Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Divara Yang Cemas


__ADS_3

Dokter akhirnya datang ke apartemen dan Mike di periksa di dalam kamar, sedangkan Divara menunggu di luar dengan sangat cemas..betapa dia sungguh takut sekarang, niatnya mengerjai Mike berujung pada kesakitan Mike...berulang kali Divara menatap ke arah pintu dan berharap bisa masuk....namun dokter tidak mengijinkannya...


Sementara di dalam kamar, Mike sedang bermain dengan ponselnya dan sang dokter hanya duduk seperti patung, dia di suruh menunggu,...dasar mafia yang satu ini memang sungguh licik, dia tidak sakit namun meminta dokter untuk datang demi memberikan rasa bersalah di mata kekasihnya...sang dokter hanya menggeleng pasrah...


''Apa kau melihat wajahnya tadi...'' tanya Mike tajam..


''Aku kira kekasihmu yang sakit tuan Mike, namun ternyata itu adalah anda...''


Mike tersenyum menang, ia tau benar Divara pasti sedang menangis sekarang, wanita akan tersentuh dengan hal yang sensitif termasuk rasa sakitnya..sungguh Mike tau tau bagaimana cara membujuk Divara karna itu....ia memilih jalan ini, kerasa kepalanya Divara membuat Mike mulai hilang kesabaran...dan berpikir untuk mengerjai balik pada Divara agar wanita muda itu akan menerima pernikahan ini....


''Tuan Mike aku rasa inilah waktunya...''


''No...biarkan beberapa menit lagi, kau tau bdnar apa yang harus kau katakan,....''


Dokter mengangguk, ini kali pertama dalam hidupnya harus berbohong tentang kondisi pasien, jadi dokter itu hanya mampu menghela nafas...dasar tuan Mike yang kejam...wanita itu akan merasa bersalah ketika dia menambah bumbu kesakitan seorang Mike....


''Baiklah tuan Mike..tenang saja..aku yakin dia akan merasa sangat bersalah kepadamu, dan apapun yang kau inginkan pasti kau dapatkan,...''


''Bagus...''


*************


Setelah menunggu cukup lama...Divara bisa bernafas lega karna dokter keluar dari sana dengan kerutan di dahinya, hal itu tentu saja membuat Divara semakin merasa bersalah...apa yang terjadi kepada Mike...?

__ADS_1


''Dokter.....''


''Yah....nyonya...''


Divara berdehem sambil melirik ke arah pintu, lalu menatap kembali menatap sang dokter..


''Bagaimana kondisinya....mengapa dokter lama sekali di dalam..??''


Sang dokter menatap Divara dengan senyuman dingin...


''Apa kau berniat membunuhnya dengan rasa pedas itu...kau tau itu bahkan rasa pedas itu di luar yang bisa di tanggung manusia...jangan lupa tuan Mike adalah manusia juga..''


Deg!!!!!!


ia telah membuat Mike menderita karna keisengannya..??


''Tapi dokter......''


''Tuan Mike menderita kerusakan lambung, setelah dia pulih dia harus ke rumah sakit untuk melakukan beberapa perbaikan di lambungnya..


Ketika sang dokter menyelesaikan semua perkataannya, wajah Divara sudah sangat pucat dan itu sedikit menimbulkan rasa bersalah pada diri sang dokter namun tentu saja ia harus melaksanakan tugasnya kalau tidak...tuan Mike akan marah..


''Lalu bagaimana dia sekarang..''

__ADS_1


''Sedang berbaring,....aku telah menyuntikan obat pereda nyeri padanya...''


''Apakah aku boleh masuk...''


''Tentu saja...setelah apa yang kau lakukan bukankah kau harus meminta maaf...'' ucap sang dokter dengan telak..


Divara membeku....


''Baiklah terimakasih dokter...''


********


Divara membuka pintu dan begitu terkejut ketika melihat tatapan Mike kepadanya...Divara tak tau harus mengatakan apa, karna tatapan Mike saja sudah mampu melumpuhkan dirinya..


''Mike.....''


''Aku tidak mengunci pintu Divara, pulanglah...aku tak akan pernah memaksamu lagi....kita bisa saling melupakan sekarang.......''


Deg!!!!


Airmata mengalir membasahi wajah Divara yang memang sudah sembab..dan melihat itu Mike merasa puas...ia akan menang.......


Divara mendekat dengan berani.....

__ADS_1


__ADS_2