
Aleysa turun pagi ini dari dalam mobilnya, ia melangkah sembari membawa tugas yang telah diminta Mr.Derrek kemarin..setelah menyelesaikan tugas ini dia menjadi lega karna itu artinya ia akan terbbas dari hukuman, Damian tak masuk hari ini karna papa Alex memintanya mulai masuk ke perusahaan, sebelum pernikahan mereka di gelar ia ingin Damian mulai memikul tanggung jawab di perusahaan dan perlahan menggantikan papa..Damian akan datang ke kampus ketika mata kuliahnya ada..
Karna itu Aley kini hanya di antar supir atau kadang Dilan menjemputnya jika tak buru-buru,.
Sepi sekali...biasanya para mahasiswa akan ada di sini dan berkumpul, namun hari ini ia sendirian saja..Aley mencoba mengirim pesan kepada Dilan dan Deniz namun keduanya juga sudah mulai masuk perusahaan oleh daddy Dave dan juga papa Danar...
Diza sedang ke dokter gigi dan otomatis hari ini hanya dia sendirian, Aley mengarahkan kakinya pada ruangan sang dosen dengan maksud ingin membawa tugasnya namun di tengah jalan ia bertemu dengan seorang mahasiswa yang mendekatinya..
''Aley...Mr. Derrek sedang menunggumu di Aula..''
''Aula...mengapa aku harus ke Aula..''
''Mr. Derrek hanya memintaku mengirim pesan dan aku sama sekali tidak tau mengapa kau harus kesana, yang pasti Mr. Derrek sedang menunggumu...''
''Mengapa Mr. Derrek menungguku...''
''Ayo...kita kesana saja Aley....''
Mahasiswa itu melangkah dan meminta Aleysa mengikuti langkahnya....meski sedikit bingung namun Aleysa akhirnya mengalah dengan mengikuti langkahnya. mereka pun akhirnya sampai di ruangan Aula yang megah itu.
Alea membeku ketika melihat ada banyak balon dan bunga yang di hias disana lalu tak jauh dari tengah podium tampak sosok Mr. Derrek berdiri dengan seikat bunga mawar putih kesukaan Aleysa..
Pria itu berdiri dengan senyuman di wajahnya, hingga Aleysa sedikit bingung melihat sikap Mr. Derrek yang aneh..
''Aleysa kemarilah...'' bisik Derrek mengulurkan tangannya meminta Aley mendekat...
Aleysa hanya menurut sembari mendekat ke arah sang dosen, hingga mereka berdiri saling menatap.
Aleysa memandang semua bunga dan balon yang sudah di hias begitu indah di sekelilingnya...
''Apakah akan ada acara disini Mr. Derrek...''
Pria itu tersenyum dan menatap ke arah Aleya...
''Kau memintaku untuk menyelidiki semua tentangmu dan memastikan aku meminta maaf karna telah menghinamu Aleysa..jadi....aku semua ini aku buat sebagai permintaan maafku kepadamu....aku telah menyelidiki semua tentangmu dan kau ternyata adalah salah satu mahasiswi terbaik di kelas sejarah, dan juga...julukan tak ber otak itu aku benar-benar menyesal Aleysa....aku minta maaf...''
Derrek menyerahkan seikat bunga yang di pegangnya tadi dan tersenyum...
Sementara Aleysa sungguh tak menyangka jika Mr. Derrek melakukan ini semua dengan begitu indah, seumur hidup ini pertama kali seseorang memperlakukannya dengan sangat manis...bahkan Damian yang dingin tak pernah melakukan ini kepadanya, sisi hati Aley menjadi hangat..
Aleysa mengangguk lalu menerima bucket bunga itu dan tersenyum sembari menyerahkan catatan hukuman yang di berikan Derrek kepadanya...Derrek menerima buku tebal itu dengan mata yang meredup.
__ADS_1
Keduanya saling menatap tajam..
''Kau mencatatnya dengan susah payah...'' bisik Darrek tampak menyesal memberi hukuman sekejam itu kepada Aleysa...
''Aku mencatatnya sampai tanganku pegal dan jari-jariku hampir patah Mr. Derrek..'' wajah Aleysa menjadi cemberut..
Derrek terkekeh ketika mendekat lalu menatap mata Aleysa dengan dalam, hingga Aleysa menjadi gugup dengan tatapan tajam sang dosen yang begitu tajam...
''Mr. Derrek...''
''Bolehkah aku jujur kepadamu nona Aleysa,,...''
''Hah....''
