Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Divara Dan Kiara


__ADS_3

Dilan sungguh marah beraninya...beraninya gadis kecil ini ingan membunuhnya... bahkan usianya masih terlalu muda untuk membunuh..usia gadis ini sekitar 15 tahun..


Karna itu dengan mudah Dilan menarik tangan gadis itu keluar dari air dan membanting tubuhnya di pasir...lalu Dilan tidak membuang waktu dengan melepaskan dasinya dan mengikat kedua tangan gadis itu ke belakang..ia bahkan tidak segan bertindak kasar pada gadis kecil ini...


''Siapa namamu....'' teriak Dilan dengan gusar...


''Untuk apa kau tau....kau pikir kau bisa merebut kakakku setelah membunuh tunangannya..'' jerit gadis itu lantang..


''Apa maksudmu aku tak pernah membunuh...kau benar-benar menguji kesabaranku...'' teriak Dilan dengan murka ia kemudian menyeret gadis muda itu dengan cepat namun...


Sekejap saja ada gadis lain yang menarik ujung jass Dilan hingga Dilan menoleh...


Dan....ia membeku melihat sosok gadis yang begitu cantik, rambut panjangnya lurus berwarna pirang matanya sungguh indah...karna terlalu terhipnotis...Dilan terdiam untuk beberapa saat....namun seketika itu juga ia di kejutkan dengan tamparan keras dari sosok gadis bermata indah itu...


Pacckk!!!!


''Mengapa kau mengikat adikku, seperti seorang pencuri...mengapa...'' lantang gadis itu terbakar amarah...


''Kak Diva.....'' desah sang adik dengan tangan terikat..


Dilan sungguh merasa gusar, nasibnya sedang sial ketika ia di keroyok oleh dua orang gadis,....


''Kau tau apa yang di lakukan adikmu..dia mendorongku jatuh ke laut lalu memukulku dan kau..malah datang dan menamparku..apa kalian berdua ingin mati...''


''Adikku mengalami gangguan dalam mengendalikan emosinya..semua yang dia katakan itu di luar akalnya..seharusnya kau sebagai pria dewasa mengerti bukannya kau malah menangkapnya...pria aneh...''


Dilan melepaskan pegangannya pada gadis yang ia ikat, sementara tubuhnya basah kuyup oleh air laut...


''Sial.....aku akan mengingat ini...siapapun kau...kita jangan pernah bertemu lagi atau...kau akan mendapatkan balasan dariku..''


Divara mendesah ia terlihat gemetar...


''Aku minta maaf....dan aku berjanji kita tak akan bertemu lagi..''


Dilan mengetatkan rahangnya..lalu meninggalkan kedua gadis itu sementara Divara menghela nafas sampai tubuhnya jatuh di pasir ia menatap adiknya yang terlihat begitu ketakutan...


''Kakak....''desahnya dengan mata yang panas...


''Kiara..bisakah kau tidak membuatku cemas...''


Kiara tersenyum sembari menunjukan dompet di tangannya...

__ADS_1


''Kau mencuri lagi...'' jerit Divara dengan nada lemah...


''Lepaskan dulu ikatanku kakak.....''ucap Kiara dengan lemas..


Divara lalu melepas ikatan di tangan Kiara lalu keduanya duduk di atas pasir,...


''Nenek sihir itu pasti akan berpikir kita akan pulang dengan mengemis tempat tinggal kepadanya...tapi kakak...aku tidak akan kembali...kita harus mandiri...aku bisa berhenti sekolah dan berdagang...aku bisa......''


''Ssst,...kemarilah....'' Divara memeluk adik satu-satunya dengan kesedihan yang begitu dalam,...airmatanya menetes di wajahnya hingga ia kehilangan kata dan hanya menangis...


''Kita akan keluar...kakak sudah mendapat Flat kecil dan biar kakak yang mencari kerja kau harus tetap sekolah apa kau mengerti...dompet ini bukan milikk kita kakak akan mengembalikannya...orangtua kita meski sudah meninggal tapi tak pernah mengajarkan untuk mencuri untuk makan....''


Kiara mengangguk patuh dan kembali menangis di pelukan sang kakak...


Keduanya adalah sepasang kakak beradik yatim piatu mereka tinggal dirumah sang bibi yang begitu kejam..bahkan bibinya tega memperlakukan mereka seperti pembantu puncak emosi Kiara pecah ketika Divara yang baru berusia 17 tahun akan di nikahkan sang bibi dengan seorang pria tua kaya raya dan di jadikan istri ke 4..tentu saja Divara dan juga Kiara mati-matian menolak..ia bersama sang adik melarikan diri dari rumah...


