Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Berc*nta Denganmu


__ADS_3

Ana mengerang ketika pria besar itu menindih tubuhnya, sementara bagian atasannya sudah melorot sampai ke pinggang..sejak kapan pria ini mencumbunya ya ampun....Ana mulai menjerit dan meronta namun aneh tak ada satu pun penghuni rumah yang datang menyelamatkan dirinya, padahal ia yakin suaranya sampai ke luar kamar.Pria ini... siapa pria ini mengapa ia merasa tidak asing...walau memakai topeng...Ana terus berpikir..


Arkana tersenyum di balik topengnya ia tak perduli wajah Ana yang panik.. sembari terus menjamah pa yu da ra Ana dengan sedikit keras....nafasnya memburu sedikit kesulitan ketika Ana terus meronta, sejak kapan istrinya melawan dengan kekuatan penuh...


''Siapa kau...tolong.......''


''Diam.....''desis Arkana pelan...


Ana membeku...


''Diam...kau adalah.........''


Kata-kata Ana terputus ketika ia bisa mengenali suara Arkana dengan mudah meski saat ini pria itu memakai topeng..


Hening untuk sesaat ketika mata Ana berkaca-kaca, dan saat itu juga airmatanya menetes...


''Hohh.......''


Saat itulah Arkana membuka topengnya dan memperlihatkan wajahnya yang tampan sedang tersenyum kepadanya, bagai mimpi Ana melebarkan matanya dengan pandangan syok..


''Arkana......''


Arkana tersenyum dan melum** bibir Ana dengan mudah karna Ana hanya diam dan menatapnya...


''Ini aku sayang...''


''Bagaimana bisa...kau..kau...tidak..'' kata-kata Ana terputus dengan dramatis, ketika kej*ntanan Arkana mendesaknya di daerah inti miliknya, terlalu keras dan bergairah...


Ana menghela nafas....


''Sstt..bisakah kita bicarakan itu setelah kita selesai...? aku sudah tak tahan sayang...tubuhku kesakitan ketika merindukan penyatuan kita..aku...'' nafas Arkana memburu menahan rasa haus untuk menikmati Ana dan memasukinya mereguk kenikmatan bersama istrinya...


Airmata Ana menetes melihat Arkana benar-benar berada di sisihnya, tidak terlihat sakit atau terluka...sungguh seperti mimpi yang menjadi kenyataan..Ana terlalu senang dengan kehadiran suaminya hingga lupa untuk marah...


Arkana mengambil kesempatan itu untuk segera mencium bibir Ana dengan sedikit kuat seakan tidak akan melihat hari esok...sementara kedua tangan kokohnya naik dan menjamah kedua puncak pa yu da ra Ana, sedikit meremas dengan rasa rindu yang tak mampu di bendungnya,..


Ana mendesah, membiarkan bibir Arkan menyapu bibirnya yang basah, mendesakan lidahnya masuk dan merenggut kemanisan disana...bibir mereka beradu dengan gairah yang sama,....terasa nikmat ketika bibir Arkana berpindah tempat merayap mengecup leher jenjang Ana, memberi kecupan seringan bulu yang menggelikan sekaligus membuatnya candu...

__ADS_1


''Ahh...sayang aku merindukanmu...'' desah Arakana sementara bibirnya bergerak terus turun ke dada Ana yang putih mulus..


Ana tersenyum, melepaskan hatinya yang sungguh lega, menikmati setiap sentuhan Arkana yang di rindukannya...


Ana sedikit terkesiap ketika bibir panas Arkana mendarat di puncak pa yu da ra nya yang membusung, lidahnya menyapu sekitar p*ting pa yu da ra Ana yang lebih berisi karna masih periode menyu su, Arkana mengul** dan menghis*p dengan sedikit kasar, bibirnya yang basah memberikan tanda memerah di sekitar dada Ana yang m*ntok, Arkana memberi kecupan di puncak pa yu da ra yang sanggup membuat Ana melayang..sementara sebelah tangannya sibuk memainkan p*ting salah satu pa yu da ra Ana yang lain dengan posesif...


Mata Arkana membara ketika tubuh bawahnya sudah mengeras dan tegang di bawah sana tak sabar memasuki pemiliknya yang sudah lama ia tinggalkan...


