Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Alex Yang Putus Asa


__ADS_3

Dave mengerutkan kening melihat surat penangkapan sementara Rio berada di belakangnya dan menatap para petugas itu dengan tajam..


''Baiklah...bagaimana kalau nanti siang aku akan ke kantor polisi bersama dengan pengacaraku, bagaimana pun ini terlalu mendadak..''ucap Dave sedikit memohon....


Karna Dvae memang punya pengaruh di kota ini maka para polisi melepaskannya dan lebih memilih menunggunya di kantor polisi karna mereka percaya kepadanya, walau kejahatan yang ia lakukan sangat banyak, namun...mereka mengabaikannya dengan cepat setelah Rio memberikan sebuah cek kosong yang sudah di tanda tangani oleh Dave..


''Baiklah tuan Dave Morgan, kami akan menunggu anda di kantor polisi,..tidak perlu buru-buru..kapanpun anda punya waktu maka hubungi kami...''


Dave tersenyum dengan wajah malaikatnya..ia mengangguk dengan penuh ucapan terimakasih...


''Aku yakin seseorang sedang menjebakku bisakah aku meminta beberapa hari untuk mencaritau ini...''


Salah seorang dari petugas itu tersenyum dan menganggukan kepalanya....


''Kami akan menganggap kami belum bertemu dengan anda tuan Dave,,dan itu cukup untuk beberapa hari yang anda minta..''


''Bagus...aku akan mengirim bingkisan kerumahmu pak.''


''Anda terlalu baik hati tuan Dave,...''


Mereka pun pergi dari sana dan membuat Dave mengerang dengan amarah yang tidak terkendali...


''Katakan siapa di balik ini semua Rio,,....siap yang telah menghancurkan aku....''


Rio menundukan kepalanya dalam-dalam....


''Aku punya berita buruk tuan Dave,....''


Pria itu meoleh dengan tatapan dingin,...


''Berita buruk apa katakan....''


''Tuan Arkana telah membohongi kita semua, dia tidak sakit apapun dan yang lebih mengejutkan dari ini semua adalah, dia adalah aktor di balik penghancuran gudang kita dan melaporkan anda kepada polisi..''


Dave sangat terkejut hingga menjadi sangat geram, jadi duo A itu telah menghancurkan hidupnya..apa mereka mau mati...??


Dave menganggukan kepalanya dan menatap ke arah Rio,...


''Tak ada bukti tentang perencanaan pembunuhan itu, bahkan Maya mungkin sudah mati di bawah jurang sana, anak buah yang menembaknya hari itu, lenyapkan dia Rio, sementara beberapa hari ini kau harus membersihkan namaku dari bukti kepemilikan gudang-gudang itu, mengenai Arkana aku akan menghumnya dengan caraku..'' desis Dave mengepalkan tangannya dengan kuat..


Rio menundukan kepalanya dengan patuh...


''Aku akan melakukannya untuk anda tuan Dave, mereka akan membayar dengan sangat mahal.''ucap Rio menunduk hormat..


************************************************


''Jadi itulah alasannya Ana, mengapa aku berbohong kepadamu, aku dan Alex sama-sama ingin menjebak Dave...''


Pagi ini setelah sarapan Arkana menggendong putrinya Alysa sambil bercerita, ia menatap Ana yang dari tadi menatapnya seakan ingin menelannya hidup-hidup, ia tau ia sedikit bersalah karna membuat wanita ini hancur dan stres namun tak bisa di pungkiri jika ia lega ketika ia terbaring disana, Ana tetap mencintainya dan menangis untuknya...ia lega karmna cintanya tidak bertepuk sebelah tangan..bahwa wanita ini...sudah benar-benar menyerahkan hatinya kepadanya...

__ADS_1


Ana mengupas buah seperti punya dendam, bahkan Arkana yang melihatnya sampai merasakan ngilu...


''Jadi kau pasti tertawa melihatku menangis, meraung, kau tau aku sangat syok dan kehilangan jiwaku Arkana...aku sangat hancur...dan padahal kau sedang menertawaiku...''


Ana memotong buah apel itu dengan sadis, hingga Arkana melonggarkan tenggorokannya..


''Hey sayang...kau tau jika aku terpaksa melakukan ini...? aku tak mau Dave curiga kalu aku sedang bersandiwara...''


''Kau kan bisa memberitahuku kalau kau hanya berpura-pura..'' ucap Ana kesal...


''Dave adalah pria yang pintar,..dia akan curiga melihat wajahmu yang biasa saja waktu suamimu di nyatakan koma karna sakit kangker..bukankah itu penyakit mematikan...''


Ana terdiam,....dia membenarkan kata-kata Dave, yah....ia tau sekarang jika suaminya hidup dan ada disisihnya itu sangat cukup baginya....raut wajah Ana melembut.....


