
Tubuh Aley jatuh membentur pertengahan tangga dan langsung pingsan saat itu juga sementara ada banyak darah dari kepalanya,
Berdiri di ujung tangga Dayse dengan tatapan dingin, ia menghitung mundur sebelum menjerit...
3
2
1
Gadis itu tersenyum lalu menjerit sekuat tenaga sambil melompat menuruni tangga dengan ekspresi cemas..
''Aley....Aley...ya Tuhan apa yang terjadi....Aley....'' jerit Dayse menangis keras..
Tak berapa lama kemudian datang beberapa orang berkumpul, yang lain membawa tubuh Aley menuju mobil yang lain sibuk bertanya kepada Dayse...
''Apa yang terjadi kepada temanmu...''
''Aku tidak tau...aku mendengar suara orang jatuh dan aku penasaran lalu menghampirinya tapi....tapi ternyata dia sahabatku sendiri....aaaahh...Aleysa......bagaimana bisa kau mengalami ini..'' tangis Dayse langsung berlari menuju salah satu mobil yang di pakai membawa tubuh Aley ke rumah sakit...
Begitu masuk ke mobil, Dayse sendirian di bersama tubuh Aley yang penuh darah,...ia menaikan sudut bibirnya penuh dendam...
Kau pasti mati Aley, eeeh...jangan mati dulu, kau mengalami koma saja...setidaknya tubuhmu masih disini dan akan melihat bagaimana Damian akan jatuh ke dalam pelukanku....kau pikir kau itu cantik dan menjadi kesayangan semua orang untuk waktu yang lama...?
Bukankah sudah saatnya kau istirahat...? aku sudah muak selalu menjadi bayanganmu Aley..aku muak selalu berjalan di belakangmu..sekarang akulah yang akan berjalan di depan..aku yang akan menjadi pusat perhatian...jadi...menyerahlah.....Dayse terus mengutuk Aley di dalam hatinya..
Gadis itu lalu mulai memasang wajah sedih ketika mobil memasuki area rumah sakit, pintu terbuka dan ia mulai menangis dan meraung sedih...
''Aley....Aley kumohon...aku mohon bangun....Aley...'' tangis Dayse begitu terguncang...
Bahkan beberapa petugas rumah sakit menenangkan dirinya yang terlihat frustasi..Dayse lalu mengambil ponsel dan mulai menghubungi satu persatu keluarga Aley termasuk Damian...
Sembari menunggu, Dayse lalu menenteskan airmata palsu agar aktingnya berjalan mulus,...
rsmbutnya di gerai tampak berantakan, dan terlihat hancur...
Ketika orang melihatnya mereka akan terharu betapa Dayse berteriak dan menangis seperti orang gila di depan ruang IGD,
Dokter masih memeriksa tubuh Aley di dalam sana, Dayse tak tau mengapa lama sekali, yang dia harapkan seseorang keluar dari sana dan mengatakan....
__ADS_1
Maaf, kami sudah berusaha keras tapi dia meninggal.....yah...Dayse mengharapkan mereka mengatakan hal itu tapi tak ada satupun yang keluar dari sana....dan ia semakin cemas, bagaimana kalau Aley sebenarnya tau dia yang mendorongnya...?
Ah.....mereka akan membunuhnya....Dayse mulai cemas....
Tak berapa lama kemudian beberapa mobil mewah tampak berhenti berderet, dan wajah-wajah panik orangtua Aley, Damian dan juga orangtuanya yang tampak syok dengan kejadian ini hingga Dayse membeku, bahkan orangtua dan kakaknya meneteskan airmata kesedihan..
Cih...mengapa mereka malah memikirkan gadis sok cantik itu bukankah memikirkan anaknya sendiri lebih baik..
Alex dan Arkana, Ana dan juga Aira...tak lupa Damian yang lain tampak syok....
mereka mendekat ke ruang IGD dan saat itulah Dayse menghampiri mereka...
''Paman.....bibi....''
''Dayse bagaimana bisa terjadi...? Aley bagaimana bisa dia jatuh..'' suara Alex begitu tersiksa sampai airmatanya menetes....
Semua memandang ke arahnya dengan tatapan ingin tau tentu saja Aleysa Arkana adalah putri mahkota dan kebanggaan keluarga besar mereka, jadi ketika Aley kecelakaan itu seperti terjadi kiamat kecil dalam keluarga, semua akan menjadi panik dan heboh...
