Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Damian Yang Cemburu


__ADS_3

Damian menghidupkan mesin mobil dan membuat Aleysa menjadi gugup, ia sungguh takut sekali melihat tatapan Damian saat ini.


''Damian aku mohon...aku bisa jelaskan, bunga itu Mr. Derrek hanya memberikannya sebagai tanda permintaan maaf untukku...aku mohon percayalah...Darren....'' rintih Aleysa dengan putus asa..


Damian menaikan sudut bibirnya, yah...awalnya seikat bunga lalu berlanjut pada tahap berikutnya, apalagi Damian tidak akan sering ke kampus karna papa memintanya mulai belajar di perusahaan, itu artinya Aleysa jauh dari pengawasannya...dan resiko kehilangan Alea akan sangat besar...tidak Damian tak akan pernah bisa mengambil resiko sebesar itu. hal yang sama sering di ingatkan papanya Alex, bahwa ia tak boleh kehilangan Aleysa apapun yang terjadi...kedua orangtuanya menginginkan Aleysa sebagai menantu tidak nama lain...tidak ada...lagipula Damian juga sudah terlanjur menyukai Aleysa dan dia tak akan pernah membiarkan gadis ini pergi darinya..


Mobil itu melaju dengan kencang sesuai suasana hati Damian saat ini hingga Aleysa benar-benar ketakutan...


''Damian aku mohon tenanglah aku sangat takut...Damian....''


Jeritan Aleysa nyatanya sanggup membuat Damian menghentikan mobilnya saat itu juga. ia pun mengepalkan tangannya di stir mobil, Aleysa menatap Damian yang masih di kuasai amarah...


''Damian baiklah aku minta maaf, mulai sekarang aku janji aku tidak akan pernah mendekat dengannya lagi....aku berjanji akan menjaga sikapku bagaimana...bisakah kau percaya kepadaku...Damian...'' ucap Aleysa dengan suara yang bergetar...


Damian memejamkan matanya sebentar lalu ia pun menatap Aleysa...sial, pesona Aleysa begitu kuat hingga ia tak bisa berpaling...


''Sayangnya aku tidak percaya kepadamu, aku bisa membunuh karna rasa cemburuku Aley...hanya ada satu cara kau bisa menenangkan aku Aley...''


Aleysa berdehem dengan rasa gugup yang kentara..ia menatap wajah Damian dan mengangguk...


''Katakan......''


''Kau harus menjadi milikku saat ini juga...''suara ketegasan itu meluncur dengan penuh percaya diri dan mampu membuat wajah Aleysa memucat..ia begitu ketakutan...


Aleysa menggeleng...ketika Damian kembali menghidupkan mesin mobil dan mulai melaju pelan menuju apartemen pribadi milik Damian.


Aleysa mulai panik,


''Damian....apa maksudmu...jangan melakukan hal gila, kita belum menikah..''


''Kita akan menikah dengan segera...''


Aleysa menggeleng airmatanya mulai menetes....


''Damian aku mohon...jangan begini huh,...hanya karna rasa cemburumu yang tidak masuk akal kau mau melakukan itu kepadaku...tidak Damian...aku mohon...''


''Diam Aleysa...jangan mencoba mengujiku, kau harus ingat tak ada yang bisa merubah keputusanku..''

__ADS_1


Mobil itu melaju menuju lokasi apartemen milik Damian.....


********************************


Dayse menatap kesal pada sosok Derrek yang baru saja di hajar oleh Damian, ia mengintip tadi dan melihat betapa Derrek di pukul sampai babak belur tanpa perlawanan berarti...


Rencananya hancur berantakan meski ia masih menyisakan harapan kalau mereka berdua akan bertengkar lalu putus...Dayse mendekati Derrek dan duduk di sampingnya, ia melirik sinis..


''Aku tak tau jika Mr. Derrek selemah itu dalam menghadapi seorang Damian Rule...aku benar-benar terkejut...''ucap Dayse tersenyum..


Derrek menempelkan sapu tangan sembari menghapus sisa darahnya, ia sama sekali tak perduli perkataan Dayse dan hanya menatap jauh di depannya...


''Aku pikir kita masih punya harapan mereka akan bertengkar lalu putus..''


