
Dave mendekat dan berdehem tepat di belakang Ana hingga wanita itu menoleh dan menemukan senyum Dave yang terlihat sangat manis, hingga untuk sesaat Ana merasa ragu bahwa pria ini adalah pria yang jahat dan mengerikan...
Pria ini datang dengan wajahnya yang tampan dan tampilan mahal di seluruh tubuhnya...namun ada bekas lebam di wajahnya yang kentara,....apakah sesuatu terjadi...? mungkinkah karna sebuah pukulan keras oleh seseorang tapi siapa...??
''Dave,......''
''Kau sangat cantik malam ini Ana..'' bisik Dave dengan tatapan kagum yang tidak bisa di sembunyikan.
Ana menganggukan kepala menurut...namun ia tak mau terlalu dekat dengan Dave dan membuat Arkana akan marah, tidak...cukup baginya merasakan kemarahan Arkana kemarin...bagaimana cara menghidari pria ini.?
''Ada apa dengan wajahmu...'' tanya Ana basa-basi..
Dave tersenyum dengan sinar mata yang tajam...
''Seseorang memberikan tanda mata bagiku,....namun aneh aku merasa sangat senang..''
Ana tertawa...
''Kau senang di pukul begitu...''
''Yah...aku senang Ana, karna di balik itu semua ada hadiah besar yang akan aku terima..'' ucap Dave tersenyum..
''Hadiah besar,....? kau di pukul dan akan mendapat hadiah..'' tanya Ana masih tak percaya..
''Kau tak akan percaya Ana tapi...ada harga yang harus di bayar mahal jika mau sebanding dengan hadiah istimewa yang akan kudapat..''
''Baiklah....semoga kau berhasil Dave...''
''Terimakasih Ana...''ucap Dave sambil menatap ke arah kedua pengantin yang sedang menyalami tamu,...sementara Ana menatap ke arah yang sama..
''Kau sudah menyalami mereka...'' tanya Ana sembari meraih minuman yang di tawarkan pelayan...Dave juga mengambil satu dan meneguknya...
''Sudah..aku sudah menyalami mereka, sungguh mereka adalah pasangan yang serasi..'' tatap Dave memuji...
Ana mengangguk dan menatap Hani dan Danar dari jauh...
''Aku berdoa untuk kebahagiaannya Dave...''
''Kau sangat baik Ana...aku ikut bangga padamu...''ucap Dave dengan penuh arti hingga Ana berdehem dengan gugup sambil tersenyum....
Ana teringat jika ia harus mencari Arkana, suaminya menghilang ketika selesai sesi foto mereka bersama pengantin...
Baby Aleysa terus menangis dari tadi mencari ARkana hingga Ana menjadi gusar, Baby Aley sa terus menangis tanpa henti hingga tak ada siapapun yang mampu membujuknya....
''Baiklah Dave,..nikmati pesta ini...aku harus menemui suamiku..'' ucap Ana lalu meletakan minuman dan bersiap melangkah pergi...
Namun Dave mencegahnya dengan pelan.....
''Ah...Ana...aku melihat suamimu tadi pergi ke arah belakang gedung setelah menerima telp...aku tak tau mengapa tapi.......''
''Belakang gedung....untuk apa Arkana kesana.'' ulang Ana dengan kerutan di dahinya..
''Aku tak tau namun ia terlihat sangat buru-buru...''
Ana merasa cemas seketika, mau tak mau ia mengingat pesan misterius itu dan mencoba menebak sekarang....
__ADS_1
Apakah orang itu juga mengincar Arkana...?
''Aku harus pergi Dave...'' ucap Ana pamit...
Tubuh Ana bergetar dengan ketakutan yang begitu nyata, hingga ia pun melangkah dengan cepat menembus keramaian dengan cepat......
Meninggalkan Dave yang langsung mengikutinya dari belakang tanpa terlihat mencolok, sambil menatap seseorang yang bertugas untuk mengeksekusi...pria itu mengirim sinyal jika ia sudah siap melaksanakan rencananya...
Dave tersenyum dan menganggukan kepala tanda bahwa ia setuju.....
Dave berbalik dan kemudian langkahnya terhenti ketika berhadapan dengan sosok Alex yang menatapnya tajam...
''Aku yakin kau adalah pria dengan seribu wajah, kau bahkan datang tanpa malu....''ucap Alex tajam..
Dave tersenyum bergerak mundur dan membetulkan letak dasinya dan tersenyum sinis...
''Ana begitu mengharapkan kedatanganku....lalu kau bisa apa Alex...? apa kau mau mencari masalah denganku sekarang...''
Alex mencoba dengan sangat kuat menahan emosinya...
''Aku akan mengawasimu Dave..jika kau berani merusak acara hari ini maka kau...akan ku hancurkan...''
''Tenang saja....kau terlalu tegang Alex...lebih baik kau memilih salah satu dari tamu di pesta ini untuk menjadi kekasihmu...karna kau semakin tua...''
''Sial..aku akan membunuhmu..''
