
Makan siang itu terasa begitu hambar setidaknya itulah yang di rasakan oleh Dayse saat ini pandangan matanya terus tertuju kepada sosok Will yang sedang bersikap mesra kepada wanita di depannya meski Will sadar dengan kehadirannya namun seakan Will tidak pernah mau menatapnya atau cemburu, malah ia membuang muka dengan dingin ketika melihat Day bersama Derrek yang juga bersikap mesra...
''Jadi kapan adikku akan kerumahmu untuk melamar Day..kau tau dia sudah tak tahan untuk menikahimu..''ucap Clara yang membuat Derrek tersenyum salah tingkah..
''Mungkin aku harus berbicara lebih dahulu bersama orangtuaku kak...karna jika aku membawa Derrek tiba-tiba ayah akan marah, ayahku memang sedikit protektif..''Day menjelaskan..
''Sayang...bagaimana kalau besok malam aku ke rumahmu dan malam ini kau harus berjanji bicara kepada orangtuamu..''ucap Derrek sedikit memaksa Day...
Keduanya bertatapan..
''Yah...aku akan bicara malam ini...''ucap Day sembari meneguk segelas air..
Dayse kembali memejamkan matanya ketika rasa mual kembali menghantuinya...ia pun berdiri..dan pamit sebentar pada Derrek dan juga kakaknya untuk pergi ke toilet karna ingin munt*h..
Ketika itu juga Clara menatap Derrek dengan tajam,....
''Wanita manja dan sombong seperti itu yang akan kau nikahi Derrek apa kau sudah berpikir matang-matang...? apalagi dengan kekayaan keluarganya..dia akan membuatmu berada di bawah telapak kakinya...
''Aku mencintainya kakak.....tidakkah kau mengerti..''
''Cih...cinta, apa kau sedang bercanda Derrek...kau lihat hubungan kakak yang hancur karna cinta...bahkan pria itu menghabiskan seluruh uangku...dan harta kita menipis...''
''Itu karna dirimu sendiri Clara...kau terlalu di butakan oleh cinta...''
''Karna itu aku tak ingin itu terjadi kepadamu Derrek, tinggalkan dia...dia bukan tipe wanita yang bodoh yang akan menyerahkan harta kepadamu....dia akan berdebat seumur hidup denganmu..''
Derrek terdiam,....
''Jadi apa yang harus aku lakukan kakak..''tanya Derrek menyerah....
Clara tersenyum..
''Putuskan dia Derrek, namun jika dia berjanji menyerahkan sebagian harta kepadamu setlah menikah nanti maka kau bisa menikahinya...''ucap Clara dengan tajam..
Tanpa di duga keduanya..Dayse mendengar semuanya dan menjadi kecewa ia pun mendekat...dan duduk di anatara kedua kakak beradik itu Day menatap tajam..
''Kakak Clara...dan Kau Derrek...bagaimana kalau kita berdua mengakhiri ini...aku juga sebenarnya tidak mencintaimu...''
Derrek dan Clara begitu terkejut dan menatap mata Day yang begitu tajam dan menghela nafas...
''Dayse......''
''Kau sangat tampan Derrek, sayang kau mendekati seseorang karna harta sementara kau tau benar jika kau akan kecewa jika hidup tanpa cinta sejati hidupmu akan terasa kosong....aku sudah mengalaminya Derrek, meski kau banyak uang namun tanpa cinta hidupmu sia-sia....''
__ADS_1
Derrek membeku mendengar ucapan Day yang begitu tenang ia tidak marah sedikitpun...namun malah menasehati Derrek dengan penuh perhatian hingga pria itu hanya terdiam tanpa mampu membalas...
Dayse berdiri lalu tersenyum....
''Hubungan kita sudah berakhir Derrek, hiduplah dengan benar dari sekarang..''
Begitu sampai di parkiran Resto, langkah Day terhenti melihat sosok Will sedang memeluk kekasihnya di depan matanya...
''Dayse.....''
Will mendekat dengan membawa kekasihnya yang begitu cantik melebihi Day..
''Kenalkan...dia calon istriku..namanya Santi..'' ucap Will memperkenalkan wanita di sampingnya...
Santi tersenyum dan mengulurkan tangannya..kepada Day dengan senyuman angkuh...ia tak tau kalau Day adalah istri Will..
