
Alex lebih dahulu terbangun ketika masih tengah malam, ia sedikit terkejut ketika menyadari ada tubuh seorang gadis masih berbaring di lengannya, tertidur dengan sangat lelap..pria itu segera meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada Arkana, bahwa ia telah menemukan gadis yang selama ini dia cari..dan berharap Arkana bisa membantunya menahan Ana untuk datang..
Alex lalu menerima pesan balasan yang berkata, Arkana akan menahan Ana..demi dirinya, Alexpun merasa lega,
Alex tersenyum dan menatap ke atas langit-langit kamar, mengingat percintaan panas yang baru saja mereka lakukan, pria itu memejamkan matanya sebentar, benar-benar pelepasan yang indah, bahkan mereka melakukannya lebih dari sekali..dan akhirnya tubuh Aira menyerah dan tertidur..
Gadis ini luar biasa, Alex tak menyangka bahwa keseluruhan Aira begitu indah, bahkan dia tak pernah bosan jika harus memasukinya berkali-kali namun Alex sadar jika tubuh Aira belum terbiasa, dan ia tak ingin menyakiti gadis ini, Alex jatuh cinta dan merasa benar-benar bahagia bersama gadis ini, setelah ini Alex akan menikahinya dan memastikan jika gadis ini akan menjadi miliknya..
Pria itu semakin mempererat pelukannya untuk memejamkan matanya...jadi begini yah...rasanya tidur dengan seseorang yang membuatmu jatuh cinta, setelah kepuasan yang mereka raih, ada satu perasaan samar yang mulai muncul dan mengikat Alex..
Perasaan memiliki yang luar biasa,....dan indah....pria itu pun tertidur masih memeluk tubuh Aira dengan erat...
**************************************************
Pagi sekali Ana sudah bangun, usai mandi dan menyusui anaknya Aleysa, Ana lalu kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian. ia harus segera ke toko dan memastikan apa yang terjadi, apakah Alex sudah mengusir Aira,..?? bahkan ANa menunggu kabar semalaman namun, tidak ada yang muncul sampai ia lelah sendiri...
Arkana baru saja bangun karna Ana membuka jendela lebar-lebar dengan sengaja agar dia bangun, Ana ingin mengajak Arkana untuk pergi ke toko saat ini juga..
Arkana menggeliat malas di dalam tidurnya..
''Sayang....ini masih jam 6 pagi, apa yang kau lakukan..''
Ana bersedekap...
''Aku ingin tau yang terjadi pada Aira, apakah Alex benar-benar mengusirnya atau bahkan mungkin melakukan sesuatu kepadanya seperti menyiksa atau...membawanya ke polisi..''
Ana lalu masuk ke ruang ganti dengan cepat,
Sedangkan Arkana terkejut ketika menyadari Alex mengirim pesan kepadanya di tengah malam...sial Alex akan kesal jika dia di ganggu,
Arkana melompat seketika, pria itu segera berlari menangkap tangan Ana ketika istrinya keluar dari ruang ganti..apa yang harus ia lakukan untuk mencegah Ana pergi..??
Ana kehilangan kesabaran ketika Arkana memeluknya seolah meminta jatahnya di pagi buta, pria menciumnya dengan hasrat yang naik dengan cepat, untuk sesaat Arkana merenung mengapa ketika berada di dekat istrinya rasanya ia seperti pria penggila s*x?
ia ingin sekali menyentuh Ana ketika ada kesmepatan..
''Lepaskan aku...'' jerit Ana memperingatkan,
Namun tangan Arkana malah menelusup di balik jubah mandi istrinya dan meremasnya lembut pa yu da ra istrinya yang ranum...
''Ana...sayang...aku..''
''Haiiisss..kau sangat menjengkelkan...'' sekuat tenaga Ana menginjak kaki Arkana hingga pria itu menjerit...
__ADS_1
''Arrrgghh.......''
Ana memperbaiki jubah mandinya yang terkoyak dan menatap Arkana dengan kesal...
''Sebaiknya aku membawamu ke dokter jiwa..''
Arkana berdiri dengan kerutan di dahinya, rupanya Arkana tersinggung dengan perkataan Ana..
''Apa maksudmu aku gila...''
''Kau kecanduan s*x...'' tuduh Ana bersedekap..
Arkana mendekati Ana dan menaikan sudut bibirnya...
''Kau sedang menuduhku Ana...''
''Tidak aku hanya berkata jujur..''
''Tidak..kau mulai menantangku...'' ucap Arkana dengan wajah serius...
