
Ana telah menidurkan si kecil Alesya dalam box bayi di dalam kamarnya, dan pengasuhnya sedang menjaganya...Ana melangkah keluar kamar dan mendekati balkon..sambil menurunkan pandangan ke arah Arkana yang masih duduk di bawah sana di ruang tamu sendirian..yah semenjak dari butik tadi Arkana menghindarinya dan tak ingin berbicara dengannya hal itu membuat Ana sedih..yah..selama ini Arkana selalu mengikuti kemauannya dan tak pernah sekalipun membantahnya.,..karna itu juga Ana menjadi bingung sendiri bagaimanapun ia tak ingin kesalah pahaman ini terus berlarut, wanita itu bertekad meminta maaf kepada Arkana..
Dengan hati-hati Ana melangkah menuju tangga dan turun, sementara Arkana sedang duduk di sofa kesayangannya di ruangan itu dengan tatapan beku...
Arkana menyadari kehadiran Ana dan menjaga sikap duduknya...ia memejamkan matanya tak ingin melihat Ana..yah...tentu ia tak bisa marah pada istrinya terlalu lama..ia mencintai Ana namun...apa yang Ana lakukan juga tak dapat di benarkan..
jika dia tidak bersikap tegas maka Ana akan selalu di manfaatkan oleh orang lain..contohnya Maya..
''Ehm...''
Ana duduk di depan Arkana lalu meletakan secangkir kopi di atas meja..ia laku menatap ke arah Arkana yang masih memejamkan matanya...
''Ehmm...'' Ana mencoba berdehem namun yang ia dapatkan justru Arkana makin bersikap dingin...
Astaga...suaminya sedingin es...
''Sayang....''
''Tidurlah lebih dahulu...''ucap Arkana masih menutup matanya...
Ana menjadi bingung....bagaimana membujuk suaminya....??
''Tapi...aku tak bisa tidur tanpamu....''
''Bisakah kau tidak memaksaku Ana....pergilah tidur dan jangan merengek,...bukankah saat kau sendiri itu malah bagus untukmu...? kau bisa menyadari kesalahanmu....''
''Aku sudah minta maaf Arkana..tidakkah itu cukup..''
''Tidak sebelum kau benar-benar berjanji tidak melakukan kesalahan yang sama lagi Ana...''
Saat itulah Arkana membuka matanya...keduanya bertatapan tajam..
''Okey....sudah seharian ini aku mengejarmu..aku sudah bilang jika aku tak akan pernah melakukan kesalahan itu lagi...mengapa kau masih bersikap keras padaku..'' tatap[ Ana tidak terima..
Arkana tersenyum sedikit kesal...
''Yang kau pertaruhkan disini adalah pesta pernikahan Hani...kau tau benar jika kami telah menceritakan siapa Dave kejahatannya yang memperalat Maya hingga adikmu sendiri berubah...tidakkah kau menjadi dewasa sekarang....''
''Aku hanya ingin membantumu Arkana...aku pikir aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri...aku pikir dengan kekuatanku aku bisa meredakan semuanya...aku bisa membujuk Dave untuk merevisi perjanjian...''
Arkana bangkit dari tempat duduknya dan bersedekap...
''Merevisi apa...kau masih ingin bekerja sama dengannya setelah semua yang terjadi...'' bentak Arkana dengan suara tajam..
__ADS_1
Ana sungguh tak menyangka jika Arkana sanggup membentaknya padahal ia sudah minta maaf....adilkah untuknya....??
''Apa maksud kata-katamu...apa kau...sedang mencurigaiku..'' mata Ana melebar tak percaya....
''Terserah apapun yang kau pikirkan Ana...aku sangat kecewa karna kau sama sekali tidak memandangku dalam hal ini..kau memutuskan sendiri apa yang menurutmu baik padahal aku adalah suamimu.....aku sudah melarangmu....apa kau sama sekali tidak menghargaiku....''
Suara Arkana menggema di tengah malam membuat keheningan di dalam ruamh terasa mencekam...dan Ana akhirnya meneteskan airmatanya...yah...dialah yang bersalah.....
''Mengapa kau bersikap seperti itu,...mengapa...?"
Ana lalu melangkah menjauhi Arkana dan naik ke lantai atas...dengan sakit di hatinya...yah dia tau ia bersalah namun bukan berarti Arkana mampu memarahinya seperti itu..siapa yang berubah sekarang...?
