Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Dibawah Ancaman Mafia Kejam, Kisah Anak Mafia


__ADS_3

---Pagi yang cerah 18 tahun kemudian....


Perkenalan Tokoh Dulu yah......


Nama : Aleysa Arkana 18 tahun,


Mempunyai tinggi 165, berat badan ideal bagi seorang gadis remaja, ia adalah putri tunggal keluarga James Arkana, saat ini baru akan memasuki bangku kuliah, hobinya belanja, sifat dan sikapnya perpaduan seorang James Arkana yang Arogan di waktu muda dan keras kepala seorang Ana..dan Aleysa sangat manja, tentu saja Aleysa tumbuh menjadi gadis yang terlalu berlimpah dengan kasih sayang di sekelilingnya, sehingga menjadikan dirinya memiliki sifat sedikit angkuh.


Nama : Damian Rule, usia hampir 18 tahun,


Mempunyai tinggi 175, postur tubuhnya jauh lebih tinggi dari anak seusianya. ia adalah putra kembar satu-satunya dalam keluarga Alex Rule,


Mengapa...?


Karna saudara kembar Damian adalah perempuan, ia sama-sama akan memasuki bangku kuliah bersama Alesya karna tentu saja...sang ayah Alex selalu mengharapkan dirinya menjadi pasangan Aleysa Arkana. Damian memiki sifat yang dingin dan tak banyak bicara, namun jika dia tidak menyukai sesuatu atau seseorang maka Damian tanpa ragu akan menunjukannya kepada orang yang tidak di sukainya..termasuk soal Aleysa, ia sangat membenci gadis manja itu. bahkan sang ayah Alex akan membela Aleysa tanpa ragu jika Damian melakukan sesuatu yang membuat Aleysa tersinggung. gadis licik itu adalah putri kesayangan dalam keluarga Rule.


Berikutnya....


Nama : Derrek Wilson, berusia 30 tahun,


Mempunyai tubuh tinggi 175 cm, dan berat badan yang ideal layaknya model, ia adalah salah satu Dosen tampan yang di gilai di kampus, dan menjadi idola, sikapnya yang tegas semakin menambah aura maskulin di dalam dirinya semakin memikat. Derrek tak pernah bisa di sogok walau pria itu sangat kaya raya, baginya ilmu pengetahuan di atas segalanya..


Lalu..ada si kembar Damian yaitu...


Nama : Diza Rule, usianya tentu sama dengan saudara kembarnya Damian Rule, tingginya sama seperti Aleysa dan juga berat badan remaja pada umumnya, meski Diza sedikit tomboy, namun ia sangat mengidolakan Aleysa dan selalu mendukung perjodohan sang kakak dengan Aleysa..ia juga sama-sama berkuliah di kampus kedua kakaknya, Dam,ian dan Aleysa, ia sangat dekat dengan Aleysa,..mereka lebih mirip kakak beradik,....


Nama : Dayse Morgan, usianya sama dengan Damian dan Diza, yang uniknya ia juga berkuliah di kampus yang sama dengan ketiga saudaranya. Dayse dari awal sudah jatuh cinta pada Damian meski ia harus sedikit bersabar karna Damian tak mudah di dekati..dia pria yang sedingin es, namun Dayse tak akan menyerah dan akan bertekad mengejar Damian sampai dia mendapatkan hati Damian. Dayse adalah anak kedua keluarga Dave Morgan.


Dan kakaknya.....


Nama : Deniz Morgan, usia sama dengan Damian, berkuliah di tempat yang sama,...namun sifat Deniz lebih hangat dan diam-diam dia mencintai Aleysa dan mengharapkan Aleysa bisa menerimanya..dia putra pertama keluarga Dave Morgan.


Dan yang terakhir...


Nama : Dilan Lois, ia putra mahkota keluarga Danar Lois, ia juga berkuliah di tempat yang sama dengan teman-temannya, ia juga sama-sama menggilai Aleysa dan berharap bisa memilikinya, meski ia tau saingannya banyak....


Jadi itulah ya para pemainnya, untuk visual, silahkan di lihat di Group chat Author yah,...


Selamat membaca...............................

__ADS_1


****************************************


Suatu pagi di musim dingin,


Di luar rumah sudah ada salju yang menumpuk, cuaca buruk sejak semalam, Aleysa sedang duduk di ruang makan sambil menikmati susu hangatnya sebelum ke kampus. sudah 30 menit yang lalu ia siap untuk pergi namun, papa Alex memintanya menunggu jemputan Damian, sebenarnya Aleysa kesal ketika harus satu mobil dengan di dingin Damian,...


Jika Aleysa memakai sedikit makeup maka dia akan mengatainya seperti badut disney, pria itu bahkan tak segan mengatainya sok cantik..betapa memuakan Damian itu, hingga Aleysa berulang kali protes akan perjodohan gila antara kedua orang tuanya..