Pria itu mengeraskan tatapannya,
Kali ini gantian Ana menjadi gugup, ia menggigit bibirnya sedikit takut, yah..ia memang selalu bersikap kekanakan dan Arkana selalu mengalah namun jika suaminya mulai tersinggung maka itu adalah alarm untuknya..
Sesungguhnya ia asal bicara, karna Ana kesal suaminya terus saja menghalanginya untuk menemui Aira..dan hubungan s*x mereka masih dalam batas normal, walau kadang memang suaminya meminta lebih dan selalu ketagihan melakukannya...
''Yah...apa kau marah padaku..'' tanya Ana menyerah..
Arkana membalikan tubuhnya dan tersenyum, ia akan memaksa Ana menyerah lagi....
''Tidak...aku hanya sadar mungkin selama ini aku menyakitimu, dengan na*suku saja,...mulai sekarang aku akan menahan diriku untuk tidak menyentuhmu...''
Arkana melangkah pelan menuju toilet dan sedikit membanting pintu dan membuat Ana melompat...
Ana menghentakan kedua kakinya kesal...
''Kekanakan sekali sih....padahal aku ingin sekali menemui Aira...''
Ana akhirnya melangkah menuju pintu dan membukanya, Ana pun tertegun menyadari pintu tidak di kunci...aaah....sial...mengapa ia ceroboh, sementara Arkana berada di bawah shower sedang memakai shampo...busa putih itu bergerak turun mengikuti lekuk tubuhnya bagai pahatan yang indah..
Ana masih berdiri disana mengagumi keindahan seorang Arkana yang begitu tampan dan sexy..
Pada saat itulah Arkana membuka matanya dan menoleh, mendapati Ana menatapnya dengan intens hingga pria itu mengeraskan tatapannya, lalu melangkah mendekati Ana dengan tubuh polosnya yang basah..
__ADS_1
Ana melonggarkan tenggorokannya susah payah, menyadari kej*ntanan Arkana yang tegak berdiri seolah menatangnya..
Hening..ketika mereka saling memandang...
''Mengapa kau masuk, apakah kau dalam masalah..'' tanya Arkana masih dengan sikap dingin..
Ana tersenyum...lalu masuk dan menutup pintunya rapat-rapat..
''Aku merasa gerah dan ingin mandi...bisakah kita berbagi tempat..'' desah Ana sengaja menggoda..
Jika Arkana marah, maka bercinta adalah penawarnya Ana sudah hafal betul keinginan suaminya...
''Ehm,....''
Arkana melonggarkan tenggorokannya ketika dengan santai Ana menanggalkan jubah mandinya dan segera masuk ke dalam ruangan kaca dan mendekati shower...
Sssshhruurt.......
Bunyi air jatuh dan membasahi tubuh Ana yang lebih berisi dan seksi. pa yu da ra nya menggantung indah penuh, sementara Arkana sekuat tenaga melawan hasratnya, walau tubuh bawahnya tak bisa berbohong..
Ana menoleh...
''Bisakah kau menggosok punggungku dengan sabun sayang..'' pinta Ana dengan sengaja...
Arkana tentu saja tidak menolak ia akan kesakitan, gerakan membelai di punggung Ana membuat wanita itu mendesah..merasakan sentuhan Arkana yang sedikit kasar,..sementara, kej*ntanan Arkana menyentuh pinggangnya, karna memang tubuh Arkana jauh lebih tinggi, Ana terkekeh menyadari Arkana terangs*ng dan sesaat kemudian ia membalikan tubuhnya dan menubruk dada bidang Arkana, dan pandangan mereka saling beradu..
''Ana.....''
Wanita itu mendekatkan bibirnya bersikap pasrah ketika Arkana menyambar bibirnya dan melum**nya dengan hasrat yang menyala...
***********************************************
Dave menghentikan mobil hitamnya di depan sebuah toko milik Ana, matanya menajam dengan pandangan redup,...jemarinya terkepal ketika melihat toko tampak sangat ramai namun sosok Ana tidak terlihat...
Ketukan di pintu kaca mobil membuat Dave tersentak lalu membuka kaca mobil sedikit..
''Tuan Dave....maaf, hari ini nyonya tidak datang ke toko..''
Dave sangat kesal, dan melirik sang gadis yang menjadi mata-matanya,
''Baiklah...jika dia masuk maka kau harus segera melakukan seperti rencanaku, apa kau mengerti..''
''Baik..tuan Dave, kali ini..nyonya Ana akan terperangkap..''
__ADS_1
''Bagus..'' desis Dave dengan senyuman misterius..