
Will membeku melihat sosok Day di hadapannya, matanya melebar dramatis ketika tubuh Day masih berada di pelukannya, seperti mimpi yang indah dan Will tak ingin terbangun dan melepaskan mimpi indah itu...
Namun....
Jika Will menganggapnya mimpi indah maka sebaliknya di rasakan Day, ia berpikir Will adalah mimpi terburuknya...dan ia ingin terbangun dengan cepat dan pergi dari cengkraman Will walau tau kalau sedikit mustahil...
Will begitu terkejut karna pengantar undangan justru Dayse yang adalah istrinya,
Mengapa......??
Yang pasti Will tak akan pernah melepaskan Dayse saat ini..karna itu Will langsung menarik tubuh Day masuk dan menutup pintu di belakangnya dan membuat Dayse mengepalkan tangannya..
''Will.......apa yang kau lakukan, mengapa kau menutup pintu....''
Dayse berlari dan berusaha ingin menggapai pintu namun dengan muda Will menangkap tubuhnya hingga Day merasa tubuhnya melayang tidak menyentuh tanah...pria itu mengangkatnya seolah begitu ringan,
Will sungguh tak pernah menyangka jika si pengantar undangan adalah istrinya, ada apa ini..apa hubungannya dengan keluarga Morgan....
''Will lepaskan aku....'' jerit Day meronta walau itu hanya sia-sia...
Will menghempaskan tubuhnya hingga jatuh terlentang di atas ranjang dan pria itu langsung bergerak menaiki tubuh Day yang tak berdaya di bawahnya...
Keduanya saling menatap............
''Dayse....istriku, siapa kau sebenarnya...mengapa kau mengantar undangan tuan Dave Morgan....katakan...''
Day membeku, ini adalah akhir dunianya bagaimana bisa Will yang di maksud ayahnya adalah Will yang ini...? bagaimana mungkin mereka saling mengenal bagaimana mungkin...?
''Aku adalah teman anaknya, kau tau...anak gadisnya sibuk dan memintaku mengantarnya...''
Will semakin menekan tubuh Day dengan tatapan tak percaya...
''Apa kau sedang membohongiku sekali lagi..kau teman putrinya...''
''Yah....''
''Bagaimana aku bisa percaya karna kau sering berbohong...''
''Kau tau mengapa aku memilih mengantar undangan ini...aku sudah gila dan berharap jika Will teman tuan Dave Morgan adalah dirimu, karna itu aku berani datang Will...dan ternyata aku benar...'' mata Day berkaca-kaca penuh arti...
Hening....
Will membeku menengar ucapan Day yang begitu masuk akal....dan mungkin saja benar kalau Day melakukannya untuk bertemu dengannya...
Tapi.......
''Baikllah aku percaya kepadamu Day...namun mengapa kau meninggalkan aku di apartemen.,.kau sudah menipuku berkali-kali...''
__ADS_1
''Will dengarkan aku dulu...aku mohon....'' rintih Day dengan ketakutan..
Betapa marahnya Will kepadanya hingga Day tak mampu berpikir lagi,....ia pun menarik nafas sebanyak-banyaknya ketika Will bergerak menjauh...dan masih berdiri di hadapannya...
''Aku perlu waktu untuk bicara pada kakakku...''
''Kakak.....'' ulang Will mengerutkan kening,...
''Yah....aku punya seorang kakak dan aku meminta ijinnya agar aku bisa mengikuti suamiku....'' Dayse mulai merangkai kata rayuan..
Gadis itu mulai meneteskan airmata, dan itu terlihat di wajah Will ia mulai terpengaruh dengan Dayse...
''Aku sadar tak ada gunanya aku lari, rencananya aku akan ke apartemennmu setelah mengantar undangan kelurga Morgan....tapi takdir malah mempertemukan kita disini.''ucap Dayse dengan kesedihan yang tergambar jelas di wajahnya...
Will akhirnya duduk di sampingnya di ranjang....dan mendengarkan gadis itu bicara, dan Will seperti terhipnotis...oleh keseluruhan Dayse yang selalu melumpuhkannya..apalagI saat ini, Day datang dengan tampilan yang sedikit lebih berani, tubuhnya mengeluarkan bau harum yang memabukan dan membuat otak Will menjadi beku penuh dengan keinginan...
''Aku minta maaf karna memasang GPS pada kalungmu Day...aku mencurigaimu...''
''Aku sedikit kesal tapi aku mengerti Will, kau pasti mengkhawatirkan aku bukan...'' Day menoleh dan ia pun berdiri...ia mendekati Will yang duduk di ranjang, pria itu membeku....melihat Day masih memakai kalungnya....
