
Pagi Hari...
Hani membuka mata dan langsung terkejut menyadari kenyataan jika ia dan Danar berada di dalam selimut yang sama, tubuh keduanya polos dan ia tak mampu mengingat apa yang terjadi..
Wajah Hani begitu pucat, apa yang harus ia lakukan..bagaimana mungkin dia dan Danar.....
''Selamat pagi Hani.''
Gadis itu menoleh dan begitu terkejut karna Danar mendekat kepadanya, spontan Hani sedikit menjauh menghindarinya namun Danar mencegahkan dengan menahan tubuhnya agar tidak menghindarinya...
''Apa yang telah kita lakukan ini tuan Danar....'' suara Hani begitu ketakutan..
''Menurutmu apa....Hani.'' Danar mendekatkan wajahnya..
''Tidak..aku tidak mengingat apapun dan aku yakin jika di anatara kita tidak terjadi apapun.'' Hani bergerak turun dari ranjang namun Danar menatapnya sini...
''Bagaimana jika kau hamil..apakah kau masih bisa berkata tidak terjadi apapun di anatara kita...''
Hani menutup wajahnya karna malu apa yang akan terjadi sekarang dan mengapa ia sama sekali tak ingat apapun..
Danar bangkit dari ranjang dengan santai lalu menatap Hani,
''Mulai sekarang kau adalah milikku...ingat itu.'' Danar tersenyum lalu melangkah santai menuju toilet meninggalkan Hani yang masih membeku di tempatnya, tubuh Hani menjadi gemetar ketika ia sama sekali tak bisa mengingat semua yang terjadi..bagaimana jika kak Ana tau...kak Ana pasti akan kecewa kepadanya...
Hani menjatuhkan tubuhnya di ranjang dan memejamkan matanya yang lelah..
************************************************
Arkana membuka mata pagi ini dan hal pertama yang di ingatnya adalah...Ana, jelas sekali kalau malam itu Ana yang menatapnya di pintu IGD,yah..ia sangat yakin karna mereka saling menatap untuk beberapa detik..jadi tidak mungkin kalau itu orang lain jika memang orang lain dan bukan Ana mengapa malah ia pergi dengan cepat seolah takut Arkana menemukannya...
''Kau sudah sadar...''sapa Alex duduk tak jauh darinya..
Arkana menoleh dan langsung duduk, pandangan matanya menajam...beruntung katika ia membuka mata pagi ini rasa mual sudsah menghilang darinya...
''Ana....aku benar-benar melihatnya Alex...dia ada di kota ini.''
Alex menoleh dengan malas...sebelum tidak sadar juga Alex dapat mengingat bagaimana pria ini memanggila nama Ana semalam dan membuat geger penghuni IGD yang lain bahkan salah satu pasien dengan penyakit jantung sangat terkejut dengan suaranya yang lantang...
''Jika kau ingin cepat menemukan Ana, maka kita harus segera menyelesaikan proyek disini dan pulang lalu kita akan sama-sama mencari wanita yang kita cintai...apa kau mengerti.''
Arkana menggeleng, ia tidak ingin menyerah...ia tidak berhalusinasi saat ini, yah...hati kecilnya mengatakan jika Ana ada di kota ini dan Arkana tidak akan pergi sebelum menemukan Ana...
__ADS_1
''Berikan ponselku Alex.'' pinta Arkana yang langsung di sanggupi Alex...
Arkana lalu meraih ponselnya dan segera menelfon Leo asistennya yang serba bisa..
Leo....aku mau kau mengirim anak buah kita untuk mencari istriku di kota ini...aku yakin Ana berada disini..
Alex hanya membeku menyadari betapa keras kepalanya Arkana saat ini...
''Arkana..apa kau yakin jika Ana disini...? ini kota kecil dan siapa yang membawanya, kau hanya akan membuang waktu kita...''ucap Alex sedikit tidak terima
Namun Arkana tersenyum..
''Aku tak pernah seyakin ini sebelumnya Alex, aku akan tetap mencari Ana sampai aku yakin dia tak berada di kota ini lagi.''
Alex hanya bisa mengikuti kemauan Arkana, semoga saja apa yang Arkana pikirkan itu benar,...mungkin saja jika Maya juga berada disini..? tanpa sadar Alex tersenyum...namun senyumnya menguap ketika ia merasa dia sudah gila, untuk apa Maya disini astaga...apakah pikirannya sudah terganggu sekarang...?
Alex kemudian berdiri hendak pergi namun pintu terbuka dan sosok Dokter masuk dan tersenyum ke arah mereka..
