Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Berusaha Menghasut


__ADS_3

Ana menghela nafas ikut sedih dengan cerita Dave, pria itu tampak terdiam sebentar dan Ana menjadi tidak enak..


''Maafkan aku tuan Dave,..kau malah tersakiti dengan ingatan masa lalumu yang menyakitkan...''


Dave tersenyum dengan penuh pengertian..


''Aku seorang pria nyonya Ana..kesedihan adalah hal biasa bagiku aku akan mengatasinya dengan baik..''


Dave menenangkan Ana dengan senyumnya dan Ana menjadi lega....


''Jadi kapan kau akan keluar dari sini...''


''Mungkin lusa..karna aku benar-benar harus memulihkan kondisiku...''


''Aku benar-benar bahagia untukmu nyonya Ana...aku sangat bahagia atas kelahiran putrimu dan tentu saja aku tak sabar lagi menunggumu di Hotel...''


''Hotel...''ulang Ana mengerutkan kening tidak mengerti...


Dave tertawa ringan,..ia menatap Ana dengan penuh perhitungan...


''Apa kau tidak membaca isi perjanjian kita sebelum tanda tangan nyonya Ana..''


''Aku tidak mengerti tuan Dave...aku pikir kita bekerja dengan jujur jadi aku percaya, adakah hal lain yang akan membuatku kecewa...''


Ana sangat penasaran.......melihat wajah Ana yang terlihat syok, Dave pun akhinya hanya tersenyum.....


''Tidak ada yang serius nyonya Ana...namun..aku memutuskan untuk memberimu satu gedung tepat di samping Hotel agar kau bisa membuat aneka kue dan rotimu dalam keadaan yang masih fresh...kau tau kadang beberapa tamu Hotel menginginkan cake atau kue yang mereka makan masih dalam kondisi hangat,..kadang ada tamu yang jeli mereka bisa tau roti itu dalam keadaan fresh atau sudah di simpan lama..mereka akan sangat kesal soal itu...'' Dave menjelaskannya dengan hati-hati..


Ana mengangguk mengerti...walau ini sangat mendadak untuknya karna nyonya Dian tidak menjelaskan sebelumnya..hingga Ana sedikit terkejut...namun ia pasti bisa melakukannya karna mereka sudah melakukan kontrak, melakukan pembatalan akan menyebabkan kerugian dan tentu saja hilangnya rasa percaya dan Ana tak mau kehilangan itu semua...


''Baiklah..mungkin beberapa karyawanku...akan ada disana sampai aku benar-benar bisa kembali bekerja...aku harus mendiskusikan dulu dengan suamiku..''


Ana meraih air mineral dalam botol dan meneguknya sampai habis..ia merasa sangat haus..


''Baik..cepatlah pulih nyonya Ana,..aku akan selalu menunggumu di Hotel..''


''Terimakasih tuan Dave.,..aku akan berkerja dengan baik..''


''Aku sama sekali tidak meragukan hal itu nyonya Anastasya...'' senyuum Dave yang terlihat..manis...

__ADS_1


*************************************************


Maya keluar dari kampus, ia pun melangkah lesu ke arah mobilnya...sial..mengapa dia seperti seorang buronan saja...? sudah seminggu ia pergi dari rumah, beruntung tuan Dave memberikan salah satu apartemennya untuk di pakai dan sedeikituang yang bisa ia gunakan, ia bisa sedikit lega...


Gadis itu sampai di mobil dan hendak membuka pintu mobil, namun ia sangat terkejut ketika tangannya di cekal dengan kuat sekaligus menariknya dan membenturkan tubuhnya dengan kuat...


''Arrgghh...lepaskan aku..'' jerit Maya hendak melawan namun ia begitu terkejut melihat sosok Arkana mengarahkan tangannya ingin mencekik Maya...


''Ka...kakak...aapa yang kau lakukan...'' wajah Maya begitu pucat pasi.


Arkana tersenyum kejam semakin mempererat cengkramannya di leher Maya...


''Dasar gadis ular..beraninya kau ingin membunuh istriku..beraninya kau........''teriak Arkana dengan murka...


Hari ini salah satu anak buahnya menghadapnya dan berita yang sama sekali tidak pernah di sangka Arkana, jika Maya adalah seorang mata-mata yang di persiapkan Dave untuk menghancurkan keluarganya...tentu saja Arkana tidak pernah membayangkan jika Maya mampu menghianati Ana dengan kejam..