Aleysa melirik sang Ayah yang juga menikmati sarapannya di temani ibunya, Aleysa sanghat suka memandangi kemesraan kedua orang tuanya yang seolah tidak pernah berkurang...


''Ayah....bisakah aku bawa mobil sendiri saja..aku kesal sekali harus satu mobil dengan si beruang kutub itu, apalagi ini musim salju..dinginnya akan sampai ke tulangku..''ucap Aleysa memohon..


Arkana dan Ana saling menatap heran...


''Siapa yang menjadi beruang kutub..ayah tak mungkin menitipkanmu kepada beruang kutub..Aley sayang.''


Aleysa memutar bolamatanya kesal, ia tau ayahnya hanya bercanda, siapa lagi yang punya predikat beruang kutub selain Damian...


''Ayah......''


''Hentikan Alesya...kalian berdua akan bertunangan tahun depan, karna itu kau harus membiasakan dirimu bersamanya...Damian akan datang sebentar lagi..'' titah Arkana dengan tajam..


Selalu begitu..di rumah ini mereka menganggap Damian anak kesayangan mereka..astaga...Aleysa semakin kesal saja..ia kembali meraih ponselnya dan memeriksa info terbaru dari kampus....


Jesika...


Aleysa mencibir ketika mendapati pesan dari sahabatnya, ia pun hanya menggeleng, mati dalam pesona sang Dosen kejam atau Dosen itu yang mati dalam pesonanya.. ckck...Aleysa tak sabar lagi untuk sampai di kampus. dan mulai menebar pesonanya...


Namun..ia kembali harus kesal, karna menelan kecewa karna Damian belum muncul sama sekali...Aleysa memutuskan pergi sendirian, ia segera meneguk susu dalam gelasnya sampai habi...


''Aku akan terlambat Ayah, aku harus pergi..sekarang...''ucap Aleysa meraih tasnya, ini adalah kesempatannya bisa membawa mobil sendiri...


Namun kesenangannya hanya sesaat ketika ia menyadari gerakan pintu terbuka dan sosok Damian masuk, dengan tatapan dinginnya..seakan menusuk ke dalam jantung Aleysa...


''Ayah Arkana dan ibu,...maaf aku sedikit terlambat jadi...''


Arkana bangkit di ikuti Ana dan mendekati Damian yang berdiri kaku di tempatnya...


''Apa kau sudah sarapan Damian....''tanya Ana sang ibu...

__ADS_1


''Aku baru menghabiskan sarapan ibu, terimakasih...'' Damian menunduk hormat..


Sementara.....


Aleysa bersedekap,...oww..lihatlah sikapnya, dasar rubah licik..dia bisa bersikap manis di hadapan orangtuanya, namun ia akan bersikap ketus jika mereka bersama, Aleysa menggelengkan kepala..dalam mimpipun ia tak akan pernah mau menikah dengan pria es ini...tidak akan pernah...bagaimana caranya melepaskan diri dari perjodohan ini sial,...ia tak akan pernah mau...menikah dengan Damian..


Arkana menatap Damian dengan anggukan kepala, lalu menatap ke arah Aleysa yang sedang melamun entah memikirkan apa.


''Aley....Damian sudah menunggumu..cepatlah berangkat, katanya kau akan terlambat...''


Aleysa berdecak memasang wajah culasnya kepada Damian, lalu terpaksa melangkah dan pamit kepada kedua orang tuanya..tanpa menunggu Damian, ia pun segera melangkah lebih dahulu menuju pintu..


''Kami akan pergi sekarang Ayah dan ibu..'' ucap Damian dengan sopan...


Arkana dan Ana tersenyum menatap kepergian calon menantu mereka...Ana lalu menghela nafas melihat sikap dang putri...


''Aleysa...anak ini benar-benar,.....''


Arkana mendekat, melum** bibir Ana dengan gemas di pagi hari...


''Dia keras kepala seperti dirimu, sifat itu ada padamu istriku sayang...''


Ana melebarkan matanya protes...


**************************************


Damian menatap gerah melihat tampilan Aleysa yang terlalu terbuka, lalu mengambil kemejanya dan melemparkannya kepada Aleysa...gadis itu menoleh tajam..


''Beruang kutub......apa yang kau lakukan...''


Damian menoleh tajam, dengan tatapan bekunya hingga Aleysa sedikit ciut.


''Ini musim Salju yang benar saja kau masih memikirkan fashion...pakai ini atau kita akan terus berada di dalam mobil...''desis Damian dengan nada tenang...


Aleysa memejamkan matanya dengan kesal, dengan terpaksa mengambil kemeja Damian dan memakainya, meski ia harus menggulungnya agar sedikit lebih pas di tubuh langsingnya..


''Aku benci sekali memakai kemeja milikmu...'' tatap Aleysa kesal...


''Karna itu jangan memakai pakaian yang akan merusak mata para pria yang ingin belajar...'' Damian menatap tajam.

__ADS_1


''Kau......''


Damian dan Aleysa saling menatap tajam......


__ADS_2