''Pergilah Dayse..atau kau tidak akan lulus di semua mata kuliahmu...'' ancam Derrek dengan tatapan mata tajam..


Dayse hanya menghela nafas, lalu ia pun meninggalkan Derrek sendirian, pria itu lantas membuang begitu saja sapu tangannya dan mengepalkan tangannya..


Cih...anak kecil itu sangat sombong, ia tak akan menyerah soal Aleysa dia sudah terlanjur jatuh hati dan tak akan pernah membiarkan gadis itu menjadi milik Damian...dia akan mendapatkan Aleysa dengan cara apapun.


****************************


Aleysa meringis..menatap Damian yang terlalu marah, keduanya memasuki apartemen mewah itu, segera menaiki lift dan mencapai kamar, Damian lalu membukanya hati-hati dan membawa Aleysa masuk ke dalamnya..di saat bersamaan ponsel milik Aleysa berbunyi,...


Aleysa seperti mendapat kesempatan untuk melepaskan diri, segera di angkatnya ponselnya dan tersenyum ketika melihat panggilan dari ayahnya Arkana..


Aleysa mengangkat ponsel itu tanpa menunggu sementara Damian menoleh....


Aleysa baru saja ingin bicara kepada sang ayah namun, ponsel itu dengan cepat berpindah tangan pada sosok Damian, pria itu lalu melangkah menjauhi Aleysa yang hanya menatap dengan terkejut ketika Damian keluar ke arah balkon untuk menerima telp dan mengunci Aleysa hingga gadis itu tidak dapat masuk...


Damian segera mengangkat ponselnya...


Damian : Selamat malam Ayah....


Arkana : Damian...kau sedang bersama Aley...


Damian : Benar ayah, aku dan Aley memiliki sedikit masalah jadi kami sedang menyelesaikannya, aku akan mengantarnya pulang jika sudah selesai..

__ADS_1


Arkan : Ayah merasa tenang kalau kau sudah bersama denganmu Damian, jangan lupa kau harus mengabari papamu, dia terlihat khawatir karna Aley tidak mengangkat telp..


Damian : Aku akan memberitahu papa bahwa Aley baik-baik saja...


Arkana : Bagus, selesaikan masalah kalian karna tidak baik kalian masih saling marah...kalian akan menikah jadi jangan sampai terjadi sesuatu di luar kendali....ayah hanya ingin kau menjadi menantu ayah...


Damian : Tentu saja ayah, aku tak akan melepaskan Aleysa..


Arkana : Ayah menjadi tenang mendengarnya Damian, baiklah...selamat malam anakku..


Damian : Selamat malam Ayah...


Damian lalu menutup ponselnya ia melirik Aleysa yang masih berdiri dengan ekpresi memohon...


Damian lalu meraih ponselnya dan segera menelfon sang ayah Alex, lalu mengatakan mereka akan baik-baik saja dan sedang mengalami masalah, papa bahkan membentaknya dan memberi perintah tak boleh pulang sebelum mereka berbaikan..


Damian merasa, lebih yakin, ia akan merasa tenang jika Aleysa telah menjadi miliknya sepenuhnya...pria itu lantas meletakan kedua ponsel itu di meja balkon lalu kembali ke kamar dan menguncinya. itu artinya mereka tak akan di ganggu malam ini.


Damian membuka pintu dan menemukan Aleysa berdiri dengan pandangan yang rapuh...


''Damian...aku mohon padamu...jangan..lakukan itu..''


Damian tersenyum dingin...


''Jika aku bilang kau akan menjadi milikku maka itu yang akan terjadi....Aley, sekarang saatnya kau membersihkan dirimu aku tak mau ada bekas tangan pria brengsek itu di tubuhmu Aley...


Damian segera menunduk menggendong tubuh Aleysa dan membawanya ke tolilet...


Shower terbuka dengan guyuran air yang turun membasahi tubuh Aleysa..sedangkan Damian juga melepas kemeja berikut dasinya menyisakan tubuh atletisnya yang basah di bawah shower...


Ia mendekat dan menyentuh atasan Aleysa...dan mendekatkan bibirnya...


Yuhu...bab berikutnya mengandung Haredang yang bikin melayang jadi....harap baca setelah buka puasa, tapi kalo yang gak puasa ga apa di baca...


Love U All


❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2