Alex sudah mencengkram ujung dasi Dave dan membuat semua orang menatapnya saat ini..hingga pria itu menyadarinya...ia segera melepaskan cengkramannya dengan penuh senyum...
''Brengsek....awas kau..'' desis Alex lalu melangkah meninggalkan Dave yang terlihat sangat kesal...
********************************************
Sementara Ana melangkahkan kakinya ke arah belakang gedung....matanya mencari ke sekelilingnya namun tidak menemukan suaminya disana,...Dave bilang jika Arkana ke tempat ini, bagaimana bisa suaminya menghilang begitu saja..?Ana menghentikan langkahnya dengan bingung...
Hening.....
Tak ada siapapun disini...mengapa tak ada...? atau mungkin saja Dave salah liat.....?
Ana membalikan tubuhnya dan...
Deg!!!!
Ana menemukan sosok Maya berdiri dengan sinar mata tajam kepadanya...hingga Ana menghela nafas...
''Maya...''
Maya tersenyum dengan sangat manis kepada Ana....
''Kakak....aku senang sekali melihatmu disini....''
Ana menyipitkan matanya dengan curiga ketika sadar jika tatapan Maya sangatlah berbeda kepadanya...Ana menoleh ke segala arah dan berharap ia menemukan seseorang yang akan menolongnya dari Maya karna sungguh melihat tatapan Maya membuat Ana takut...
''Mengapa kau ada disini...Maya...''
''Aku menunggumu kakak, akulah pengirim pesan itu...''ucap Maya dengan senyuman tajam...
__ADS_1
Ana begitu syok.....
''Kau pengirim pesan itu...? bagaimana mungkin itu kau...?''
Maya tersenyum dingin lalu mendekat...sesaat kemudian tanpa di duga Ana...gadis menampar wajah Ana dengan sangat keras,....
Packk!!!
Tubuh Ana terlempar jatuh ke lantai yang keras....matanya menjadi panas ketika Maya berani menyentuhnya...
Ana berdiri dengan rasa sakit yang tak mampu di bendungnya...tatapannya mengeras tanda ia sangat marah saat ini...dengan langkah cepat ia mendekati Maya dan
Packkk!!!
Ana menampar Maya balik dengan lebih keras hingga Maya terjatuh...ada darah yang menetes di sudut bibirnya dan membuat ia mengerang kesal....
Dengan cepat Maya mengeluarkan pistol dan mengarakannya lurus pada sosok Ana yang berdiri dengan tatapan terkejut....
''Aku sudah muak kepadamu Anasatasya...yah..kau akan mati sekarang juga...''
''Yah....aku baru sadar sekarang jika aku memelihara ular selama ini...? beraninya kau melakukan ini padaku Maya..beraninya kau....''
''Mengapa aku harus takut....? kau selalu mendapatkan segalanya kau selalu menjadi yang nomor satu....bukankah itu cukup...kau akan mati sekarang Ana....'' desis Maya dengan mata yang tajam...
''Apakah itu menjadi kesalahanku Maya..?kau sama sekali tak tau apa yang aku alami sampai detik ini...'' jerti Ana dengan rasa sesak di dada....
''Yah...semua adalah kesalahan mu Ana....aku membencimu..''
Sementara di balik persembunyian tampak anak buah Dave juga sementara siap menembak.....
Maya tersenyum kejam...
''Ada kata-kata terakhir sebelum aku menembak kepalamu Ana...'' ucap Maya tak sabar...
Ana merasa hancur saat itu juga, tak pernah ia bayangkan jika Maya mampu melakukan ini kepadanya..Maya mampu mengangkat pistol untuk menembaknya...?
Mata Ana menjadi panas.....ia menatap Maya dengan kesedihan...
''Semoga Tuhan mengampunimu...'' balas Ana dengan senyuman sakit hati sambil memejamkan matanya menyerah...semoga Tuhan menjaga putrinya jika memang ini adalah akhir hidupnya,...
Maya membeku......jemarinya tertahan disana ketika mendengar kata-kata Ana yang memukul hatinya....
Pada saat yang sama Arkana muncul entah dari mana, melihat Maya mengarahkan pistol ke arah Ana membuatnya geram..pria itu segera berlari ke arah mereka dengan wajah yang gusar.....
Namun sesaat kemudian terdengar suara tembakan yang memekakan telinga.....
Dooorrr.......!!!!!
Ana membuka mata dan membeku melihat tubuh Arkana jatuh di hadapannya dengan darah segar yang mengalir di perutnya...
''Oh...tidak...tidak....Arkana......''jerit Ana histeris..........wanita itu segera berlari menghampiri tubuh Arkana yang tak brdaya di lantai..
Maya sungguh terkejut dan bingung, sampai airmatanya menetes....ia bahkan tidak melakukan apapun....
''Maya apa yang kau lakukan...'' teriak Dave dengan sinar mata tajam....mengarahkan pistol ke arah Maya dengan kegeraman yang tertinggal....
__ADS_1