''Sayang...mengapa kau diam saja..'' Arkana meraih jemari Ana dan mengecupnya...''


''Yah..aku baik-baik saja...aku akan mencoba menerima semuanya, lagi pula semua akan baik-baik saja bukan....''tanya Ana..


Arkana tersenyum...


''Semua akan baik-baik saja, aku akan menjaga keluargaku dengan nyawaku...''


Ana tersenyum puas lalu membiarkan Arkana memeluknya dan mencium bibirnya,...


Mereka tak sadar dengan kehadiran Alex yang muncul tiba-tiba, memang dia tidak menyapa hanya saja pasangan ini membuatnya sedikit kesal karna bercumbu di hadapannya, dan kenyataannya hari ini Alex memang kesal...


''Yah...apa kalian berdua tidak puas dari kemarin..'' ucap Alex menbiri dan duduk dengan malas di sofa..ia sedang tak bersemangad, karna semalam ia kehilangan jejak Yuni...gadis itu ternyata tidak berkerja di club dan identitasnya sama sekali tidak dikenal disana...


''Hey..mengapa wajahmu lusuh begitu.''tanya Arkana santai..


''Aku kehilangan seseorang, dan itu membuatku gila Arkana...''


Ana menoleh dengan tertarik lalu mendekat....


''Siapa..apakah dia seorang gadis..''


Alex menatap Ana dan menganggukan kepala...


''Aku tidur dengannya di Hotel lalu ia bilang dia berkerja di club dan akan menungguku disana...aku ke club itu semalam dan tidak menemukan jejaknya...'' ucap Alex dengan nada kecewa.


Arkana dan Ana saling menatap dengan tatapan tak terbaca, baru kali ini ia melihat sosok Alex yang terlihat sangat kehilangan hingga mereka menjadi sedih..


Arkana bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Alex, untuk menghibur...


''Bisa kau menunjukan fotonya, namanya maka kami akan mencarikan dia untukmu...''


Alex menatap Arkana dan Ana yang perhatian kepadanya, pria itu tersenyum...


''Aku menyimpan fotonya...''ucap Alex lalu meraih ponselnya....

__ADS_1


***************************************************


Aira Putri berdiri dengan gemetar di hadapan keluarganya, hari ini dia pulang dan langsung di hadapkan dengan kenyataan kalau ia akan segera di nikahkan, Airopa tentu saja menolak dan hal itu membuat ibu tirinya geram..


Ayahnya sedang berada di luar negri dan akan kembali ketika dia menikah besok...


''Mengapa kau tidak mau menikah dengannya mengapa...'' teriak tante Rosi dengan suara yang lantang sementara Nela hanya menatap kesal...


Ibunya sudah menerima uang yang banyak, bandar judi itu akan membunuh mereka jika Aira batal menikah...


Aira meneteskan airmata...


''Ibu...aku bukan gadis yang suci lagi...''


Kata-kata Aira memancing amarah tante Rosi waniat itu mendekat...


''Kakatakan apa maksudmu..''


Aira merintih ketika rambut panjangnya di jambak oleh sang ibu tiri...


''Ibu...''


''Apa maksud perkataanmu Aira, kau ingin mati yah...''


''Aku berkata benar bu, aku tidak memilik kesucian lagi...aku telah tidur bersama kekasihku..'' tangis Aira mencoba berbohong soal kekasih...


''Apa....'' jerit tante Rosi dengan murka...


Wanita itu tidak menunggu lagi, dengan penuh amarah ia menghantam wajah Aira dengan keras hingga tubuh gadis itu jatuh membentur lantai....ada darah yang menetes di bibir Aira...


''Ramon...........'' jerit tante Rosi dengan nada keras...


Sosok Ramon adalah sosok yang mengerikan, dialah pengawal setia sang ibu tiri, yang akan melakukan apa saja untuk ibunya..


''Nyonya Rosi..ada apa.'' ucap Ramon dengan suara bassnya yang menakutkan...


Tante Rosi melirik pada Aira yang ketakutan.....


''Cepat bawa dia pergi, bawa ke pinggir jurang lalu ikat tubuhnya di dalam mobil dan tabrak mobilnya dari belakang, pastikan mobil itu jatuh ke dalam jurang dan terbakar....anggap saja dia bunuh diri...''ucap tante Rosi dengan kejam...


Aira menggeleng ketakutan, melihat wajah ibunya yang buas....


''Ibu......''


''Diam...bukankah aku menyelamatkanmu...?? kau tidak mau menikah kau pikir mereka akan melepaskan keluarga kita...? satu-satunya cara adalah kau..harus mati...'' senyum kemenangan terpancar dari wajah tante Rosi...


''Tidak...'' jerit Aira meneteskan airmata...


Hai....yang mau liat visual Aira, liat di Group chat seperti biasa.....

__ADS_1


❤❤❤❤


__ADS_2