''Kau masih memakai kaluingnya...''
''Tentu saja karna ini pemberian suamiku...''bisik Day seolah sedang jatuh cinta...
''Dayse..taukah kau aku sangat bahagia...''bisik Will tak mampu menghilangkan rasa bahagianya...
Day pernah melarikan diri dan kenyataan itu pasti membuat Will sangat marah...hingga Day harus meredakan amarahnya dan membuatnya percaya lagi...
Day dengan berani mengalungkan kedua lengannya di leher Will dan pria itu hanya diam saja menatap tajam kepada Dayse...
Ketika Day hendak mencium suaminya, Will berdehem...
''Kau tidak akan membohongiku lagi kan....Day jika kau berani...''
Will membeku ketika Dayse mendekat, dan menyentuh bibirnya di bibir Will dan melum**nya lembut...
''Aku menyerah Will...aku adalah istrimu kan...''
Will mengangguk, walau tanpa ciuman ia sudah terbakar apalagi dengan ciuman, ia sungguh merasa gila...
''Oh...Day....aku sangat merindukanmu sayang...'' bisik Will dengan suara parau..
Dayse memejamkan matanya berulang kali ia mengutuk kebodohannya karna melakukan kesalahan lagi dan lagi, seharusnya ia menolak ketika ayah meminta dia mengantar undangan, seharusnya dia menandai semua nama Will dan tidak mengambil resiko, namun dengan bodohnya Day malah mendorong dirinya sendiri ke dalam jurang...
Day menunkan pandangan ketika Will menuntun wajahnya mendekat dan menatap bibirnya penuh kemenangan..
Ingin rasanya Day memukul kepala Will dengan sesuatu yang kuat hingga dia pingsan....dia juga lupa membawa cairan biusnya dan Day benar-benar terjebak sendiri...
__ADS_1
Will sudah melepaskan seluruh pakaian yang menempel di tubuhnya, dan Day hanya bisa menghela nafas..ketika tubuhnya sudah lebih dahulu polos di bawah kungkungan Will yang begitu posesif....
''Aku mencintaimu Day...aku mencintaimu istriku...'' bisik Will ketika ia mencium bibir Day dan memberi kecupan hangat disana...
Dayse memejamkan matanya melepaskan hatinya, ia harus bisa menikmati permaianan ini dan membuat Will percaya dengan tindakannya...
Bibir Day menyambut bibir Will ketika pria itu mulai menyentuhnya...sementara, ia mendesah nikmat ketika, Will menyentuh pa yu da ra Day dengan kedua tangannya bergantian dengan bibir panasnya..
Harum dan segarnya tubuh Day membuat gairan Will semakin di kuasai gairah yang besar,....
Bibir Will tak henti-hentinya melum** put*ng pa yu da ra Day begantian, menghis*pnya seolah dahaga dan menyedotnya seolah kehausan..
Di sekitar pa yu da ra Day terlihat kemerahan bekas jejak bibir panas Will......
Will tak menunggu, memasuki milik, Day dalam-dalam menyatu dengan tubuh Dayse yang pasrah di bawahnya....hingga ruangan itu hanyalah terdengar erangan nikmat dari pasangan itu...
*********
Percintaan sudah selesai namun kali ini Will tidak tertidur, ia masih memeluk tubuh Day, mereka masih berbaring di ranjang setelah penyatuan indah itu dan seperti biasa Day merasa lelah luar biasa...dan mulai mengantuk,...
''Will....bisakah aku meminta sesuatu kepadamu...''
''Hmm...katakan....''
''Bagaimana jika kau tidak usah ke pesta itu, bagaimana kalau kau menungguku di kapal milikkmu...aku akan pamit pada kakak sebelum kita pergi...''
Will yang masih mengusap punggung polos Day, ia tersenyum...
''Tuan Dave akan mengira aku bersikap kurang ajar dengan tidak menghargai undangannya jadi....aku harus pergi Day....''
Day mengangkat wajahnya sedikit kesal..
''Pilih aku atau datang ke pesta itu....'' tatap Day tak suka...
''Pilihan seperti apa ini...Day....''
Kali ini Day bergerak naik ke atas tubuh Dave lalu keduanya saling menatap tajam...melihat tingkah Day, pria itu tersenyum...
''Jangan menggodaku lagi sayang.....''
''Katakan siapa yang kau pilih...''tantang Day dengan tatapan tajam.
Day mulai mendekatkan wajahnya....dan Will menyambutnya......
''Tentu saja aku memilih istriku...'' bisik Will lembut...
Will kembali tergoda......
__ADS_1