
Sudah tiga hari Divara di kurung di apartemen milik Mike..pria itu enggan melepaskan Divara sedikitpun...pintu selalu terkunci dan mereka berdua terjebak di dalam apartement, Mike tidak perduli meski Divara terus merengek...
Divara baru saja selesai mandi dan melihat Mike sedang mengerjakan sesuatu di labtobnya...sejak percintaan panas mereka, Divara melakukan aksi diam..dia tidak mau menyapa Mike sedikitpun dan akan melangkah begitu saja ketika melangkah melewati Mike yang memang sedang serius menghadap labtob..
Masih memakai jubah mandinya...Divara melangkah kesana kemari dengan bosan..para karyawan di butik dan tokonya sudah mulai panik ketika ia tidak masuk kantor...
ada banyak klien yang meminta pertemuan dengannya namun semua batal karna Mike sungguh keras kepala..
Divara bersedekap..jika dia mengajak Mike bicara lebih dulu, maka ia akan kehilangan harga diri...MIke akan tertawa menang, namun jika dia mendiamkannya..lalu bagaimana caranya keluar dari sini...
Divara melangkah menuju balkon dan menatap lalu lintas di bawah sana dengan rasa iri..ingin sekali dia keluar dari sini...
Divara melirik tajam ke arah Mike yang tidak bergerak dari labtobnya, sebentar ia tersenyum..lalu tertawa lagi, kemudian mematikan ponsel...
Divara akhrinya melangkah mendekati Mike, ia menyerah dan menjatuhkan dirinya di sofa empuk tepat di depan Mike...
Pria itu menatapnya sebentar....
''Apa kau....sedang menggodaku sayang...''
Divara menatap tubuhnya dan memejamkan matanya..mengapa dia masih memakai juvah mandi sialan ini...??
''Ehm...aku ingin bicara...''
__ADS_1
Mike masih serius menatap labtobnya...
''Kau bisa keluar dari pintu itu ketika kau bersedia menikah denganku selain itu..jangan bermimpi kau akan pergi...''
''Kau sangat....kejam...''
Divara menghentakan kakinya dengan kesal, lalu meninggalkan Mike yang terlihat santai...pria itu hanya menggelengkan kepalanya...meski harus mengancam ia puas dengan hasilnya, Divara takut kepadanya...dan dia berhasil,...hanya dengan ancaman...
********
Divara mencampur banyak bubuk cabe pada makan siang Mike demi menghukumnya...dia berharap, Mike akan marah lalu mereka bertengkar...lalu ia bisa pergi dari sini...
Ketika makan siang tiba...Mike terlihat sangat lelah karna pekerjaannya...sementara Divara menatapnya penuh dendam...
Mike menatap hidangan yang terlalu sempurna...ia curiga,....
''Duduklah..temani aku...''ucap Mike dengan nada lembut....''
Divara menatap masakan yang berwarna merah itu dan berdehem, mengapa ia merasa takut sekarang....tubuhnya bergetar seketika....
Mike mulai mengambil makanan pedas itu, ia tau Divara sedang mengerjainya..namun Divara sengaja...membuatnya marah dan menyiksanya...
Mike lalu memakannya dalam diam, mengunyahnya dengan cepat.....sementara Divara membeku....ia merasa iba....karna Mike terus makan walau rasa pedas itu menyakitinya...
__ADS_1
''Cukup...Mike..aaku...aku minta maaf....''desah Divara dengan suara serak, matanya memanas..
''Kau menginginkan aku menghabiskannya dengan maksud ingin menyakitiku bukan....yah...aku ingin menyaksikan sendiri dengan mata kepalaku Divara..jadi jangan menghentikanku......''sinar mata Mike terlihat begitu dingin...
''Mike........''
Mike tak perduli dan malah makan sampai habis walau dia tau ini sangat pedas....
Pria itu mengepalkan tangannya ketika ia sudah menyelesaikan semuanya...rasa panas mulai menjalar dari perut sampai ke dadanya membuat Mike memegang perutnya..
Dan Divara menjerit takut....ia menghampiri Mike yang sudah mengerang....
''Mike...Mike...maafkan aku...aku mohon.....''
''Berikan ponselku....'' teriak Mike terbatuk-batuk..sementara Divara mengambil ponselnya dan memberikannya kepada Mike yang kesakitan....
Keringat mulai membanjiri tubuh Mike...ia lalu menelfon....
''Dokter.......''
Lalu tubuh Mike jatuh pingsan......dan Divara menjerit panik.....
''Mike.......'' tangis Divara pecah penuh rasa bersalah...
__ADS_1