Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Butik Diamond


__ADS_3

Arkana akhirnya menjadi tenang...pelukan mereka terlepas dan pria itu tersenyum,....namun tak lama senyuman itu berubah menjadi seringai tajam..


Arkana mengambil pistol dari dalam saku jasnya dan memperlihatkannya kepada Ana...


''Kau melihat pistol ini sayang...?''ucap Arkana dengan santai..


Ana melonggrakan tenggorokannya dengan rasa takut yang menjalar dan menguasainya dengan cepat..namun Ana berusaha tenang dan menatap Arkana juga tajam, ia harus memberikan rasa percaya melakui tatapannya, Ana menaikan dagunya tinggi-tinggi membirakan pistol itu menekan di leher jenjangnya yang mulus.....


Arkana terdiam melihat keyakinan itu di mata sang istri, hatinya menjadi lega....lalu melanjutkan kata-katanya...


''Peluru ini berisi 6 butir...jika kau berani mempermainkan aku dan jatuh cinta kepadanya...maka...kau..akan melihat orang tersayangmu mati dengan mengenaskan tapi.......aku tidak akan membunuhmu agar kau,...bisa tersiksa seumur hidupmu sayang tentu saja bersama denganku..''


''Aku sama seklai tidak takut karna semua yang kau tuduhkan tak akan pernah terjadi....aku milikmu, dan selamanya akan menjadi milikku,...''


''Bagus...aku senang mendengarnya...''


Arkana lalu tersenyum dan memperbaiki rambut panjang Ana yang sedikit berantakan...


''1 bulan...aku memberimu waktu satu bulan untuk mendekatinya Ana....lalu membuatnya jatuh cinta dan percaya kepadamu, lalu kau akan mencampakannya dengan kejam dan membuatnya menderita......''sinar mata Arkana menajam...


''Tentu..kau bisa melihat bagaimana ia menderita sayang...''


Ana memberikan rasa percaya pada Arkana yang tampak masih curiga...Ana tersenyum ketika mendapat restu Arkana......pria itu lalu kembali menurunkan pistol dari tangannya dan menyimpannya kembali di dalam saku jassnya..


Pria itu meraih tubuh Ana mendekat dan menatap keseluruhan wanita yang terlihat cantik ini dan merasa gemas....


''Apa kau akan pergi sekarang...''


Ana mengalungkan lengannya di leher Arkana dan tersenyum,


''Kau juga akan sibuk pagi ini saayang..''


Arkana menganggukan kepala...


''Aku akan kembali sibuk dengan pekerjaanmu, aku akan ada dirumah secepat mungkin jadi kau bisa lebih dahulu tidur...''


''Aku akan menunggumu sampai mataku memerah dan berair..''


Arkana terkekeh......


''Baiklah..jangan membuat dirimu kesulitan sayang...''


Ana mengangguk dengan mata berkaca-kaca...menatap Arkana dengan pandangan dalam, meski mereka adalah suami istri, Ana masih terus mencoba mengaitkan hatinya pada pria asing ini dan mencoba menerimanya....


''Terimakasih..untuk segalanya sayang..''


Arkana mendekatan wajahnya...


''Bagaimana kalau rasa terimakasihnya kau ganti dengan percintaan pagi ini, aku menginginkanmu...''

__ADS_1


Ana melebarkan matanya sedikit jengkel...setiap malam Arkana tidak membiarkannya, bahkan meminta lagi...Ana memejamkan matanya menahan rasa jengkelnya,...riasan di wajahnya akan berantakan dan ia akan memulainya dari awal lagi...dan otomatis ia akan terlambat ke butik..


''Kau...''


Arkana buru-buru membungkam umpatan istrinya dengan melum** bibirnya dengan gemas.......


Dan tentu saja membawanya kembali dalam percintaan panas pagi itu...


*****************************************


Mobil mewah itu berhenti di depan sebuah butik yang sangat megah dan tinggi menjulang di hadapan Ana, wanita itu menaikan sudut bibirnya..


Yah...hari ini dia datang sebagai pemilik butik Diamond yang baru, Arkana telah membeli butik ini dan memberikan kepemilikannya dengan sah atas namanya..


''Nyonya Anastasya..gedung ini mewah sekali..''bisik Hani dengan senyuman kagum..


Ana hanya tersenyum....


''Persiapkan dirimu Hani kau akan membantuku di butik ini..'' Ana tersenyum bangga..


''Tentu saja, aku akan melayani nyonya dengan senang hati.''


