Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Tak Menyangka


__ADS_3

Divara merasakan kesakitan mendalam ketika tubuh Dilan jatuh membentur aspal ketika peluru yang di lepaskan Sinta menembus dadanya...


Airmata Divara menetes di wajahnya ketika ia jatuh tersungkur di aspal sembari memeluk tubuh Dilan yang penuh darah,..sementara Sinta menjatuhkan pistolnya karna begitu terkejut..ia tidak menyangka jika ia malah menembak Dilan,..padahal sebenarnya pistol itu ia arahkan kepada Divara namun Dilan langsung menghalangi tembakannya..


Airmata Sinta menetes...


Mengapa......??


''Dilan...aku mohon bertahanlah...aku mohon...'' teriak Divara dengan histeris ketika Dilan sudah mulai kehilangan kesadaran..


''Aku....aaku mencintaimu Divara, tolong.....tolong maafkan.....maafkan aku....'' ucap Dilan sebelum kesadaran itu terenggut darinya...


''Tidak.........aku mohon jangan begini Dilan...aku mohon jangan pergi...'' tangis Divara dengan suara yang begitu serak..


Mike membeku melihat tubuh Dilan sudah tak bergerak sementara Divara jatuh pingsan sambil memeluk tubuh Dilan tak bergerak...


Sinta tersungkur sambil memegang dadanya....ia sungguh terluka sangat dalam melihat Dilan tak bergerak sedikitpun...


Ya ampun mengapa jadi begini...???


*************


Divara membuka mata ketika rasa pusing kembali menyerang kepalanya...


Hening ketika ia melihat beberapa saudara perempuan Dilan, Diza, Dayse dan Aley menatapnya dengan mata sembab...


''Divara,.....'' tangis Diza langsung memeluk tubuh Divara dengan erat....terlalu erat sampai gemetar.....


''Diza....'' suara Divara terdengar serak yang menyakitkan..

__ADS_1


''Dilan....Dilan sedang sekarat..dia....''ucapa Diza sesegukan,...


Tubuh Divara membeku...ia bangkit seketika dari ranjang dan menghela nafasnya dengan sesak yang menyakitkan...Divara menggeleng tak ingin percaya...dia hanya pingsan...Dilan hanya pingsan...


Divara bergerak ingin turun dari ranjang namun,...langkahnya di cekal oleh Diza, Aley dan juga Dayse....


''Aku mohon...jangan pergi kau masih lemah Divara....''ucap Diza membujuk namun Divara menggeleng...


''Bagaimana bisa aku disini sedangkan DIlan dia.....sekarat..aku harus menemuinya..''jerit Divara keras kepala..


Aley lalu mengangguk...


''Kami akan mengantarmu Divara,....'' ucap Aleysa dengan kesedihan yang tergambar...


**********


Ruangan kamar milik Dilan sudah di penuhi oleh orsangtua dan para keluarga dekat mereka...ketika pintu terbuka Hani langsung menangis melihat Divara...ia sudah tau mengapa Dilan tertembak bahwa selama ini putranya telah berselingkuh dari Divara, namun Divara menutupi semua kelakuan Dilan di belakangnya..


''Divara....'' desah Dilan dengan mata yang basah...


Divara melangkah dan memeluk Hani...keduanya bertatapan dengan rapuh...


''Temuilah suamimu...'' isak Hani dengan suara yang sedih..


''Baik ibu....maafkan aku...'' bisik Divara dengan suara bergetar,...


''Yah....kau selalu ada di hati ibu nak...terimakasih, kau selalu menemani Dilan meski dia menyakitimu...''


Divara mengangguk lalu mendekati Dilan..jemari keduanya saling menggenggam..sementara ruangan menjadi haru biru..semua menangis,...

__ADS_1


''Divara.....'' desah Dilan dengan suara yang terputus..


''Dilan.....bertahanlah....aku akan ada disini...aku istrimu..''


Dilan mengangguk dengan mata yang basah...


''Aaaku minta maaf, tolong....maafkan aku...'' desah Dilan dengan sedikit gemetar..


Divara mengangguk..


''Aku juga minta maaf,....aku juga bersalah...aku....''


''Sssttt.......Divara....aku ingin sekali bisa bersamamu,....dan menebus kesalahanku...tapi...''


''Bertahanlah Dilan...jika kau sembuh, mari memulai semua dari awal....aku akan menerimamu...''


Dilan tersenyum getir...


''Lihatlah,...kau seperti malaikat...dan aku adalah ibl*s..kita tak bisa bersatu...'' ucap Dilan dengan suara serak..


''Tuhan akan mengampuni kita, jika kita benar-benar bertobat Dilan...''


Hening lagi...Dilan mengangguk,


''Tuhan...ampunilah aku dan istriku, jika aku harus meninggalkannya...bahagiakan dia Tuhan..'' bisik Dilan dengan suara yang mulai satu-satu..


Divara menggeleng.....


''Tidak.....Dilan....kau harus bersamaku, jangan biarkan aku sendiri....Dilan.......''

__ADS_1


''Aku mencintaimu Divara.....''


Tittttt........................................................


__ADS_2