Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Maaf Yang Tak Mudah


__ADS_3

Arkana duduk menyendiri di dekat taman di halaman toko, yah...mereka pindah ke toko sejak Ana memutuskan tak akan kembali lagi ke rumah mereka, dengan alasan ia harus berkonsentrasi kepada toko kue milikknya, yah..bukan karna uang Arkana bahkan bisa memberi segalanya kepada istrinya namuan betapa keras kepalanya Ana, dia sangat mencintai tokonya dan enggan berpindah tempat..


Akhirnya Arkana dan Alex memutuskan membeli beberapa bangunan di samping ruko untuk di jadikan rumah, para pekerja sedang membangunnya..


Alex memilih tempat yang berhadapan langsung dengan toko Ana, agar memudahkan mereka berdekatan, yah...Arkana dan Alex kini seperti dua saudara kandung, mereka akan selalu saling mendukung dan membantu, jika pekerjaannya sebagai Mafia menuntut mereka turun tangan maka hal itu akan di lakukan berdua. Arkana tersenyum..selama ini ia salah membenci Alex dan tanpa di duga jika Analah yang mempersatukan mereka kembali, itu sebabnya Arkana semakin mencintai Ana, karna wanita itu adalah cahaya dalam hidupnya..


Suara mobil memasuki garasi menarik perhatian Arkana pria itu cukup terkejut melihat Alex malam ini pulang bersama Maya, tidak ia tidak menyangka jika mereka..mungkin...


''Selamat malam tuan Arkana..'' sapa Maya dengan sopan..


''Aku kakak iparmu..jadi jangan bersikap seolah aku adalah tuanmu Maya..''


Gadis itu tersenyum dengan Alex yang menatap Arkana dengan tertarik,


''Maya masuklah...aku akan menemani kakak iparmu lebih dahulu.'' bisik Alex santai..


Maya menganggukan kepalanya..tentu saja, ia lalu pamit lebih dahulu dan menghilang disana..sedangkan Alex terkekeh melihat Arkana duduk dengan tatapan kosong...


''Wah,....Ana sangat kejam.'' desah Alex seraya duduk di samping Arkana dan melirik dengan maksud menggoda..


''Karyawan itu...ingin sekali aku mengulitinya, aku benar-benar kesal sekali.''


Alex mengerutkan kening...


''Jadi bukan tentang Ana yah,...apa yang di lakukan karyawannya..''


Arkana menarik nafas dengan kasar, lalu menatap Alex...


''Kau tau apa yang dilakukannya.''


Alex mengangkat bahu penasaran....


''Apa yang dia lakukan...''


Arkana mengepalkan tangannya...


''Aku hampir makan siang dengan mesra bersama istriku, lalu pria itu datang dan mengadu..''


''Hah...'' Alex semakin penasaran...


''Apa yang dia keluhkan...''


''Kau tau Alex...di depan Ana dia meminta anak buah kita yang pernah mengangkut karung dan dus-dus besar...untuk membantunya sekali lagi...''


''Apa....''

__ADS_1


Wajah Alex menjadi pucat, itu artinya dia juga tidak sedang baik-baik saja..Ana akan mengarahkan tatapan tajamnya kepada dirinya..astaga, apa yang harus ia lakukan sekarang...? Alex mengusap wajahnya dengan kasar..


''Wajahnya yang tanpa dosa itu aku membencinya hingga ingin sekali.......''


''Ssst...tenanglah Arkana, lagipula itu bukan salahnya, ia hanya terlalu lugu.''ucap Alex membujuk..


Alex lalu menatap Arkana sekali lagi, menangkap wajah tersiksa Arkana, sebenarnya ia sedikit lucu..mereka adalah Mafia namun justru takut pada Ana...astaga, mereka sangat takut kehilangan senyum di wajah Ana...apakah itu adalah bucin sebenarnya...?


''Aku di usir dari kamar dan tidak ada sedikit kelonggaran, kau tau bukan kalau Ana marah maka dia terlihat mengerikan..''


Alex menepuk bahu sahabatnya........


''Arkana mungkin kau sedang menerima apa yang kau tanam dulu...''ucap Alex dengan hati-hati...


Dan kata-kata itu membuat Arkana menoleh tajam...


''Apa maksudmu Alex, ia mulai menggertakan giginya.., Alex melihatnya seperti Alarm baginya...


