Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Perjanjian


__ADS_3

Divara menundukan kepalanya dalam-dalam..


''Tuan Dilan....''


Dilan tersenyum sementara Denis mengarahkan tatapannya kepada Divara..


''Dia adalah Milikku...'' ucap Dilan tegas..


''Milikkmu...''ulang Denis tertawa..


''Tak ada yang lucu Denis....'' sambung Dilan tak terima..


Divara yang melihat pertengkaran mereka pun tersenyum..


''Lebih tepatnya saya adalah seorang OB di perusahaan milik tuan Dilan jadi...otomatis saya adalah milik tuan Dilan....''


Deg!!!


Denis tersenyum menang...


''Menjadi seorang OB untuk gadis secantik dirimu...bagaimana kalau kau masuk saja di perusahaanku..disana aku kan menjadikanmu seorang sekertaris atau asisten pribadiku,''ucap Denis sungguh-sungguh..


Dilan langsung menyela bicara Denis dengan nada keras...


''No.....dia akan bekerja kepadaku seumur hidupnya...''ucap Dilan menegaskan..


Sementara Denis terkejut..


''Apa kau sudah gila...mana ada gadis yang mau menjadi OB seumur hidupnya...kau terlalu kejam kalau sampai melakukannya...''


Dilan menoleh kepada Divara yang masih menatap keduanya dengan bingung...


''Divara...masuklah ke ruanganku di sana...setelah aku selesai dengan tuan Denis maka aku akan memanggilmu..''


''Baik tuan Dilan....''


Divara menatap ke arah Denis dan memberi hormat...lalu melangkah pergi meninggalkan kedua pria itu...


Hening.....


''Dimana kau menemukannya Dilan, dia sungguh cantik.. matanya astaga.....''


Dilan tersenyum.....


''Aku beruntung Denis dan aku tak akan melepaskannya...'' ucap Dilan penuh ketegasan,..


Denis mengangguk setuju...Divara begitu cantik sempurna..ia baru pertama kali melihatnya dan langsung menyukai gadis itu...


''Awas saja jika kau mempermaikannya Dilan aku akan merebutnya darimu..''ucap Denis tajam..


''Jangan mimpi Denis...dia milikku..''


Keduanya saling menatap tajam dan penuh persaingan kali ini mengenai wanita,....


**********

__ADS_1


Divara menatap ruangan yang mewah,...ada ranjang...ada rak buku, tv dan peralatan Game...


langkah Divara mendekati rak buku dan mulai mengambil satu persatu...dia sedang membaca buku tentang psikologi..mengapa buku ini ada di kamar tuan Dilan...?


Divara lalu duduk dengan tenang dan mulai membaca hingga tak lama kemudian, suara gerakan pintu terbuka membuatnya mengangkat wajahnya...Dilan masuk dengan sebuah berkas untuknya tanda tangan...


''Tuan Dilan...''


''Apa yang sedang kau lakukan...''


''Aku membaca....'' Divara menunjukan buku di tangannya..


''Baiklah..kemarilah kau...dan tanda tangan...''


''Yah...baiklah......''


Divara meletakan bukunya kembali dan mendekati Dilan dan duduk di hadapannya..


''Tanda tangan disana di atas materai..'' ucap Dilan tajam..


''Baiklah..'''


Divara mulai tanda tangan dengan sangat banyak lebih dari 5 kali meski ia tak tau mengapa...


''Selesai.....'' Dilan tersenyum puas..lalu menatap tajam...


''Jadi aku bisa pulang sekarang....''tanya Divara antusias..


''Tentu...tapi kau tidak penasaran apa isi berkas ini...''


''Aku akan mengabdikan hidupku di perusahaan ini...''


''Itu pasti namun ada hal yang perlu kutegaskan kepadamu...''


''Hmm..'' ulang Divara...


Dilan meraih tubuh Divara mendekat dan menaikan sudut bibirnya,....


''Kau harus menjadi milikku dalam arti...kau bersedia tidur denganku...Divara...''


Deg!!!


Divara membeku menatap mata Dilan dengan tajam,...


''Apa maksudmu...''


''Kau harus menjadi wanitaku....dan aku akan menghidupimu...''


Mata Divara melebar mendengar penghinaan yang di ucapakan oleh pria ini,...astaga..dia pikir semua gadis bisa di beli dengan uang...?


Divara terlalu emosi hingga ingin menampar wajah Dilan namun...terlambat karna Dilan langsung menangkap tangannya dan tersenyum kejam...


