
Ana meneteskan airmata penyesalannya melihat bukti rencananya untuk meninggalkan Arkana kini beterbangan di hadapannya, tubuhnya seakan mati rasa melihat banyaknya lembaran gambar yang memperlihatkan semua bukti chat, dan foto-foto kedekatan masa lalunya dengan Alex, entah siapa yang tega mengirim ini semua disaat hatinya sudah berubah mencintai Arkana,
Tapi ini adalah memang penghianatannya kepada Arkana, yah...Ana mengakui ia memang pernah merencanakan itu semua bersama Alex, bahwa benar ia ingin pergi bersama kekasihnya meninggalkan Alex...
Namun...di detik terakhir ketika mereka menghabiskan waktu di vila menghadirkan perasaan lain di dalam dirinya, perlakuan Arkana yang manis mampu merubah hatinya yang beku dan di liputi dendam membara, sikap Arkana mampu membuatnya jatuh cinta kepada suaminya sendiri, apalagi kini mereka akan punya anak...
Hati Ana seperti di remas dengan kuat, ia bahkan kehilangan kekuatan untuk mengatakan kehamilan ini pada Arkana, mungkinkah jika suaminya tau....akan percaya atau malah menuduhnya telah berselingkuh..
Tidak...cukup dia yang merasakan kemarahan ARkana, ia tak ingin anaknya juga merasakan hal yang sama....
Ana berdiri seperti seorang tersangka di hadapan Arkana yang menatapnya sangat marah....pria itu bahkan mengepalkan tangannya dengan erat....menatap Ana dengan murka...
Hari ini dia memutuskan pulang lebih awal dan ingin menemui sang istri menanyakan kondisinya dari dokter namun Arkana sungguh terkejut menemukan Alex datang dengan membawa bukti bahwa selama ini Ana tak pernah mencintainya, bahwa selama ini Ana hanya terpaksa bahagia namun sesungguhnya ia berada di bawa tekanan...ketika bersama Arkana.,..pria itu sungguh terluka,..........
#FlasbackOn#
Mobil baru saja sampai di gerbang utaman namun Arkana terkejut ketika mobil Alex menghentikannya dengan cepat, kedua pria itu saling menatap dengan tajam....
ALex turun dari mobilnya...dan mendekati mobil milik Alex dan mengetuk kaca mobilnya,
''Aku ingin bicara....'' ucap Alex dengan sangat dingin...
''Aku tak punya waktu untukmu Alex..jangan memaksaku atau aku akan menembakmu...''desis Arkana penuh ancaman...
Namun di tanggapi dingin oleh Alex.....
''Ini tentang Ana...bukankah kau mau tau isi hati istrimu sebenarnya.....''lirik Alex dengan suara tegas,....
Arkana membeku, tak ingin percaya namun Alex tampak datang dengan membawa setumpuk bukti...pria itu melirik map yang di bawa Alex lalu memutuskan membiarkan ALex masuk kedalam rumahnya....
*****************************
Mereka berdiri saling menatap satu sama lain,...
''Arkana aku datang untuk melakukan genjatan senjata kepadamu, aku lelah jika kita terus bertengkar karna dendam yang salah..''
Arkana duduk di sofa dan menatap Alex, sebenarnya dia sudah lelah dengan Alex, ia sudah bahagia bersama Ana dan mungkin sudah saatnya melepaskan dendamnya...Katren sudah tenang disana...
Alex meletakan sebuah map berwarna hitam di hadapan Arkana dan menatap mata pria itu...
__ADS_1
''Sebenarnya Karten memiliki hubungan dengan musuh kita Pedro, lebih tepatnya pedro yang memanfaatkan Katren untuk menghancurkan persahabatan kita.....''
Arkana mengangkat muka, Pedro...yah...ia ingat sekarang, bajingan itu sudah mati terbunuh oleh Alex, saat itu Arkana tak tau mengapa Alex menghabisi Pedro...apakah karna ini...?
''Yah...aku membunuhnya karna dialah pelaku sebenarnya yang telah menghancurkan hidup Katren dan persahabatan kita....''ucap Alex menjelaskan...
Arkana hanya terdiam...
''Aku akan menyelidiki ulang tentang semuanya ALex, dan bagaimana dengan Ana apa maksudmu kalau istriku....''