Sang supir membuka pintu mobil mewah itu dan menundukan kepala di hadapannya..''


Ana keluar dari sana......dan menatap dengan puas, tak akan ada yang percaya bahwa seorang Anastasya yang dulu pernha mendapatkan penghinaan dalam hidupnya kini adalah seorang wanita berkelas dan pemilik butik Diamond yang menjadi satu-satunya langganan para artis dan istri petinggi dan pejabat-pejabat...


Pintu butik Diamond terbuka dan Ana langsung di hadapkan dengan para pegawai yang menunduk hormat kepadanya dan di antara mereka, berdiri sosok wanita yang pernah memakaikan gaun kepadanya..ia begitu terkejut ketika mengenali Ana sebagai bosnya yang baru, dalam tampilan yang berbeda...wanita itu menundukan kepala penuh hormat...


Ana tersenyum.....


''Angkat wajah kalian...aku ingin kalian meperkenalkan diri kalian masing-masing...''


Sebuah kursi besar dan nyaman menyambut tubuh Ana ketika ia duduk disana..


Seluruh pegawai berjumlah 10 orang, dan mereka mulai memperkenalkan diri masing-masing...samapi pada wanita yang pernah memakaikan gaun untuknya dulu...Ana menatapnya tajam....


''Namaku Widyasari. usiaku 19 tahun, aku akan melayani nyonya sepenuh hatiku..''


''Apa kau mengenalku..'' desis Ana..


Widya menggeleng.....


''Aku tidak yakin nyonya...''


Ana lalu berdiri dan mendekat........


''Aku ingin kalian bekerja dengan baik dan tanpa melakukan sedikitpun kesalahan...aku akan mengevaluasi kerja kalian jika ada yang berani bekerja dengan asal maka dia akan berhadapan denganku...''


Semua para pegawainya menunduk dengan ketakutan...lalu mereka bubar dan mengerjakan pekerjaan masing-masing...

__ADS_1


Ana menatap Widya...


''Aku ingin mengetahui nama para pelanggan tetap di butik ini Widya..aku ingin nama itu di mejaku sekarang...''


Widya tersenyum dan menganggukan kepala. segera berlalu dari sana...


Sedangkan Ana...tersenyum menatap keseluruhan ruangan butik yang mewah dan megah, ada banyak gaun-gaun mahal bernilai ratusan juta di dalam butik ini, dan senyum Ana mengembang dengan sempurna..semua ini adalah miliknya sekarang.....


**********************************


Ruang kerja Anastasya....


Widya membuka pintu dengan hati-hati lalu meletakan sebuah map di hadapan Ana...


''Nyonya, ada nama-nama istri dari para pengusaha besar yang memesan gaun, dan jass di tempat ini...''


Ana menyandarkan tubuhnya di kursinya yang empuk dan menatap Widya..


''Aku ingin kau mencari nama-nama yang kusebutkan...''


Widya menatap Ana dengan kerutan di dahinya...namun ia tak berani membantah kata-kata sang nyonya..


''Baik nyonya Ana...''


Ana menurunkan pandangan dengan tajam ke arah nama-nama yang di cari Widya..


''Aku ingin kau mencari nama...


Tuan Alex Rule


Tuan Ardiansyah Saputra


Nyonya Jesika Cline


Tuan Steven


Tuan Danar Lois dan juga nyonya Fera Lois......apakah nama mereka ada disana..?'' tatap Ana dengan tajam...


Wajah Widya begitu pucat nama yang di sebutkan nyonya Ana bukanlah orang sembarangan, mereka penghusaha besar dan punya nama di dunia bisniss, kebetulan mereka sedang memesan pakain yang hampir jadi dan siap di antarkan...apa maksdu sang nyonya kali ini, tidakkah dia takut menghadapi mereka....


''Yah...nyonya, aku menemukan nama mereka,...gaun dan jass mereka siap di antar dan kurir akan segera pergi...''


''Aku ingin kau...menelfon mereka masing-masing dan mengatakan bahwa pesanan mereka sudah di ambil orang lain dengan haraga yang mahal...'' ucap Ana dengan keangkuahan yang menguat.......


''Apa.......'' Widya begitu ketakutan dan gemetar, bagaimana mungkin ia mampu menghadapi orang-orang kaya itu..


''Nyonya Ana...kita akan mendapatkan masalah jika kita membatalkannya...mereka akan...''


''Kau telp saja mereka...aku akan menghadapinya..'' Ana tersenyum misterius......

__ADS_1


__ADS_2