Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Nekat


__ADS_3

Maya begitu panik, ketika rombongan pendeta mendatangi taman dan mempersiapkan acara pernikahan mereka..sungguh Maya tak bisa membiarkan dirinya menjadi istri Dave...ia sudah lelah menjadi pelampiasan para pria yang patah hati dari cintanya dan memilihnya hanya sebagai pelarian, dulu Alex, dan sekarang Dave....tidak, hati Maya tak ingin lagi merasakan perasaan itu....perasaan mendamba hati seseorang yang telah menjadi milik orang lain. sungguh Maya tak punya kekuatan untuk menjadi yang kedua...tidak, lagipula ia sudsh tak punya harapan untuk hidupnya...semua pergi dan meninggalkannya dengan kejam, yah meski jika di pikir dia pantas menerimanya namun tetap saja rasa sakit itu tak mampu di tanggungnya lagi......


Maya menoleh gusar ketika pada anak buah dan pelayan mulai sibuk menatap taman, dan pandangan mata Maya jatuh pada pistol dalam genggaman Rio, pistol yang sama di arahkan Rio kepadanya tadi...


Maya mengepalkan tangannya, sembari memperhitungkan jarak yang akan ia tempuh agar lolos....Maya memutuskan aoan melakukan hal yang nekat, ia tak akan pernah membiarkan Dave menang dengan menikahinya..tidak...ia tak akan menyerah kepada pria itu sampai kapanpun...


Ketika Dave melepaskan pegangannya untuk bicara kepada Rio, saat itulah dengan cekatan Maya merebut pistol milik Rio dalam sekejap sehingga kedua pria itu tak sempat menghalangi Maya, dan hanya menatap tanpa mampu melakukan apapun, Maya bergerak mundur dengan airamata yang tertahan.


Sementara......


Semua membeku melihat drama yang jauh dari kata selesai ini, Dave dan Rio sama-sama menoleh dengan gusar...


Dave sungguh tak menyangka melihat Maya yang begitu nekad memegang pistol, melihat cara Maya memegang pistol membuat bahu Dave merasa nyeri karna dulu Maya lah yang telah menembak dirinya di bahu, apakah Maya akan melakukan hal yang sama..Maya akan mengancamnya untuk menembak dirinya seperti dulu, apakah Maya akan senekat itu meski tau resikonya tidaklah mudah, di pulau ini semua adalah milik Dave jadi membunuh Dave sama saja bunuh diri, pandangan mata Dave mengeras..


Dave tertawa menyadari gadis ini sangat keras kepala, tidakkah dia belajar bahwa dia tak akan bisa melukai seorang Dave...?


Sedangkan Rio menatap dengan rasa khawatir yang begitu kuat, jantungnya berdegup kencang melihat mahirnya Maya memegang pistol, ini pertama kalinya ia memegang pistol...ia juga tau benar bahwa di dalam pistol itu tersimpan beberapa peluru yang bisa membunuh seseorang jika Maya nekat menembak apalagi dirinya.


Rio mengepalkan tangannya.....


"Jangan bertindak bodoh Maya...kau tau jika tuan Dave akan membunuhmu..." teriak Rio sengan sangat dingin, seakan itu juga peringatan khawatir baginya bahwa Maya tidak akan baik-baik saja jika dia nekat.


Maya menoleh dengan isakan yang terdengar pilu, jemarinya gemetar mengarahkan pistol ke arah Dave. ia tak pernah perduli teriakan peringatan kedua pria ini kepadanya..


Air mata Maya meneets lagi, kali ini sungguh terlihat pilu hingga sesuatu terjadi di hati Dave dan Rio masing-masing, yah,,melihat Maya meneteskan airmatanya membuat hati mereka terluka.


"Mengapa kau harus sekejam itu kepadaku...aku sama sekali tak ingin menikah denganmu Dave, jadikan aku budak atau apapun bagiku tak masalah, namun pernikahan sama sekali jauh dari keinginanku..mengapa kau sangat jahat...." tangis Maya pecah di taman itu..


''Bukankah menikah adalah status yang akan mengangkat derajatmu Maya, tidakkah kau bersyukur kepadaku..''


''Tidak...aku sama sekali tidak ingin menyandang status sebagai istrimu itu sangat menjijikan, aku sangat membencimu..'' jerit Maya dengan suara menantang...


