
Divara terbangun dari tidur setelah percintaan panas yang di lakukan dengan Dilan semalam, pria itu masih tidur sementara Divara lebih dahulu bangun...
Getaran di ponsel itu semakin terasa hingga Divara bangun dan membuka bantalnya, sebuah ponsel menarik perhatiannya dan membuat Divara mengambil ponsel itu...
Ada pesan masuk dan Divara tak sabar untuk membacanya..ada sebuah nama Sinta Sayang terbaca disana sehingga Divara merasa nyeri..
Dia terhianati di malam pertamanya...?? Divara lalu membuka pesan dan mulai membacanya...
Ada pesan sebelumnya yang dikiriman Dilan kepada sang gadis yang membuat Divara membeku dan seakan tak percaya..
Matanya berkaca-kaca....bagaimana mungkin Dilan memikirkan gadis lain padahal sudah menikah dengannya...apakah semalam Dilan tidak merasa puas dengannya..??
Divara mengepalkan tangannya....
Hai...Dilan sayang, kau sudah menikah namun kau masih menghubungiku, aku yakin aku lebih bisa memuaskanmu di banding istrimu jadi...datanglah malam ini karna aku telah menyiapkan makan malam yang lezat untukmu...
Sinta...
Divara memegang dadanya yang terasa nyeri, bagaimana bisa ia mengalami cobaan di hari pernikahannya.
Divara menundukan kepalanya dan mulai menangis, isakannya awalnya pelan namun kemudian terdengar memilukan sehingga membuat Dilan terbangun..
Dilan terkejut ketika melihat Divara menangis dengan suara yang berbeda..terdengar begitu menyakitkan...hingga Dilan membeku..apa yang membuatnya Divara menangis, apakah karna menyerahkan kesuciannya kepadanya semalam..?
Dilan merenung, bercinta dengan Divara terasa berbeda dan membuat ia merasakan sensasi lain yang tidak pernah dia rasakan selama petualangan bercintanya termasuk dengan Sinta...
__ADS_1
Dilan kembali menatap Divara dan ingin bicara namun ponselnya kembali berdering dan Dilan baru sadar mengapa Divara sedang menangis..
Divara sedang memegang ponselnya...dan mungkin telah membaca pesan dari Sinta yang merupakan simpanannya...
Keduanya bertatapan dengan tajam...Divara lalu menyerahkan ponselnya kepada Dilan dan membuat pria itu menjadi serba salah...
''Telp untukmu...angkatlah,....setelah itu kita bicara.'' ucap Divara dengan suara yang tegas,,..
Dilan terdiam....
Mengambil ponselnya dan menatap Divara...ia menjadi serba salah, akan mengangkat telp dari Sinta atau malah membiarkannya..
''Angkat saja Dilan.....mengapa kau malah diam..''
''Divara...''
Noda bekas darah kesucian yang tertumpah,membuat dada Dilan nyeri...ini pertama kalinya ia bercinta dengan perawan yang adalah istrinya sendiri...semalam pasti menyakitkan hingga Divara melangkah dengan sangat pelan..
Sambil menatap ponselnya Dilan merenung...merasa bersalah kalau harus tetap mempertahankan Sinta dalam kehidupannya namun ia tak tau harus melakukan apa lagi...??
Dilan memutuskan mengangkat telp...
Hallo....Sinta,.....
*********
__ADS_1
Divara akhirnya menyelesaikan mandinya yang penuh rasa sakit, ia lalu melangkah mendekati Dilan yang menunggunya..
Dilan berdiri dan menatap Divara...
''Divara.....aku...''
''Kita harus bicara Dilan...dan aku benar-benar serius sekarang....'' ucap Divara dengan wajah serius..
Dilan akhirnya mengangguk....mereka duduk disana dengan tatapan beku...
''Siapa Sinta....apakah kau mencintainya...'' tanya Divara dengan tajam...
Dilan menatap ke arah Divara yang terlihat hancur..
''Sinta dia memang adalah kekasihku dan yah..aku cocok dengannya, tapi ibu tidak merestui hubungan kami...Divara...''
Divara menganggukan kepalanya walau airmatanya menetes..
''Baiklah....aku hanya ingin menanyakan satu pertanyaan kepadamu Dilan...
''Katakan.......''
Divara menghela nafas....
''Pilih aku atau Sinta.....'' Divara terlihat bersungguh-sungguh...
__ADS_1
Dilan menghela nafas....
''Apa maksudmu Divara...''