Alex mulai bersiap untuk lari, ketika akan mengucapkan kata-kata menyakitkan beberapa detik kemudian...


''Ehm..bagaimana aku mengatakannya, yah....kau dulu menyiksanya bukan jadi ini seperti sebuah pembalasan kecil jadi Arkana kau harus menerimanya...dengan tegar..'' ucap Alex sembari tersenyum.......


Arkana tertawa dengan kesal.....


''Beraninya kau......Alex....''


Maka terjadilah saling berkejaran di tengah malam oleh keduanya, Alex berteriak dengan lantang hingga bagi beberapa penumpang di mobil yang melintas sangat aneh, melihat dua pria berkejaran di tengah malam....


''Aku akan membunuhmu Alex...'' teriak Arkana dengan amarah yang meluap..


Alex tertawa sambil berlari...


''Kau harus mengendalikan amarahmu tuan Arkana....lihatlah usiamu sekarang kau akan punya anak jadi ini saatnya kau sadar.......''


''Tidak..kau harus ku beri pelajaran........''


Arkana hampir saja menggapai lengan Alex namun, terdengar suara teriakan dari lantai dua yang membuat keduanya menghentikan langkah seketika...


''Apa yang kalian lakukan, astaga ini tengah malam.....'' jerit Ana dari atas..pandangan matanya tajam dan menusuk..


Arkana dan Alex saling menatap dan kehilangan kata, mereka seperti dua orang anak yang sedang di marahi oleh ibunya,...Arkana menepuk pundak Alex dan memeluknya..ia tersenyum...


''Kami hanya sedang olah raga, bukan begitu Alex...'' Arkana memberi isyarat yang langsung di tanggapi Alex..


''Tentu saja...kami sedang merenggangkan otot yang sudah tua ini..'' ucap Alex menimpali...

__ADS_1


Ana mencibir dari atas balkon kamar.....


''Yah,...kalian berdua sangat cocok, teruslah berbohong.....aku sangat kesal sekali..'' geram Ana dengan tajam...


''Apakah kau ingin sesuatu untuk di makan Ana..kami akan membelinya, aku tau jika ibu hamil akan terbangun dan lapar di tengah malam....'' ucap Alex berusaha membujuk.,...


Ana hanya semakin menunjukan kekasalannya...


''Apa kalian ingin menyogokku..astaga,...aku tak percaya ini..'' sambil mengelus perutnya Ana melonggarkan tenggorokannya..


Ia memang sangat lapar.......namun jika ia menuruti Arkana dan Alex maka ia harus memaafkan mereka dan Ana tak ingin memaafkan mereka begitu saja...tidak secepat ini...harus ada sedikit penyiksaan baru ia puas.''


Ana lalu menurunkan pandangan dengan penuh dendam...


''Jangan pernah menyogokku astaga...aku tidak akan tertipu....''


Ana lalu berbalik dan melangkah masuk ke dalam kamarnya...meninggalkan Arkana dan Alex yang saling menoleh...


''Yah...apa yang akan terjadi pada kita...''tanya Alex mengerutkan kening...


''Aku juga tidak tau,...'' Arkana tertawa...


Sementara tak jauh dari tempat Arkana dan Alex berdiri sambil berbincang, tampak


Seseorang menatap mereka dari mobil, pria itu tersenyum...


''Bagaimana jika wanita yang kalian cintai itu mati...? aku tak sabar lagi ingin melihat kehancuran kalian berdua...'' desis pria itu dengan kepalan tangan yang di genggam kuat.....


Mobil berwarna hitam pekat itu berhenti disana dengan pandangan membunuh yang begitu tajam. sampai beberapa menit mengawasi sekitar rumah itu, dan kemudian pergi dari sana....


*******************************


Ana keluar dari kamarnya dan sedikit terkejut melihat Maya berdiri di hadapannya...


Keduanya bertatapan...........


''Maya.....''


''Aku ingin bicara kakak..''


Ana menghela nafas...namun menganggukan kepalanya, mempersilahkan Maya masuk ke kamarnya...


Maya lalu melangkah dan kemudian menatap Ana dengan tajam..


''Aku dan Alex...kami sudah tidur bersama, jadi...aku ingin..kakak merestui kami...''

__ADS_1


Ana membalikan tubuhnya dengan pandangan yang paling mengejutkan....


''Apa....''


__ADS_2