''Istrimu adalah kekasihku yang kau rampas ingat,....bahkan sampai sekarang dia masih mencintaiku.'' Jemari Arkana terkepal dengan kuat,
Tidak mungkin Ananya masih mencintai Alex...jelas-jelas tatapan itu adalah tatapan cinta, perlakuan manis dan Ana mencintainya itu jelas,.......mata Arkana berkaca-kaca tak ingin percaya. dadanya bergemuruh menahan perasaan hancurnya...
Alex mendekati Arkana dan menyerahkan semua bukti percakapan mereka lewat chat, yang mengatakan Ana masih sangat mencintai Alex, dan berjanji mencari waktu ketika Arkana lengah dan ia akan melarikan diri dari suaminya.....
Alex menepuk punggung Arkana........
''Aku hanya ingin kau bersikap adil Arkana...tak ada artinya kau menahan tubuhnya sedangkan hatinya adalah milikku...hatinya adalah milikku....''
Arkana mengangkat wajahnya marah....
Buggghh!!!
Arkana menghantam wajah Alex hingga tubuh pria itu tersungkur dengan wajah yang pecah, Arkana sungguh tak menerima jika Ana mampu melukai hatinya di saat dia mulai mencintai wanita itu.....
''Brengsek....dia istriku, kau paikir aku segila itu unutk menyerahkannya kepadamu...? kau harus membunuhku dulu baru bisa mengambilnya...'' teriak Arkana murka dan terus melayangkan pukulan bertubi-tubi pada tubuh dan area wajah ALex......
Hingga Alex babak belur namun pria itu hanya tertawa, menghadapi kemarahan Arkana....
''Walaupun kau membunuhku tak akan merubah kenyataan kalau dia mencintaiku.''ucap Alex tak mau kalah...
Ia sudah melakukan apapun sejauh ini, namun ia tak akan pernah menyerah pada Ana,..tidak..Ana harus menjadi miliknya,...hanya miliknya....Alex tersenyum lagi....
''Bukankah kau harus menyerah Arkana, lebih baik kau melepaskannya darpi pada kau hidup bersama mayat hidup...kau lebih tau artinya bukan, dan aku akan tetap merebut Ana darimu...''
Alex terkekeh....lalu meninggalkan Arkana sendirian......pria itu kemudian mulai menghancurkan apapaun yang ada di dekatnya, suara pistol terdengar di dalam ruangan dan memecahkan semua yang ada....
''Teganya kau menghianatiku Ana....teganya kau, setelah aku menyerahkan hatiku kepadamu...setelah aku mencintaimu.........''
__ADS_1
Arkana di liputi kemarahan luar biasa....
#FlasbackOff#
Keduanya berdiri saling berhadapan,....Arkana begitu hancur melihat airmata Ana yang menetes....
''Katakan kalau semua ini tidak benar, katakan jika kau tidak pernah ingin pergi dariku...katakan kalau semua yang dikatakan ALex itu tidak benar...katakan...''
Ana sungguh terkejut mendengar nama ALex di sebut....
''Alex.....''
Arkana tertawa kesal.........
''Apa kau terkejut jika kekasihmu tidak sabar ingin memilikimu dan memutuskan memberikan bukti penghiatannmu kepadaku..''
Ana gemetar mendengar kata-kata menyakitkan yang di ucapkan Arkana, yah,...suaminya wajar bersikap seperti ini...namun Ana akan menjelaskan segalanya kalau hatinya berubah bahwa ia telah mencintai Arkana.....
''Arkana...aku bisa menjelaskan kalau.....''
Arkana yang terlalu marah meraih lengan ANa mendekat....
''Apa kalian pernah tidur bersama di belakangku, apakah dia pernah menyentuh tubuhmu,....berapa kali kalian bertemu...berapa kali dia menyentuhmu Ana.....''
Arkana begitu murka hingga tak sadar memegang lengan Ana terlalu keras hingga Ana meringis kesakitan..di hati dan juga tubuhnya...
''Bisakah kau mendengarkan aku Arkana...bisakah kau..percaya kepadaku...'' isak Ana memohon...
Arkana semakin memperat genggaman tangannya.....dan menatap Ana dengan sangat tajam...
''Mengapa kau tidak jujur kepadaku, mengapa kau malah membiarkan aku mencintaimu, apakah aku lelucon bagimu hah...apakah kau bahagia melihatku hancur...'' teriak Arkana murka
Ana menggeleng dengan rasa sakit di hatinya,
'' Aku tak pernah berpikir seperti itu Arkana tidak...aku....''
Arkana yang sudah di liputi kemarahan menariknya dengan keras.......
''Arkana tolong........'' jerit Ana memohon....
__ADS_1