''Aku Santi, aku adalah calon istri Will..''
''Aku Dayse Morgan. aku adalah istri dari Will..''
Deg!!!!
Santi begitu terkejut ketika mendengar perkataan Day yang jujur dan hal yang sama di rasakan Will, mengapa Day mengatakan hal ini kepada Santi...padahal semalam ini Day selalu menghindar ketika ia di tanya soal hubungan mereka..Will tanpa sadar tersenyum..
''Kau adalah istrinya....''
Dayse menatap Will yang bersikap dingin kepadanya, mau tak mau hatinya menjadi nyeri sendiri....
''Benarkah kalian akan bercerai...kau...tidak akan membohongiku bukan..'' ucap Santi tajam..
''Aku berjanji ini tak akan memakan waktu lama,.....aku harus pergi...''
Will sedikit menyimpan tanya ketika beberapa kali dengan refleks Day memegangi perutnya....
Apa yang terjadi....?
Day melangkah melewati Will dan juga wanita cantik di hadapannya, Day memalingkan wajahnya dan menepis rasa cemburunya....Day melangkah menuju mobilnya untuk kemudian pergi dari tempat itu segera..
Day memejamkan mata ketika ia sudah sampai di dalam mobil dan segera pergi dari sana....melajukan mobilnya pelan di jalan....
Sementara Will menatap Santi dengan senyuman..
''Bagaimana menurutmu Santi...''
__ADS_1
''Dia juga mencintaimu percayalah...apa kau tidak ingin mengejarnya....'' ucap Santi mengerutkan kening....
Will tersenyum penuh ucapan terimakasih, Santi adalah wanita yang baik, ketika ia meminta tolong kepada wanita ini dia malah senang dan tidak menolak...sungguh Will sangat berterimakasih kepadanya...
''Terimakasih Santi, aku benar-benar akan mengejar istriku..''
''Yah..pergilah Will....''
**********
Day menepikan mobilnya di sebuah apotik kecil, ia pun segera turun dari sana dan menatap ragu ke arah apotik namun, ia harus segera tau apa yang terjadi kepadanya mengapa ia merasa mual terus-menerus...
Mengapa...??
Day menuju kasir dan meminta alat tespek lalu ia pun meminta toilet mereka untuk memeriksa,...
Day menatap alat tespek yang bergaris dua itu dengan wajah pucat pasi....betapa terkejutnya Day melihat kenyataan di hadapannya saat ini..Dia positif hamil namun ironisnya mereka akn bercerai....
Lama...Day berada di tilet dan merenung, menangis disana untuk beberapa saat lalu kemudian keluar dari apotik dengan tatapan kosong...
Apa yangh harus dia lakukan sekarang..kemana harus membawa anak ini...jika orangtuanya tau maka sama saja dia mencoreng wajah mereka...bahkan perbuatan jahatnya dulu masih belum terlupakan...
Day keluar dari apotik dengan langkah yang berat, ia sudah tak tau kemana lagi...gadis itu lalu mauk ke dalam mobilnya...dengan wajah yang bingung,....
Day lalu membawa mobilnya keluar dari apotik dengan cepat menuju luar kota....sementara Will mengikuti mobilnya dari belakang dengan kecemasan yang tinggi, mengapa Day terlihat hancur..? apa yang di lakukan Day di apotik..?mengapa dia menangis...?
********
Mobil berhenti di atas tebing yang tinggi, ia pun keluar dari sana dengan tatapan beku..Day melangkah menuju tepi jurang sembari membawa hasil tespek itu di tangannya...
Day benar-benar putus asa..apa yang harus di lakukannya sekarang...?
Sementara mobil Will juga berhenti di tengah tebing...
Will mendekati Day perlahan dan mendengar semua keluh kesahnya... ketika Day berbalik ia begitu terkejut melihat kedatangan Will, sementara itu....
Tespek jatuh dari pegangan Day dengan dramatis dan Will menatap benda yang begitu penting baginya,..
''Day.....''
Keduanya buru-buru menunduk dan merebut tespek itu namun Day kalah cepat...
Will menatap tajam ke arah tespek dan mengeraskan wajahnya...
__ADS_1
''Kau hamil Dayse...'' ucapnya dengan mata yang berbinar..
''Tidak Will...aku....''