Hening...semua yang ada di taman terdiam....


''Maya hentikan omong kosong ini, turunkan pistol itu kau membuang waktuku sangat banyak..'' Dave mulai kehilangan kesabaran.

__ADS_1


''Aku sudah bilang batalkan pernikahan kita aku tidak sudi menikah denganmu Dave,,,aku tak akan pernah sudi..''


Dave tersenyum dingin, sambil mendekati Maya seolah sedang menguji mental Maya. gadis itu menguatkan peganggany pada pistol seolah menegaskan ia mampu melawan arogan seorang Dave Morgan.


"Baiklah kau tidak puas dan ingin menembakku begitu..." tantang Dave tanpa rasa takut sedikitpun.


Maya meneteskan airmatanya menatap Dave dengan rasa frutasi yang terlihat di wajahnya...


"Aku sudah lelah Dave....aku hanya sudah lelah karna tubuh dan hatiku sudah tak kuat menerima rasa sakit dari siapapun." isak Maya dengan rasa sakit di hatinya yang terpancar di dalam matanya..


"Diam kau Maya, bukankah sudah kubilang kau sedang menjalankan hukuman..mengapa kau tidak menyerah saja..kau tidak akan bisa membunuhku itu sangat mustahil." ucap Dave tajam...


"Yah....aku sudah lelah untuk menyakiti dan di sakiti Dave...."


Langkah Dave terhenti ketika kerutan di dahinya semakin dalam.


"Apa maksudmu Maya...." desahnya mulai cemas..


Maya menurunkan pistolnya yang tadi ia arahkan pada pada Dave...semua yang ada di taman membeku...


Deg!!!


Hening........


Jantung Dave berdebar kencang melihat pistol itu di arahkan di kepala Maya sendiri, gadis itu menangis, gadis itu tampak pucat dan kehilangan akal sehatnya..Dave mengepalkan tangannya ketika Maya tamnpak putus asa sekali.


Hal yang sama juga terlihat di wajah Rio, menyakitkan melihat pistol itu di arahkan di kepala Maya, jemarinya terkepal lalu melangkah mendekat, melewati Dave namun...


''Hentikan Rio...'' desis Dave dengan penuh peringatan..


Keduanya saling menatap tajam..


''Tuan Dave...bagaimana kalau dia bunuh diri..''


Dave masih berfokus menatap ke arah Maya,

__ADS_1


''Dia adalah milikku jadi..biarkan aku yang menyelesaikan semuanya..apa kau, mengerti.'' Dave menoleh tajam...


Sementara Rio hanya mampu menghela nafas, lalu menunduk patuh..hatinya sungguh panas dan semakin besar hatinya menyukai Maya..gadis unik dan pemberani, itulah yang terlintas di benaknya ketika menatap Maya, ia sungguh jatuh cinta..


Dave mendekat dan kenyataan itu membuat Maya mengeraskan tatapannya...


''Jangan mencoba mengancamku Dave kau tau aku tak pernah takut apapun..'' ucap Maya sungguh-sungguh.


Dave menghentikan langkah ketika jarak mereka sangat dekat..


''Gadis keras kepala...''desis Dave dengan sinar mata tajam..


Maya tidak perduli dengan kata-kata Dave, ia mengangkat wajahnya dan menantang pria itu.


''Aku benar-benar sudah lelah Dave..'' isak Maya kembali sedih..


Hingga hati Dave kembali bergetar...ia mengangguk..


''Baiklah aku menyerah Maya apa maumu..? katakan aku akan menurutinya apa kau puas..''


Maya mengangguk..


''Aku ingin terbebas darimu bisakah..bahkan jika harus keluar dari dunia ini aku sangat rela...''


Deg!!!!


Dave mendekat sambil bicara hingga membuat Maya tidak sadar jika dia di dekati.


''Baiklah aku mengabulkan keingainanmu Maya..'' Dave tersenyum..


Pada saat yang sama, Dave merebut pistol di tangan Maya, dan tentu saja Maya melawan dan terjadi aksi saling tarik menarik di antara mereka, hingga sesaat kemudian terjadi tembakan keras..


Hening.....


Mata Dave melebar dramatis........

__ADS_1


''Maya.................''


__ADS_2