Wanita itu sedikit meronta tak kuat oleh sengatan kenikmatannya yang mendera dan melumpuhkan pikiran nya, walau dengan cepat Arkana menangkap kembali tubuh Ana dan tetap menghempaskan tubuh Ana di atas bantal dan terjebak dalam kungkungan tubuh Arkana yang keras di atasnya...


Keduanya bertatapan tajam...dengan satu gairah yang sama, memaksanya menyerah dalam kepungan kenikmatan...


''Kau tak akan bisa pergi sayang..'' bsik Arkana dengan suara parau yang mendamba...


Ana melenguh ketika bibir Arkana masih betah me nyu su kepadanya namun jemarinya yang lain sudah turun dan menyentuh intinya dengan gerakan memutar yang pelan...


''Arrgghh...Arkana hentikan....'' jerit Ana yang sudah tak mampu menahan sengatan gairah yang bertubi-tubi di berikan Arkana kepadanya...


''Sabar sayang...kau tau jika aku harus memuaskanmu malam ini...''bisik Arkana menggoda...


Sementara jemarinya yang lain membimbing tangan Ana untuk menyentuh kej*ntanannya yang sudah membesar dan mengeras seperti pedang...


''Ana.....'' desah Arkan tak tahan.....


Ana sedikit terkejut, menyadari Arkana menahan gairahnya selama seminggu lebih untuk tidak menyentuhnya..


Lama.....


Gerakan tangan Arkana semakin cepat seiring, nafas Ana yang mulai tak beraturan....hingga ia mencengkram kej*ntanan Arkana dengan sedikit kasar hingga pria itu mengerang...


Seketika menjauhkan tangannya juga bibirnya..dari istrinya Karna Arkana tak mampu lagi menahan gairahnya sendiri..


''Kau sudah siap untukku sayang...'' bisik Arkana mengul** bibir Ana yang panas..


''Lakukan sayang...aku mencintaimu..'' balas Ana dengan senyuman pasrah..


Arkana puas...ketika ia mendapat lampu hijau dari sang istri, pria itu tersenyum ketika berada di antara tubuh Ana yang sudah siap membakarnya dalam gairah yang nikmat...keduanya bertatapan dengan kerinduan yang membahagiakan...

__ADS_1


Ana sedikit terpana melihat betapa keras dan tegangnya Arkana saat ini...pria itu tampak siap mengarungi lautan kenikmatan yang akan menjemputnya...


Sesaat kemudian...


Arkana menghentakan tubuhnya dalam-dalam menerobos milik Ana yang sempit dan mencengkram milikknya dengan kuat, tubuh Arkana bergetar ketika tubuh Ana selalu bisa membuatnya candu..


''Arrrghhh..kau sangat nikmat sayang...'' bisik Arkana sembari menggerakan tubuhnya memasuki Ana sampai batas, sementara bibirnya mencari-cari bibir Ana dan melum**nya...


***************************************


Hotel X


Seorang gadis membuka mata dan rasa pusing langsung menyerang kepalanya, untuk sesaat ia masih merasa bingung, ingatannya belum terkumpul dengan sempurna..


Dia berada di sebuah kamar yang luas, ini seperti kamar Hotel, gadis itu menggerakan tubuhnya dan membeku..


Ketika rasa nyeri dan tak nyaman menyerang daerah intinya, matanya basah dengan tatapan hancur, ketika satu kenyataan memukul telak dadanya..


Deg!!!!!


Tubuhnya polos di bawa selimut tebal dan...ia tidak sendiri di kamar ini...ada seorang pria asing yang juga sama polosnya dengan dirinya memunggunginya dan masih terlelap..


Gadis itu bernama Aira....


Aira meremas sprei dengan gemetar, apa yang telah ia lakukan..?? jika ibu tirinya tau dia tidak pulang semalam maka, wanita itu akan menghasut ayahnya untuk menghukumnya lagi...


Aira berusaha bangun tanpa menimbulkan suara meski sekuat tenaga ia berusaha menahan rasa sakitnya, Aira sudah berdiri dan hendak melangkah namun..


Gadis itu terkejut ketika pria di sampingnya, menarik tubuhnya jatuh kembali ke ranjang...


Keduanya bertatapan........


''Siapa namamu..'' desis Alex menaikan alisnya..


Aira menggeleng ketakutan...


Apa yang harus ia lakukan..? desah Aira dengan wajah pucat....

__ADS_1


''Aku.........''


__ADS_2