Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Arden Yang Jatuh Cinta


__ADS_3

Aley menarik tangannya ketika Arden mencoba menggenggamnya sedikit lebih lama..ia sungguh menjaga jarak karna tentu saja ia tak akan melakukan hal yang sama dengan membalas Damian walau tentu saja dia bisa...


''Senang bertemu denganmu kak Arden...''


Arden tersenyum dan menoleh kepada Cleo seraya memeluk adiknya..


''Mengapa kau tidak memberitau aku kalau kau punya teman yang sangat cantik....''


Cleo dan Aley saling menatap tajam, baru saja Aely akan jujur tentang statusnya yang sudah menikah saat itu Cleo memberi isyarat agar jangan memberitau Arden akan statusnya..jadi Aley hanya tersenyum bingung...


''Kakak...itu karna aku akan mengenalkan temanku tepat pada waktunya...aku sangat posesif..'' ucap Cleo melirik Aley yang hanya mengangkat bahu...


''Aku sangat senang bertemu denganmu nona Aley...''


Aley menganggukan kepala..pasrah....


''Acara akan di mulai...bagaimana kalau kita berkumpul disana...''ucap Cleo dengan senyuman,....


Sementara.....Aley mengikutinya, walau sedikit risih karna Arden terus melangkah di sisihnya....seolah mereka adalah pasangan...dan kenyataan itu membuat Aley sedikit tidak enak...bagaimana kalau salah satu kenalan mereka melihatnya dan melaporkannya pada Damian...??


Namun....


Aley kembali berpikir, dia kan tidak melakukan apapun, dia tidak selingkuh seperti Damian...dan apa yang ia lakukan ini hanyalah semata demi menghormati tuan rumah yang mempunyai acara...


Acara perayaan ulang tahun Cleo berjalan dengan meriah sampai pada acara dansa yang di ikuti seluruh tamu yang hadir...tak terkecuali Aley,....sementara Arden yang dari tadi menatapnya lalu mendekat dan mencoba bicara dan akrab..


Gadis ini berbeda...dia telihat sangat polos dan manis, ketika dia tersenyum maka akan mengalihkan dunia para pria termasuk dirinya...


''Maukah berdansa denganku....''


Aley menoleh....dan mengangguk...


''Tentu saja....''


Aley menyambut tangan Arden yang membimbingnya ke lantai dansa...musik di mainkan dan tubuh keduanya merapat untuk seirama mengikuti alunan musik...


Lama....


Ketika Arden tersenyum kepadanya...dan hal yang sama di balas oleh Aley..


''Aleysa....kau mahir juga berdansa...''


''Ayahku sering mengadakan pesta dan aku sering ikut...'' balas Aley tersenyum...


Arden tersenyum, sementara jemarinya semakin merapatkan tubuh Aley kepadanya, hal itu membuat Aley mnenatap tajam kepadanya...


''Arden...aku ingin kau tau aku bukanlah wanita yang menginjinkan pria mengambil keuntungan dariku aku tidak seperti itu...'' tatapan peringatan itu begitu kentara...


Arden mengangguk penuh permintaan maaf...


''Maafkan aku membuatmu tak nyaman Aley...di luar negri ketika kami berdansa maka tubuh kami akan saling merapat, aku melakukan kesalahan dengan menyamakan budaya kita.,..''


Aley menganggukan kepala....


''Bisakah kita menyudahinya saja...''


Arden mengangguk..


''Baiklah Aley bagaimana kalau kita duduk disana..''tunjuk Arden pada dua bangku kosong..


Aley menganggukan kepalanya, keduanya lalu melangkah ke arah tempat duduk...


''Dimana Cleo aku tidak melihatnya....'' mata Aley bekeliling dan mencari sang sahabat..


Arden tersenyum sembari minum...


''Dia sedang bersama calon suaminya...''


''Calon suami....'' ulang Aley dengan senyuman tak percaya...

__ADS_1


''Dia akan menikah sebentar lagi....''


''Astaga dia masih merahasiakan itu dari kami...'' ucap Aley tidak percaya...


Arden mengangkat bahu...


''Aku pikir mungkin dia baru akan mengatakannya...''


Aley menganggukann kepalanya...lalu matanya kembali menatap mata Arden dengan pandangan menyelidik,...


''Aku lihat kau lebih dewasa dari Cleo mengapa kau belum menikah...'' tanya Aley basa basi..


Arden meletakan gelas...


''Kekasihku berselingkuh dengan mantannya dan aku benar-benar terluka Aley...''


Deg!!!!


Bagaimana bisa mereka punya nasip yang sama...''?


''Aku minta maaf....menanyakan ini...''


''Tidak masalah Aley...Seila..wanita itu benar-benar membohongiku...''