''Baiklah kau hanya punya dua pilihan Divara, jadi milikku maka aku akan memberikanmu segalanya...atau...kau menolakku tapi..adikmu akan membusuk di penjara selamanya karna aku akan menuntutnya atas penyerangan dan juga pencurian...''


Divara sungguh terkejut hingga tubuhnya jatuh tersungkur...nafasnuya menjadi sesak mendengar ucapan pria kejam ini...

__ADS_1


Tidak mungkin dia membiarkan Kiara masuk penjara bukan..dia sudah gila jika melakukannya...namun, ini masa depannya dan pria ini ingin mengambil keuntungan darinya...


Divara gemetar tak pernah membayangkan akan mendengar kata-kata kejam ini dari Dilan hingga ia mulai ketakutan...


Dilan menurunkan pandangan ke arah Divara yang pucat..


''Jangan khawatir...aku tak akan tidur denganmu sekarang,.....aku butuh kau untuk menjadi pasanganku...kita akan menemui orangtuaku...Divara..''


''Apa...''


Dilan bangkit dari tempat duduknya dan meraih jasnya,...


''Ayo...akan ku kenalkan kau pada keluargaku sebagai kekasihku,....untuk itu kau harus di persiapkan dengan baik bukan...''


Divara akhirnya bisa bernafas lega setidaknya bukan hari ini dia kehilangan kesuciannya...jika itu di lain hari maka DIvara akan mencari cara untuk mengelak...


*******


Hari itu....


Dilan membawa Divara ke butik mahal, memilih baju dan sepatu juga tas, lalu ke salon untuk memperindah wajah dan rambutnya karna Divara sudah memiliki kecantikan maka dia hanya memerlukan sedikit polesan..


Menaiki mobil mewah mereka meluncur menuju rumah Danar Lois..


**********


Pesta sedang berlangsung di kediaman Danar Lois dan juga Hani...disana ada semua keluarga besar termasuk pasangan, Steve dan Fera, Mark dan Diza, lalu Damian dan Aley bersama putri mereka, dan masing-masing orangtua mereka tak lupa juga Dave dan Maya, lalu Deniz, juga Will dan Dayse yang sedang hamil besar,..


Hanya satu orang yang belum hadir di acara aniversary Danar dan Hani, yaitu Dilan...Hani sang ibu tau benar jika putranya depresi karna kehilangan Diza..dan patah hati..jadi..Hani merasa sedih jika malam ini Dilan mungkin akan pulang dengan mabuk-mabukan dan ujung-ujungnya mereka akan di permalukan...padahal Dilan putra satu-satunya,...Hani tidak berharap banyak..dia ingin Dilan menemukan pasangannya dan menikah tak masalah dari keluarga biasa toh..Hani juga dulunya hanyalah seorang pelayan kak Ana....yang penting gadis itu baik dan menghormati suami dan orangtua..


Detik demi detik berlalu semua menunggu kedatangan sang putra mahkota...apakah dia datang sendiri ataukah bersama seorang putri,....??


Suara mesin mobil memasuki gerbang sementara Hani menoleh ke arah pintu dengan cemas, dan Ana ada disana untuk menenangkannya..


''Kakak aku cemas sekali kepada Dilan...'' bisik Hani menatap Ana...


''Mungkin saja dia datang terlambat untuk sebuah kejutan..'' ucap Ana menebak.


''Entahlah kakak...tapi aku sangat takut dia akan membuat Danar marah..''


''Hani berhentilah cemas..kau akan melihat keajaiban..'' ucap Ana yang telah melihat Dilan masuk tidak sendiri namun bersama seorang gadis yang sangat cantik dan manis...ia sangat muda dan polos...


Semua menatap dengan tatapan lega sang putra mahkota datang dengan pasangannya...sementara Hani dan Danar saling menatap lega ketika sang putra datang tidak sendiri lagi..


Divara membeku melihat semua keluarga kelas atas yang menatapnya dengan rasa penasaran yang tinggi..


''Tuan Dilan.....''


''Ssst,...panggil aku sayang...'' bisik Dilan pelan yang hanya di dengar keduanya..


Sayang.....? Divara melonggarkan tenggorokannya...


Dilan masuk dengan penuh senyuman,,...


''Selamat malam semuanya....maaf aku terlambat...'' ucap Dilan dengan rasa bangga karna Divara menggandeng lengannya dengan erat...

__ADS_1


Hani tersenyum lega....


__ADS_2