Ana terus mempertanyakan semua itu di dalam kepala...lalu ia pun menuju ranjang dan kemudian tertidur disana....masih dengan airmata yang menetes...
Sedang Arkana masih duduk disana dengan tatapannya yang beku...yah...ia punya firasat yang buruk tentang pesta itu dan merasa sedikit kesal karna Ana...melawannya....
Pria itu menatap ke lantai atas dan menatap ke pintu kamar yang tertutup rapat...
Ana....kau harus belajar untuk mengendalikan dirimu...maafkanlah aku....... gumam Arkana menyadarkan tubuhnya di sofa....
**************************************************
Pagi harinya....
Ana terbangun di pagi hari dan menemukan Arkana sedang memeluk pinggangnya dengan posesif...Ana yang masih kesal kemudian menurunkan tangan suaminya dengan kasar...
Setelah mendapatkannya Ana lalu melangkah ke ruangan ganti..namun ia begitu terkejut ketika melihat sosok Arkana yang sudah bangun dari tidur dan menatapnya...
''Kau mau kemana pagi ini...'' ucap Arkana dengan suaranya yang tegas,...
Hingga Ana membeku....mengapa sikap Arkana mulai keras...? sejak kapan...? dan sialnya mengapa Ana menjadi gugup...? karna sikap Arkana seperti ini adalah sikap Arkana sewaktu dulu ketika pria ini menculiknya...
''Aa...aku ingin pergi..''
''Pergi...? bersama siapa...apakah kau ingin pergi tanpa pamit lagi padaku...'' ucap Arkana dengan sorot mata yang dingin....
Ana menghela nafas..mengapa Arkana harus berubah begini sih..dan mengapa dai menjadi takut...? Ana mencoba sedikit lebih berani namun....karna ia memang sedang berbuat kesalahan jadi Ana tak punya kekuatan untuk melawan Arkana....
''Aku akan pergi bersama Hani dan Baby Aleysa..''
''Tidak boleh...tidak ada yang boleh pergi...''
''Hah...'' Ana menghela nafasnya dengan protes...
__ADS_1
Sementara Arkana menikmati wajah tak berdaya Ana yang sedang di perlihatkan kepadanya. namun ia kemudian mengeraskan tatapannya...kapan lagi mengerjai Ana..biasanya perkataan Analah yang menjadi perintah namun sekarang keadaan berbalik...Arkana akan benar-benar membuat Ana menjadi penurut seperti dulu..
''Tidak ada yang boleh keluar dari sini...''
Ana meletakan kembali gaunnya dan menghampiri Arkana di ranjang dan duduk disana mencoba membujuk...
''Arkana..kami ingin fiting baju untukku dan baby Aleysa...'' desah Ana dengan suara merendah,...
Arkana tersenyum dingin...
''Panggil pegawai butik dan bawa semua peralatan mereka disini gampang bukan...?"
''Hoh....'' mata Ana menjadi panas dengan kecewa...
''Tapi aku sudah berjanji...Arkana...aku sudah minta maaf kepadamu bukan...? ini terlalu kejam...''
Arkan mendekatkan wajahnya....
''Kejam..?''
''Siapa yang kejam..? aku atau kau...? kau mampu mengabaikan perintahku dan mulai sekarang..kau harus menuruti semua perintahku...hanya dengan ijinku atau Alex kau bisa keluar dari rumah..dan jangan mencoba membujuk Alex juga karna itu tak akan berhasil...''
Ana melongo dengan tatapan tidak percaya...
''Kau jahat...''
''Yah...aku kejam dan jahat..karna itu..kau harus dengar semua peringatan dariku..'' desis Arkana tegas...
Pria itu bangkit dari ranjang dan menjauhi Ana...namun Ana lalu melangkah dan menghalangi Arkana...
Dengan tiba-tiba ia menghambur ke pelukan Arkana dan membenamkan wajahnya.....
''Kau mau kemana.....''
''Pergi....''balas Arkana...
Ana memejamkan matanya sial....dia harus melakukan sesuatu di luar kebiasaannya..
Ana berjijnjit dengan mengalungkan kedua tangannya di leher Arkana..
Dan,.....
Melum** bibir Arkana dengan lembut seraya menjatuhkan jubah mandinya....
__ADS_1
Arkana mengerang.....Ana benar-benar licik...dan sialnya ini adalah kelemahannya...
Arkana dengan mudah terbakar.......