''Seila,....'' ulang Aley terkejut..


Arden mengerutkan kening...


''Apa kau mengenalnya...''


Aley melonggarkan tenggorokannya...


''Aku pernah mendengar nama itu...katakan dia berselingkuh dengan siapa...bisakah kau menceritakannya dengan detail.''tanya Aley ingin tau..


Arden menyandarkan tubuhnya di kursi..pandangannya menerawang....


''Undangan sudah di sebar namun ia berkata padaku dia mencintai mantan kekasihnya yang sudah menikah bahkan mereka saling mencintai...pria itu akan meninggalkan istrinya untuk dirinya...''


''Siapakah namanya.,..''


''Damian...aku hanya tau nama itu Aley....''


''Hoh....''


Aley merasa dadanya nyeri dengan airmata yang menetes...gelas yang ia pegang menjadi goyah...


Damian....beraninya mereka melakukan ini kepadanya....?? Aley menguatkan hatinya meski hancur lebur di dalam sana...


''Aku harus pergi sekarang...''ucap Aley bangkit dari kursinya...


Dan Arden pun berdiri dan hendak mengikutinya...


''Apakah yang terjadi Aley...apakah kau mengenal mereka...''


Aley menggeleng....


''Aku harus pergi sekarang Arden....aku tidak mengenal mereka.....''


Aley lalu melangkah keluar....namun Arden mengikutinya karna khawatir...ia benar-benar khawatir.....karna Aley terlihat sangat marah...


Begitu sampai di pintu keluar...


Aley membeku dengan sosok Damian yang sudah berdiri di hadapannya dengan tatapan beku...jemari Aley terkepal menahan emosi...lalu melangkah begitu saja ketika melewati Damian..


Namun sekali lagi Damian mencekal tangannya keduanya bertatapan tajam...


''Aleysa........''


''Yah....kenapa Damian...apakah kau datang untuk mengawasiku karna mungkin kau berpikir aku sepertimu yang selingkuh....''

__ADS_1


Damian tertawa...


''Kita satu sama...bukankah begitu Aley...sekarang masuk ke dalam mobilku kita akan bicara dirumah...''


Aley menghempaskan tangannya dan bersedekap...


''Aku juga ingin bicara kepadamu Damian...dan kurasa kita harus menuntaskannya malam ini juga...''


Ketika keduanya hendak masuk ke dalam mobil


Arden berlari dan memanggil nama Aley...hingga membuat kesabaran Damian habis..


Damian mendekati Arden dan mencengkram ujung kemeja pria itu...


''Siapa kau....''


Arden menghempas pegangan Damian lalu menantangnya..


''Kau yang siapa...mengapa kau mengikuti Aley....''


Damian baru saja ingin mengatakan sebenarnya lalu Aley mendekati mereka...


''Arden....aku ingiin mengatakan kejujuran kepadamu....''


Arden dan Damian sama-sama menoleh kepadanya....


''Aley....''


''Suamiku Damian, dia adalah selingkuhan dari mantan tunanganmu....''


Deg!!!


Damian menoleh....


''Aley apa maksudmu...''


Aley mengangguk dengan airmata yang menetes...


''Pria ini adalah Arden, kau tau dia siapa...dia tunangan yang di tinggalkan Seila demi cinta buta kalian....kau sangat menjijikan Damian....kau menyakiti hati banyak orang kau menipuku....'' teriak Aley histeris,....


Arden menatap mereka bergantian....


''Kalian suami istri,.....''


Aley mengangguk..


''Mungkin sebentar lagi kami juga akan menjadi mantan...''


Damian sungguh terbakar mendengar ucapan Aley...


lalu ia menatap Arden...


''Aku sama sekali tidak pernah mencintai Seila, hubungan kami adalah masa lalu..aku mencintai istri dan anak kami...itu adalah informasi untukmu Arden,....dan aku pastika aku tak akan melepaskan siapapun yang berani memfitnahku...apa kau mengerti....''


Damian berbalik dan masuk ke dalam mobil ia mengejar Aley yang sudah berjalan kaki di tengah jalan...


Arden tersenyum dengan dingin, ia terlihat begitu santai....


*******


Aley melangkah cepat di sisi trotoar tidak perduli dia menjadi tontonan para pejalan kaki atau yang berkendara...


''Apakah dia pikir dia saja yang bisa selingkuh, apakah dia saja yang bisa melakukannya aku juga bisa.......'' ucap Aley kesal....


Namun sesaat kemudian mobil berhenti dan sosok Damian keluar dari sana...


''Masuk ke mobil Aley....''


Aley menoleh dengan rasa marah yang menumpuk...

__ADS_1


Sementara Damian berdiri dengan tatapan dingin.....


__ADS_2