''Selamat pagi tuan-tuan...''sapa Dokter dengan senyum yang aneh...
Hingga Arkana dan Alex saling menatap, apa yang dokter ini pikirkan tentang mereka...?
''Jadi aku akan menjelaskan kondisi Anda tuan James Arkana, ucap sang Dokter seraya menatap ke arah Alex yang mendekat..tatapan sang Dokter mengarah kepada keduanya...
Wajah ARkana mengeras dan langsung maraih pistol dari dalam tas nya dan tanpa ragu mengarahkannya kepada sang dokter yang menjadi pucat...
''Katakan sekali lagi dan aku akan menembak kepalamu dokter..'' desis Arkana penuh emosi terang saja..ia pria yang sangat normal..mengapa Dokter ini malah menjatuhkan vonis G*y kepadanya...
Alex yang melihat ketegangan itu hanya mampu mengerang ia mendekati dokter itu dan menepuk pundak dokter dengan tatapan intimidasi yang menakutkan..
''Tugasmu sebagai dokter disini untuk memeriksanya, taukah kau dengan kelancanganmu kau bisa kehilangan nyawa...''
Keringat membanjiri wajah sang Dokter, di negara ini wajar jika mereka memiliki pasangan G*y, karna ia melihat kedua pria ini sangat akrab dari IGD sampai ruang perawatan, jadi dia bertanya dan tak menyangka akan mendapat ancaman seperti ini...
''Maafkan aku tuan....''
''Kami pria normal Dokter, kalau itu maksudmu...temanku punya istri dan aku masih sanggup bercinta dengan beberapa wanita dalam semalam...jadi orientasi se*sual kami normal...''
Dokter itu lalu menundukan kepalanya dalam-dalam, ia sungguh tak menyangka mendapat reaksi keras, bahkan pistol itu masih di arahkan kepadanya...
''Aku akan berhati-hati tuan-tuan...aku sungguh minta maaf..''
__ADS_1
''Jika aku tidak ingat istriku sedang hamil maka kau pasti sudah lenyap...apa kau mengerti Dokter Petra, jadi lakukan tuagasmu dengan cepat dan jangan pernah muncul lagi disini kau membuatku muak.'' ucap Arkana dingin...
'Aku akan mengingat semua perkataannmu tuan James Arkana.''
Arkana lalu menurunkan pistolnya kembali...
Dokter lalu mengangguk dengan cepat.....lalu mulai memeriksa...
''Seteleha di lakukan pemeriksaan tidak di temukan apapun yang aneh dalam tubuhmu tuan Arkana, termasuk dengan mualmu..jadi saya menyampaikan jika anda sedang mengalami Sindrom Couvade jadi seperti keamilan simpatik...''
''Kehamilan simpatik..''
''Seperti yang tuan bilang jika, istri tuan sedang hamil..dan pada wanita hamil mereka akan merasakan seperti mual dan muntah tapi pada kasus ini mungkin istri anda tidak mengalaminya justru andalah yang mengalaminya, dan aku menyebutnya beruntung..''
''Beruntung...'' ulang Arkana merasa sangat kesal,
Arkana tersiksa dalam rasa mual dan muntah yang parah lalu dokter bilang dia beruntung...apa dokter benar-benar ingin merasakan timah panas menghiasi tubuhnya...?
Dokter tersenyum.....
''Dengan mengalami hal ini, anda bisa tau betapa beratnya apa yang harus di alami seorang istri ketika mengandung seorang anak..''
Deg!!!!!!!!
Mata Arkana berkaca-kaca seketika...rasa rindunya semakin memenuhi rongga dadanya,...untuk pertama kalinya Arkana terdiam tanpa kata...
''Saranku jangan terlalu cemas, perbaiki hubungan dengan istri jika kalian sedang dalam masalah.''ucap Dokter tersenyum..
Arkana hanya terdiam...
Ana...aku pasti akan menemukanmu........
***********************************************
ALex keluar dari ruang perawatan Arkana setelah mendapat penjelasan dari dokter...semoga saja ketika dia menikah dan istrinya hamil, dia tak akan mengalami kejadian seperti Arkana...tentu saja dia pria baik...
Langkah Alex terarah pada parkiran mobil namun, langkahnya terhenti ketika melihat sosok Maya keluar dari dalam mobil...
''Maya..'' senyum Alex terbit di wajahnya....segera dia berlari ke arah pujaan hatinya...
Ia tak akan kehilangan Maya.....kalau begini ia tak akan keberatan tinggal lama di kota ini...
__ADS_1
Alex dengan cepat mengarahkan langhanya menuju Maya...yang belum menyadari kehadirannya...