Dayse mengusap airmatanya dia tampak terguncang....lalu mulai bercrita
''Semua terjadi begitu cepat, Aley menaiki tangga aku baru saja akan menghampirinya namun dia terantuk sepatunya dan tiba-tiba jatuh...aku tidak menyangka terjadi seperti ini paman...''
''Ketika dia pergi menemuimu, dia baik-baik saja...mengapa malah ia berakhir dengan jatuh, apa yang sebenarnya terjadi kepadanya katakan.........''
''Aku sudah mengatakan semuanya Damian, lalu kau ingin jawaban apa....aku pun sedih dengan ini Damian....''isak Dayse semakin menangis...
Semua yang ada disana hanya diam saja masing-masing dengan pikirannya,
Fera langsung menelfon putranya untuk datang ke kota ini secepatnya sembari ia terus menenangkan Ana dan Aira yang hampir pingsan...
Damian mengangguk...
''Aku akan menyelidiki semuanya dan jika dia terjatuh dengan sengaja maka siapapun juga yang membuat Aleyku kecelakaan..maka dia akan mati...'' ucap Damian melepaskan tubuh Dayse..
Dayse melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah, tubuhnya bahkan gemetar mendapat ancaman keras dari Damian...
''Bagaiamana ini bisa terjadi, dia hampir menikah,....bagaimana mungkin putri kita kecelakaan...'' tangis Ana sungguh merasa hancur, ketika mendengar berita itu rasanya dunianya gelap....
Aley adalah putri tunggalnya, satu-satunya harapan di dalam hidupnya, bagaimana mungkin ini terjadi kepadanya...
__ADS_1
''Oh..Tuhan, tolong anakku...tolong putriku Tuhan...''
Suara Ana bergetar sembari terus berdoa, semua sedih dan menanti dokter yang keluar,....
Alex dan Arkana juga Damian tampak bingung, sebentar mereka duduk, lalu berdiri lalu duduk lagi dan berjalan kesana kemari dengan tak tentu arah...
Damian memejamkan matanya, rasanya sesak dadanya membayangkan kesakitan yang di alami Aley ketika jatuh dari ketinggian..ia tak akan memaafkan siapapun yang mungkin menjadi penyebab Aley jatuh,,....tidak akan pernah....
Damian segera meraih ponselnya walau sedikit gemetar karna emosinya yang mulai menguasainya...
Selidiki apapun di Restoran Atas Awan, aku ingin tau segalanya, apakah Aley jatuh sendiri atau ada kemungkinan lain, laporkan kepadaku dengan cepat....
Damian menutup ponselnya, dan bertepatan saat itu juga, dokter keluar dari ruang IGD, dan sedikit terkejut melihat banyaknya keluarga pasien Aleysa Arkana, Fera mengenali dokter tersebut karna dokter itu adalah teman Mark putranya....
''Bisakah saya berbicara dengan orangtua pasien...''
Mulai dari Arkana dan Ana, lalu Alex dan Aira, Fera dan Steve, lalu Dave dan juga Maya mengerubuni dokter dan membuatnya terkejut...
Arkana berdehem...
''Mereka adalah adik-adik saya, mereka juga adalah orangtua putriku jadi, katakan saja...''
''Baik tuan, kami akan melakukan operasi secepatnya..kepala dan juga kakinya mengalami cedera yang parah, nona Aleysa terus mengalami pendarahan di kepala jadi kami harus...melakukan tidakan secepatnya...
Mendengar hal itu, tubuh Ana juga Aira langsung rubuh dan jatuh pingsan sementara Alex dan Arkana juga begitu syok....airmata menetes....
''Dokter...lakukan apapun, apapun dokter.,..aku mohon...'' suara Alex dan Arkana menjadi serak,
Kecelakaan Aleysa merupakan pukulan terbesar bagi keluarganya....
''Alex dan Arkana sampai menajtuhkan tubuhnya memohon...''
Dokter itu sampai melepas kacamatanya karna ikut sedih...
''Kami akan melakukan yang terbaik bagi pasien..'
Damian pun akhirnya tersungkur dengan tatapan yang kosong, harapan akan menikah besok hancru berantakan....
Alea.....desahnya dengan mata yang basah....
__ADS_1