
Will menghela nafas..ia merasa bingung dengan apa yang ada di depannya, bagaimana mungkin yang berdiri disana adalah Dayse Morgan, putri tuan Dave dan nyonya Maya yang adalah istrinya,.....?? Will bahkan tidak mengedipkan matanya sedikitpun melihat Dayse dalam keanggunan yang mahal...
Will terus menatap sosok Dayse hingga Dave dan juga Maya menyadari tatapan Day dan Will yang berbeda...
Dave menatap Maya dengan kerutan yang sama...kembali mereka menatap pasangan itu....yang masih berdiri seolah saling mengenal..
''Putriku cantik kan tuan Will..''ucap Maya sembari mengulurkan tangannya meminta Day mendekat...
''Nyonya Maya.....aku rasa, aku harus pergi...yah..putri anda benar-benar cantik.''ucap Will tersenyum smbil menundukan kepala ia ingin pergi secepatnya dari sana....
Dave tentu saja menolak...
''Kenalan dulu dengan putriku.'' ucap Dave membuat kaki Will terhenti untuk melangkah..
Will pun mengangguk pasrah...
''Baik tuan Dave...''
Sementara Damian merasa ada sesuatu yang berbeda dari tatapan Will kepada Dayse, terlihat benar kalau Will benar-benar syok...ketika menatap Dayse...
Damian juga tak melewatkan jemari Will yang mengepal...pria itu tersenyum, ia yakin sekali mereka saling mengenal....
Will begitu terkejut menyadari bahwa ketika wanita itu mendekat..semakin membuatnya yakin kalau Dayse Morgan dan istrinya adalah orang yang sama....Will sungguh kecewa,karna Day sanggup membohonginya, apa karna status mereka...apakah karna Will terlihat tak sepadan dengannya tentu saja.,.di ruangan ini di dominasi dengan pria yang tampan..ada banyak mafia muda disini sebagai tamu undangan dan mereka menatap Dayse dengan kekaguman yang nyata.....dan Will bahkan kalah jauh dari para pria tampan di ruangan ini. ingin marah tentu saja...namun ia sadar kalau ini tentang tuan Dave Morgan ia tak akan mengacaukan acara ini sampai akhir...ia akan mencoba menahan perasaannya..yah...Dayse sudah membohonginya itu artinya...wanita ini tidak menginginkan dirinya..dan Will seperti tersadar dan mencoba menelan rasa sakitnya sendirian..
''Selamat malam Ayah dan Ibu....''ucap Dayse dengan senyuman sempurna...
Dayse kembali bersikap seperti tak ingin mengenal Will hingga pria itu pun hanya mampu menatap Day dan mengungkapkan betapa kecewanya dirinya pada Dayse...
''Kau cantik sekali Day..'' sapa Damian sembari melirik Will yang terlihat sangat dingin...ia bahkan tidak ingin menatap wajah Day lagi...
''Terimakasih Damian....'' balas Day tersenyum namun lagi-lagi matanya melirik ke arah Will dengan pandangan was-was...ia sungguh takut Will mengatakan kebenaran kepada orangtuanya, namun ia sedikit terkejut karna Will hanya menatapnya dingin dan tidak menatap matanya...
''Day...ini adalah Will...dia teman Damian dan juga Ayah..dia tergabung dalam perkumpulan para mafia....''ucap Dave tersenyum..
Day menatap Will dan saat itulah Will berbalik kepadanya dan menatap mata Day dengan tajam...lalu mengulurkan tangannya seolah mereka tidak pernah mengenal, seolah ini sentuhan fisik pertama yang mereka lakukan....
Day merasa sesuatu terjadi di dalam hatinya....dan ia merasakan aneh...ketika jemari mereka saling menggenggam, seperti sengatan aliran listrik menjalar di seluruh tubuhnya,...Day hanya mampu menyimpan semuanya dengan rasa di dalam dadanya..
''Putri tuan Dave sangat cantik tentu saja...'' puji Will tersenyum..
''Lalu bagaimana dengan istrimu Will...apakah istrimu secantik Dayse Morgan...'' sambung Damian penasaran...
Sementara ia melihat Dayse menajamkan tatapan matanya seolah ia juga ingin mendengar jawban Will..
Will mengambil gelas wine dan meneguknya...
__ADS_1
''Tentu saja....istriku yang paling cantik dimataku...kali ini Will mengangkat wajahnya dan memenjara mata Day yang terlihat gugup..
