Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Memberi Pelajaran


__ADS_3

Arkana menunggu dengan cemas, sesekali matanya terarah pada tubuh Ana yang terbaring masih belum sadar, sementara Dokter Erik sedang menyuntikan beberapa cairan ke dalam tubuh Ana melalui infus yang tertancap di tangannya..


Wajah Ana masih terlihat begitu pucat dan kenyataan itu membuat Arkana hampir gila karna tak sabar, peristiwa ini sedikit mirip dengan apa yang ia alami ketika kehilangan adiknya Katren, namun Arkana memastikan dia tidak akan kehilangan lagi tidak, jika dulu ia telah lengah dan kehilangan adiknya maka saat ini Ana harus bersama dirinya selamanya..


Pria itu menyandarkan tubuhnya di sofa, sudah lebih dari 3 jam sejak Ana pingsan dan ia tak bisa tertidur lagi, ia harus memastikan Ana sadar barulah ia bisa tenang. sementara hari mulai pagi,


Dokter Erik sudah selesai dengan tugasnya lalu mendekati tuannya yang masih terjaga,


''Tuan Arkana...''


''Kau gagal membangunkannya Dokter Erik...'' suara Arkana terdengar tenang namun begitu dingin.


Dokter Erik harus menghela nafas berat untuk kesekian kalinya, ketika menghadapi tuan Arkana maka otaknya harus di paksa bekerja keras untuk menemukan kata-kata yang tepat dan tentu saja utuk menghindari kemarahan tuan Arkana..


''Tuan Arkana,. butuh waktu agar nyonya Ana sadar tapi aku ingin mengatakan pada tuan, bahwa nyonya Ana baik-baik saja...namun aku memiliki sedikit kecurigaan pada tubuhnya..''


Saat itu juga Arkana mengangkat muka, menatap dokter Erik dengan pandangan tak sabar...


''Duduklah dan jelasakan kepadaku apa yang sesungguhnya terjadi pada istriku..''


Dokter Erik menganggukan kepala lalu duduk di hadapan Arkana,


''Nyonya Ana mengalami sedikit syok dan depresi, di dalam ketidak sadarannya, ia terlihat menangis dan kadang ketakutan...pandangan Dokter Erik meredup.....maafkan aku tuan Arkana, tapi bisakah tuan sedikit bersabar pada nyonya Ana....''


Jemari Arkana mengepal...


''Apa kau sedang berusaha mengaturku,,...apa kau....''


''Maafkan aku harus mengatakan ini padamu tuan Arkana, tuan boleh membunuhku tapi...aku harus mengatakannya sebagi seorang Dokter...''


Arkana lalu mengangguk..


''Katakanlah aku mendengarmu.''

__ADS_1


Dokter Erik kemudian menatap Arkana...


''Sebenarnya nyonya Ana pernah memintaku untuk membunuh dirinya ketika pertama kali tuan Arkana membawanya kemari.''


Arkana begitu terkejut dengan informasi ini, namun ia masih berdiam diri...Arkana masih terlihat tenang di permukaan wajahnya yang dingin...


Dokter Erik kemudian melanjutkan kata-katanya....


''Aku menduga Mungkin sudah terlalu banyak tekanan hidup yang telah di lalui nyonya Ana sebelum bertemu dengan tuan, jadi seakan tubuhnya tidak kuat lagi merasakan sakit...jika dia terus mengalami semua ini maka psikologisnya akan sedikit terganggu, dan tuan Arkana pasti tau apa yang akan terjadi..''


Arkana membeku, berusaha mencerna setiap kata-kata Dokter Erik dalam diamnya....


''Baiklah lalu menurutmu apa yang harus aku lakukan...'' tatapan Arkana mengeras..


Dokter Erik menjadi bingung sendiri, ia sungguh takut salah bicara. Dokter Erik menatap mata Arkana yang dingin, setelah ia menjelaskan detail keadaan Ana, pria ini masih tak tau apa yang harus di lakukan..? Dokter Erik merenung dan sedikit mengerti, sudah lama ia mengikuti tuan Arkana untuk menjadi Dokter pribadinya, kira-kira sudah 10 tahun lamanya dan setiap dia di panggil pastilah untuk mengobati luka tuan Arkana, entah itu karna luka tembak atau bekas tikaman pisau, hidup tuan Arkana memang keras, dan secara tak sadar mengubah pribadi tuan Arkana menjadi sosok yang kejam dan tidak tersentuh..