Mereka telah kehilangan uang dan Divara terpaksa harus bekerja serabutan untuk makan...sementara Kiara ia minta untuk tetap menunggunya di sebuah taman sampai ia menemukan flat murah yang bagus...dan ketika Divara menemukan tempat tinggal malah Kiara menghilang dan membuat masalah..beruntung pria tadi tidak menuntut mereka..kalau tidak maka mereka ada di penjara sekarang...


''Ayo kita pulang sekarang Kiara..besok pagi kakak akan bekerja..''


''Baik kakak...'' ucap Kiara dengan patuh, lalu mereka pun melangkah meninggalkan pantai itu...


********


Divara lalu mengambil dompet milik pria tampan tadi dan..membukanya...ada banyak uang di dalamnya dan juga banyak kartu atm dan kredit..ada dua buah foto pria dan wanita sang pria itu tadi yang mereka temui dan satu lagi seorang gadis cantik, mungkin kekasihnya atau istrinya..


Mata Divara mulai mencari-cari sebuah kartu nama dan akhirnya menemukannya...sebuah nama bertuliskan..


Dilan Lois...? seorang CEO dari perusahaan di bidang komunikasi...


Jemari Divara bergetar takut....astaga,....dia bukanlah pria sembarangan..dan mereka akan tamat kalau Dilan tau mereka mengambil dompetnya...adiknya akan di penjara,..


Tidak.....sebelum itu terjadi maka Divara harus menemui pria ini dan mengembalikannya tanpa kurang sedikitpun....yah.....Divara menatap ke arah Kiara yang tertidur lelap...lalu menyadarkan tubuhnya di dinding ruangan berukuran sempit itu...


Divara menundukan kepalanya dengan ketakutan...ya ampun...Tuhan, tolonglah dia dan adiknya....berikan mereka jalan keluar...


******


Divara menatap gedung tinggi di hadapannya ia sedikit gemetar, padahal pria itu sudah mengancamnya agar jangan pernah menemuinya lagi karna pria itu akan sangat marah, namun mau bagaimana lagi...ia harus melakukannya...agar mereka bebas tanpa masalah..


Langkah Divara terarah lurus pada gedung tinnggi di hadapannya dan langsung menghadaopkannya dengan berbagai pertanyaan kritis...

__ADS_1


''Apakah kau sudah punya janji dengan tuan Dilan...''


Divara berdehem sedikit gugup..


''Yah...aku Di...Divara aku akan mengantarkan dompet...''


''Dompet milik tuan Dilan...''


''Yah....''


Sang resepsionis itu hanya menggeleng...


''Apakah kau menjual kesucianmu pada tuan kami...sayang sekali...padahal kau sangat cantik...semeoga beruntung nona..naik ke lift laniat 50.'' desisnya dengan tatapan merendahkan..


Divara kehilangan kata ketika mendapat penghinaan dari resepsionis ini..namun ia tak ingin membuang waktu lagi pula sepulang dari sini maka dia akan bekerja di pabrik...


Divara segera naik ke dalam lift dan menekan angka 50..


Ting!!!!


Gadis itu memejamkan matanya seluruh tubuhnya bergetar....ia takut sekali...ya ampun...


Ting!!!


Pintu terbuka dan menghantarkannya pada seorang wanita muda dan sexy...


''Permisi selamat pagi...aku mau brtemu tuan Dilan..''


''Baiklah nona silahkan masuk, kebetulan tuan Dilan baru saja datang....''


Divara mengangguk...lalu melangkah ke arah pintu dan membukanya....


Deg!!!


Divara membeku ketika melihat tatapan tajam Dilan kepadanya, pria itu tidak sendiri namun bersama beberapa pria berbadan tegap dan besar hingga tubuh Divara melemah..


Sedangkan Dilan menaikan sudut bibirnya...


''Akhirnya kau datang menyerahkan diri padaku pencuri kecil....beraninya kau dan adikkmu membohongiku...sialan...mata Dilan tertuju pada anak buahnya dengan tatapan marah....


''Aku ingin kalian menjualnya di pasar gelap, jadikan dia pelac*r atau apapun itu aku tidak perduli......''desis Dilan dengan dingin...

__ADS_1


Airmata Divara menetes benar-benar takut sekarang....


Mau liat Visual Divara di group ya....


__ADS_2