Will terus berbicara sembari tidak melepaskan tatapannya sedikitpun dari Day...
''Istriku yang manis, dan selalu mencintaiku...setidaknya itu yang terlihat di mataku....''
Damian tersenyum.....
''Baiklah bagaimana kalau istrimu ternyata menyimpan rahasia...''
Will tersenyum skeptis...
''Aku akan tetap mencintainya meski dia mungkin diam-diam membenciku....''
Maya bertepuk tangan hingga Day dan Will menoleh...
''Cinta yang sempurna Will, hhaaa...sayang sekali kau sudah menikah, kalau tidak aku ingin menjadikanmu menantuku...''
Will hanya menggeleng...
''Aku tidak pantas nyonya..tapi terimakasih kalau nyonya tidak membenciku..''ucap Will tersenyum...
Day memalingkan wajahnya berusaha menepis perasaan aneh yang menjalar di hatinya.....sungguh ia tidak mengerti mengapa ia justru merasakan perasaan ini ketika ia akan meninggalkan Will....?
''Sayang mainkan sebuah lagu....dan hibur tuan Will dia akan pulang sebentar lagi menemui istrinya...''ucap Dave.
''Will, Damian nikmati pestanya dan kami akan menyapa tamu yang lain...''
''Baik tuan Will, aku juga akan pergi beberapa saat lagi jadi...aku harus pulang..'' ucap Will menundukan kepalanya dalam-dalam....
Dave dan Maya tersenyum dan menganggukan kepala,
''Terimakasih untuk kedatangannya Will...sampaikan salam kami kepada istrimu..''
Will hanya menganggukan kepala sembari tersenyum...
''Baiklah tuan Dave...dan nyonya Maya, sekali lagi selamat atas ulang tahun pernikahan kalian...''
''Terimakasih Will...''
Sementara Damian juga pamit lebih dahulu karna Aley menelfonnya, sejak punya anak Aley menjadi sangat posesif hingga ia tak bisa kemanapun sedikit lebih lama..Damian kewalahan di buatnya...kebebasannya hilang dalam sekejap...
Dan..tinggalah Will sendirian menatap Dayse yang sedang memainkan piano dan keduanya saling menatap tajam, sementara lagu di mainkan begitu romantis dan membuat siaapapun hanyut dalam alunan suara Day yang merdu..
Will sedang berdiri sendiri ketika seorang wanita cantik menyapanya...
__ADS_1
''Selamat malam tuan....aku minta maaf, kau terlihat sendirian...jadi apa kau menikmati pestanya...''
Will menoleh dan tersenyum,
''Yah...pesta yang mewah..aku masih punya beberapa manit disini..'' ucap Will tenang...
Will meletakan gelas di nampan pelayan yang lalu lalang mengantar minuman, dan bersiap pergi....
''Namaku Luna....''ucap gadis itu sambil mengulurkan tangannya..
Will membeku...apakah gadis ini tidak takut padanya...?
''Luna....namaku Will, senang bertemu denganmu...''
Will mengulurkan tangan dan keduanya saling melemparkan senyuman,....
''Bagaimana kalau kita berdansa....lagu romantis yang indah...'' ucap Luna dengan mata berbinar.....
Will memijit pelipisnya,.....
''Luna..aku bukanlah pria muda yang.....''
''Tolonglah...sejak tadi aku sudah melihatmu tuan Will dan aku benar-benar ingin sekali berdansa denganmu..''ucap Luna jujur..
Will hanya tersenyum....
''Baiklah hanya sekali karna aku harus pulang...''ucap Will...
''Kau akan pulang di tengah malam seperti cindirela...apa kau menggunakan sepatu kaca..'' ucap Luna dengan polos..
Will tak mampu menahan rasa lucunya..
''Kau gadis yang unik..baiklah..bagaimana kalau kita berdansa saja..''
Luna mengangguk tak sabar,....
Namun ketika hendak mengambil tangan Luna untuk berdansa...Will terkejut ketika dari belakang seseorang menarik ujung jassnya..
Will berbalik dan membeku...ketika melihat Dayse menatapnya dengan tajam..
Will menghempaskan pegangan Day.....
''Apa maksudmu ini nona Morgan...''ucap Will dengan dingin...
Deg!!!!!
__ADS_1
Dayse membeku......