''Aku menyukaimu sejak pertama kali kau berdiri dan menganggu pidatoku, sejak hari dimana kau menatapku dengan ekpresi menantang, hatiku bergetar Aleysa....''
''Mr.Derrek.....kau tau apa yang kau katakan ini aku sudah....''
''Kau sudah bertunangan dengan Damian Rule, pria dingin itu bahkan aku bisa menghafal tatapan tajamnya...
Namun Aley, apakah kau yakin akan hidup bersama pria yang tidak pernah sekalipun romantis...dia bahkan tidak tau cara memperlakukan wanita dengan lembut, ia terlihat pria yang suka memaksa dari pada harus lelah membujuk...pria seperti itu akan membuatmu menderita Aleysa...kau masih punya waktu untuk memikirkan ulang hubungan kalian, karna...ketika kau sudah terikat kepadanya maka kau tak akan bisa terlepas lagi...''ucap Derrek dengan suara yang sendu...
Aleysa mengerang....ia menaikan pandangan dan tersenyum...
Derrek menganggukan kepala....
''Pilihan ada padamu Aleysa...kau akan melihat bagaimana Damian akan mengontrol hidupmu selamanya...tapi jika bersamaku maka kau akan bahagia Aleysa aku bersumpah,....''
Derrek lalu melangkah...meninggalkan Aleysa yang hanya berdiri di tempatnya dan memejamkan matanya untung saja Damian tak ada disini jika dia melihat semua ini maka dia pasti akan berpikir yang tidak-tidak...
Aleysa lalu melangkah keluar dari ruang Aula, sedangkan seseorang keluar dari tempat persembunyiannya dengan senyum yang terukir tanda kemenangan, dia telah mendapat foto yang ekslusif dan tak sabar untuk mengirimnya pada Damian...
*********************
Siang harinya Aleysa sudah keluar dari kampus ia melangkah pelan untuk menuju parkiran dimana sang supir telah menunggunya..
Derrek mengikuti langkah Aleysa dari belakang...ketika Aleysa mencapai mobil Derrek memanggil namanya hingga ia menoleh,....
''Mr. Derrek...''
''Bagaimana kalau aku mengantarmu pulang Aley...'' ucap Derrek dengan senyuman tampannya..
__ADS_1
Aley menggeleng dengan cepat, orang tuanya akan mencecarnya dengan sejuta pertanyaan..
''Mr. Derrek kurasa tidak...aku akan pulang bersama supir...'' Aleysa tak ingin ada salah paham.
Aleysa melangkah namun jemarinya di genggam Derrek hingga membuatnya berbalik, namun di saat yang sama tampak Mobil milik Damian tiba-tiba saja muncul dan parkir dengan sembarang.,.
Damian turun dari sana dengan wajah merah padam pandangannya lurus menatap Derrek yang sedang menahan tangan Aleysa...pria itu di liputi amarah yang membakar..tanpa bertanya Damian mendekat melepaskan pegangan mereka dan mengepalkan tangannya...Sekejap saja...
Buughh!!!!
Wajah Derrek di pukul dengan keras hingga pria itu terjatuh dan memegang wajahnya, darah segar keluar dari sana....
Aleysa sungguh terkejut...
''Damian....''jeritnya keras...
Namun Damian tidak mendengarkannya sedikitpun, ia mendekati Derrek mencengkram ujung jassnya dan menatapnya tajam...
''Beraninya kau merayu tunannganku beraninya kau...''
Damian kembali memukul wajah Derrek dan pria itu jatuh lagi ke tanah...
''Damian...cukup...Damian...''
Damian menoleh dengan tatapan tajam...
''Masuk ke mobilku Aley...masuk sekarang...'' teriak Damian sangat murka..
Aleysa hanya menurut dan segera masuk ke dalam mobil...
Damian mengeraskan tatapannya...
Dadanya terasa panas melihat foto yang di kirimkan seseorang kepadanya...beraninya Aley menerima bunga dari pria lain...
''Damian....''
''Jika sekali lagi kau mendekatinya maka aku tak akan segan-segan...menghancurkanmu Derrek...'' desis Damian lalu meninggalkan Derrek dengan wajah babak belur..
Derrek mengeplakn tangannya ia sangat marah...sial, ia akan membalas Damian suatu saat nanti..
Damian masuk ke dalam mobil dan melirik tajam ke arah Aleysa...
__ADS_1
''Kau sama sekali tidak bisa di percaya Aley...bagaimana jika aku menjadikanmu milikku seutuhnya..''ucap Damian dengan nekat..
Aleysa menggeleng dengan ketakutan yang kentara...