
Semua mata memandang ke arah Dilan dan juga Divara yang sedang bersama...jauh disana Diza yang paling bahagia ia sangat lega ketika melihat Dilan sudah memiliki seseorang di sampingnya...
Dilan mendekati sang ibu yang langsung jatuh cinta ketika melihat sosok Divara yang begitu cantik, matanya sungguh indah sekali....
''Ibu......dan ayah, kenalkan ini adalah Divara...dia adalah kekasihku..'' ucap Dilan bangga..
Divara langsung menundukan kepalanya dengan hormat.....
''Ibu...ayah...apa kabar....namaku adalah Divara Naira.'' ucap Divara dengan suaranya yang lembut...
Hani tersenyum bahagia...
''Ibu senang bertemu denganmu sayang....aku adalah ibu dari Dilan kekasihmu namaku ibu Hani dan ini adalah Ayah Danar.'' ucap Hani lembut...
Hani langsung memeluk tubuh Divara dan membuat Dilan membeku, ibunya selama ini tidak gampang dekat dengan seseorang namun hal berbeda ia lihat ketika bersama Divara....
''Terimakasih ibu,...terimakasih telah menerimaku...'' ucap Hani merasa terharu...
Baginya pelukan seorang ibu sangat langka namun hari ini malah dia menemukannya pada pelukan ibu tuan Dilan...meski mereka kaya raya namun..ibu Dilan tak memandang ststus sosial...seperti menanyakan bibit, bebet dan bobot yang akan membuat ia rendah diri,....
__ADS_1
Pelukan itu terlepas dan Divara menunduk di hadapan tuan Danar...
''Aku harap kalian berdua tidak menunda untuk menikah...'' ucap Danar dengan keputusannya dan hal itu di amini sang Hani sang ibu..
Betapa terkejutnya Dilan dan Divara...memang Dilan membawa Divara sebagai kekasih..namun mengapa ibunya malah meminta pernikahan,....??
''Ibu.....'' suara Dilan terputus ketika Hani menoleh tajam....
''Berhentilah bermain-main dengan wanita dan menikahlah...atau kau mau melihat ibumu mati karna malu...'' senyum Hani mengandung ancaman....
Dilan kehilangan kata......apalagi sang ayah juga tak kalah tajam untuknya..
Dilan tak punya pilihan sementara Divara kehilangan kata,....menikahh...?? apakah dia sedang bermimpi.....??
Terlambat bagi keduanya ketika Hani dan Danar melangkah ke tengah ruangan dan naik ke podium...
''Kami akan memberikan berita gembira malam ini dan kami memohon agar keluarga kita bisa meluangkan waktu sekali lagi untuk mempersiapkan pernikahan putra dan putri kami yaitu Dilan dan Divara...''
Di antara keluarga besar mereka Denis menatap tajam..bagaimana mungkin status dari OB meningkat dalam beberapa jam menjadi calon nyonya CEO...?? Denis mengeraskan wajahnya....apakah Dilan sedang mengancam Divara...??
__ADS_1
Semua bertepuk tangan tak terkecuali Ana dan Maya yang memang dekat dengan Hani dari jaman dahulu..airmata menetes hari di wajah Ana...
Sementara Divara menatap Dilan yang tenang dan berdehem,...
''Apakah kita benar-benar akan menikah tuan Dilan, mengapa kau membawaku jika ini serius.....aku bahkan tidak pantas berada disini...'' bisik Divara dengan mata berkaca-kaca...
Dilan menoleh dengan senyuman dingin...
''Kita akan liat nanti Divara namun jika pernikahan ini nbenar terjadi bukankah kaulah yang paling di untungkan disini...? status sosial dan kemiskinanmu terangkat...'' balas Dilan dengan senyuman manis..
Jelas itu adalah penghinaan besar dan dada Divara begitu sesak...seperti Cindirela ini sudah mendekati jam 12, saatnya dia sadar dari mimpi..
Divara ingin melangkah namun, jemari Dilan menahan lengannya...
''Jangan coba-coba mempermalukanku.....Divara, atau kau akan melihat siapa aku sebenarnya..
Deg!!!!
Langkah Divara terhenti sesaat...jemarinya terkepal...
__ADS_1
Mengapa ia malah terjebak dengan tuan muda sombong ini..??