Bahkan ketika melihat cctv pria itu semakin terbakar amarah bagaimana Maya menarik selang oksigennya, padahal saat itu Ana sangat tergantung pada alat itu,...lalu Hani masuk dan menghentikannya..lalu sesaat kemudian Hani membawanya pergi entah kemana..sejak saat itulah Maya menghilang..bahkan tak ada satupun barang Maya di rumah mereka...


''Apa maksudmu aku tidak mengerti...''


Maya masih berusaha mengelak dari tuduhan Arkana yang jelas-jelas punya bukti kuat...Maya masih berusaha berkilah..


''Bagiamana bisa..orang yang paling di percaya istriku mampu melakukan itu..bagaimana bisa kau melakukannya...dan saat ini kau masih saja berbohong...''


Mata Maya menjadi panas, otaknya harus berpikir dengan cepat kalau tidak tuan Arkana pasti mencekiknya sampai mati...apa yang harus aku lakukan,.....?


''Lepaskan dulu kak....ini sakit sekali..'' rintih Maya mulai lemas..


Namun Arkana jauh dari kata selesai..ia bahkan ingin memberi siksaan pada gadis ini agar ia belajar untuk tidak menikam orang yang telah berbaik hati kepadanya dari belakang...


''Katakan mengapa kau melakukannya...atau kau akan mati sekarang juga...''


Maya terbatuk-batuk...ia memohon ampun agar di beri kesempatan untuk bicara....


''Kaka...lepaskan dulu...aa..aaku akan jujur tntang semua ini..tapi le..lepaskan dulu..''


Saat itulah cengkraman di leher Maya terlepas dengan dramatis...hingga gadis itu menghirup udara sebanyak-banyaknya....jemarinya bergetar memeluk lehernya..hampir saja ia kehilangan nyawanya...hoh...untung dia pintar....


belum lagi ia menenangkan diri Arkana sudah kembali mencengkarm ujung bajunya dengan kuat.......

__ADS_1


''Katakan..karna aku tidak sabar Maya..kau tau apa yang membuatku masih menahan diri...karna Ana menyayangimu...dia menganggapmu adik kandungnya tanpa tau kau telah berhianat...''


Airmata Maya menetes..cih...Ana menyayanginya,..? rasanya ia ingin tertawa keras...wanita itu bahkan terlalu serakah dan tidak mau melepaskan salah satu dari kedua pria ini...bukankah itu terlalu serakah...?


''Aku terpaksa melakukannya kak...''airmata Maya menetes...


''Apa maksudmu...''tatap Arkana mengepalkan tangannya dengan kuat, menelisik ke dalam mata Maya untuk mencari kebohongan disana..


''Mengapa kau terpaksa...apakah ada orang yang menyuruhmu melakukannya...? apa kau seorang mata-mata...katakan padaku atau aku akan menembakmu disini...''


Maya memejamkan matanya...tuan Dave akan membunuhnya jika dia mengadukannya,..tidak...otaknya mencoba cara lain dan akhirnya menemukannya...Maya mengangkat muka...


''Ini semua karna Alex...''jeritnya mulai menangis....


Arkana sungguh terkejut mendengar kata-kata Maya, ia mengambil pistol dan menempelkannya di kepala Maya....


''Jangan pernah membohongiku karna aku akan menyelidikinya kau benar-benar akan mati jika kau...berbohong..'' teriak Arkana sungguh marah......


Maya tersenyum...


''Aku bahkan sudah siap mati..sejak lama, sejak Alex lebih memilih menunggu kak Ana....dia sama sekali tidak mau menikahiku...dia tidak mau mencintaiku kakak...aku sangat frustasi sementara kami sudah tidur bersama,...mungkin saja aku sedang hamil anaknya...'' mata Maya membulat penuh dendam...


''Apa kau berkata benar...''


''Aku sama sekali tidak meragukannya kak Arkana,...kau tau apa jawaban kak Alex waktu aku meminta tanggung jawab..?"'


Arkana mengeraskan tatapannya...tidak mungkin bukan jika ALex ingin menghianatinya...?


''Katakan Maya...''


Maya mendekat..........


''Dia bilang dia akan mencari jalan unutk melenyapkan dirimu lalu...Ana akan menjadi miliknya...'' desis Maya tajam..


Arkana sungguh terkejut...


''Apa...?''


''

__ADS_1


__ADS_2