Selama menemani tuan Arkana, tak pernah ia lihat satu wanitapun yang bertahan bersama pria menakutkan ini. sebagian dari mereka hanya menjadi teman tidur yang singgah sebentar lalu menghilang, walau beberapa dari mereka berharap menjadi nyonya James Arkana, namun..itu tak mungkin...pria ini terlalu kejam dan...buas, seperti itulah Dokter Erik menggambarkan sosok James Arkana, justru ia cukup terkejut menyadari tuan Arkana menikahi Ana gadis yang ia culik dan sudah bertahan 2 bulan, gadis ini pastilah istimewa.


Dokter Erik menghela nafas.....


Arkana mengeraskan tatapannya hingga pria di hadapannya menunduk...


''Aku minta maaf tuan Arkana...........''


''Aku akan mencoba...'' balas Arkana serius.


Hening........


Dokter Erik sama sekali tak menyangka jika ia akan mendapat jawaban seperti itu, ia kemudian tersenyum lega..


Arkana kembali memikirkan ulang tentang tekanan yang selama ini di hadapi Ana, yah...ini pasti karna mereka yang pernah melukainya di masa lalu, jemari Arkana mengepal...


lalu ia bangkit berdiri dan menurunkan pandangan pada sosok Dokter Erik..

__ADS_1


''Aku akan pergi sebentar dan aku ingin kau harus bisa membangunkannya sebelum aku kembali...aku tak suka menunggu.'' Arkana tersenyum lembut..


Tapi bagi Dokter Erik, itu bukanlah sebuah senyuman namun peringatan tegas dari tuannya........ia pun segera berdiri dan menundukan kepalanya.


''Ba...baik tuan Arkana..''


Arkana lalu mengangguk dan melangkah meninggalkan kebekuan yang mengerikan hingga Dokter Erik kembali duduk untuk menetralkan degup jantungnya yang berpacu cepat...astaga dia baik hanya kepada Ana...pria itu menggeleng sambil memejamkan matanya.


*********************************************


Arkana keluar dari kamar dan segera menelfon Leo sang asisten...


Aku mau kau...menyelidiki semua tentang keluarga Louis, aku ingin informasi itu dengan cepat..


Arkana lalu menutup telp dan melangkah keluar sinar matanya membara...ia lalu keluar menuju mobil pergi.....


**********************************************


Alex baru saja keluar dari perusahaannya ketika tiba-tiba saja seseorang menerjangnya, pria itu menarik Alex dengann kasar dan melayangkan pukulan keras ke rahang Alex, kemudian pada perutnya sampai Alex jatuh terbungkuk menahan sakit...tetapi Arkana yang masih belum puas dan kembali melayangkan pukulan bertubi-tubi ke semua bagian tubuh Alex tanpa memberi kesempatan pria itu melawan..sampai Alex jatuh tak berdaya di tanah...


Alex mengerang kesakitan, sambil menahan perih di sekujur tubuhnya, lalu mencoba untuk bangkit berdiri dan menantang Arkana yang terlihat siap membunuh...


''James Arkana...bukankah tidak sopan mendatangiku dan bersikap curang..'' desahnya dengan suara yang lemah..


Arkana mendekat hingga keduanya berdiri saling menantang...meraih ujung Jass Alex dengan sinar mata membara...


''Beraninya kau menyentuh istriku, beraninya kau...menciumnya..kau pikir aku akan diam saja..kau pikir kau bisa bernafas lega setelah melakukannya.'' teriak Arkana dengan murka..


Alex tertawa dingin, walau sekujur tubuhnya sakit namun ia masih menatap Arkana dengan puas.....


''Lihatlah dirimu yang egois dan sama sekali tidak merasa bersalah menculik kekasihku...bukankah Ana adalah milikku, dan justru kau merebutnya kau sakit jiwa Arkana.'' desis Alex tajam...


Mendengar hal itu membuat Arkana tertawa keras....namun ia semakin mencengkram leher Alex tanpa bisa pria itu melawan...

__ADS_1


''Tak ada yang bisa merebut apa yang telah menjadi milik seorang Arkana, termasuk dirimu Alex.....'' desis Arkana dengan ketenangan yang mengerikan,...


__ADS_2