yang mendadak nyeri.
''Aku akan sangat menikmatinya, namun di vila pasti sangat dingin bukan...apakah disana ada banyak selimut...karna aku...''
Kata-kata Ana menguap dengan dramatis ketika wajah Arkana mendekat dan menyambar bibirnya kemudian melum**nya agar ia berhenti..
''Kita tak butuh selimut karna aku akan menghangatkanmu,...''
Ana menghela nafasnya........
__ADS_1