
Arkana juga mengangkat wajahnya penuh harapan, ketika melihat sosok Hani..yah..bukankah Ana sangat menyayangi Hani, itu berarti gadis ini tau apa yang terjadi..yah...Hani pasti tau dimana Ana berada sekarang.
Hani mengerutkan kening dengan ketakutan ketika kedua mafia kejam itu kini mendekatinya dengan tatapan intimidasi yang kuat..
Alex menyentuh bahu Hani mencoba membujuk...
''Hani...katakan dimana Ana sekarang...''
Hani menggelengkan kepalanya dengan polos. ia sama sekali tak mengerti dengan ucapan tuan Alex kepadanya..
''Aku benar-benar tidak tau...nyonya hilang setelah makan siang bersama tuan Alex...jadi aku sama sekali tidak tau, aku menjemputnya di restoran itu namun nyonya sudah tidak ada lagi..''ucap Hani dengan tegas...
Arkana yang tidak sabar mendekati Hani....ia sama sekali tak percaya jika Hani tak tau apapun tentang keberadaan Ana, ia yakin benar jika Hani pasti tau dimana Ana sekarang..
''Bisakah kau tidak berbohong Hani...tidak mungkin Ana bisa hilang begitu saja tanpa bantuan orang lain...'' geram Arkana dengan tatapan kesal,
Hani lalu menatap Arkana dengan pandangan tajam lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya yang akan mengubah seluruh kehidupan Arkana..
Sebuah buku kontrol kandungan berwarna biru di berikan Hani kepada Arkana hingga wajah pria itu memutih, jantungnya berdebar takut karna ia tau jelas apa buku ini...
''Jika aku tau dimana nyonya Ana sekarang mana mungkin aku akan diam saja..apalagi ada kenyataan ini...aku sama sekali tidak tau keberadaan nyonya Ana saat ini.'' ucap Hani membela diri..
Alex dan Arkana saling menatap tajam.....
Arkana menerima buku berwarna biru itu dengan gemetar, lalu menurunkan pandangan dan hatinya begitu sakit menatap nama
ANASTASYA ARKANA
Ana tetap memakai nama Arkana di belakang namanya..? kenyataan itu semakin membuat Arkana begitu tersiksa karna rasa bersalah yang sekarang mulai menuduhnya tanpa ampun.
Lembaran buku itu terbuka dan mata Arkana melebar tidak percaya melihat sebuah hasil foto USG yang memperlihatkan sebuah janin yang masih sangat kecil...
Mata Arkana basah ketika satu kenyataan lagi benar-benar menghancurkan dirinya...
Hamil....?
''Yah...nyonya Ana sedang hamil anak anda tuan Arkana, usia kandungannya saat ini sudah 3 bulan.'' ucap Hani dengan tatapan beku...
Tubuh Arkana terduduk di kursi dengan seluruh tubuhnya yang gemetar,....
Ana sedang mengandung anaknya ketika pergi..Ana sedang hamil dan ia sama sekali tidak tau, bahkan terus bersikap kasar....?
Arkana menundukan kepalanya dengan rasa sesal yang begitu menyakitkan di dadanya...
__ADS_1
Bahkan pemandangan itu membuat Alex ikut sedih..bagaimanapun ia telah berjanji melepaskan hatinya dan mulai sekarang ia akan mendukung Arkana.
''Jangan bilang kau tidak tau kehamilan istrimu sendiri Arkana.'' cecar Alex dengan tatapan sedikit kesal..
Arkana menatap Alex dengan wajah bingung, dan sesaat kemudian ia menundukan kepalanya..dan tertawa walau matanya basah oleh airmata..
''Ana...memberitau semua orang tapi tidak denganku, suaminya sendiri dan ayah dari bayiku sendiri.'' suara Arkana berubah menjadi serak..
Hani menatap Alex dan meminta solusi, apa yang harus mereka lakukan kepada tuan Arkana..Alex mengirm sinyal agar Hani pergi saja meninggalkan mereka sendiri..dan Hani menyanggupinya.
Hani kemudian berpamitan dan meninggalkan ruangan restoran yang telah berubah menjadi kapal pecah dalam sekejap, bahkan pemilik Restoran enggan menegur Arkana dan Alex ketika sadar siapa mereka..
Alex duduk di hadapan Arkana dan meletakan gelas kosong dan mengisinya dengan minuman beralkohol...
''Mungkin saja..dia mau memberitaumu tapi dia tak punya kesempatan Arkana..''
Pria itu mengangkat wajahnya dan menggeleng, sesekali ia menggertakan giginya ketika USG bayinya kembali ia lihat,rasanya menyakitkan ketika anaknya sedang tumbuh dalam rahim Ana dan kini Ana pergi begitu saja dan membuatnya tersiksa...terlalu menyakitkan untuk Arkana..
''Dimana aku harus mencarinya dimana..katakan Alex...dimana...? anakku...anaku..aku bahkan tidak menyadari kehadirannya...padahal aku sangat mengharapkannya, bagaimana bisa aku di sebut ayah...? tidak..mengapa ini terasa menyakitkan..mengapa...'' teriak Arkana sangat marah pada dirinya sendiri..
Bahkan anaknya merasakan langsung ketika ia mengancam dan menyakiti ibunya, Ana...mengapa Ana diam saja..mengapa tak sedikitpun bicara atau membela diri..mengapa Ana hanya diam dan menerima hukuman lalu pergi begitu saja meninggalkannya...tak taukah Ana jika Arkana sungguh hancur dengan kepergiannya...
Arkana tiba-tiba berdiri hingga membuat Alex sedikit terkejut....
Alex menganggukan kepalanya lambat-lambat ia pun tersenyum,
''Aku akan membantumu Arkana..aku akan membantumu.''
Arkana terdiam sebentar menatap wajah Alex yang tulus, ironis dulu mereka pernah ingin saling membunuh namun kini secara tak langsung Ana mempersatukan hubungan mereka...
Alex mengulurkan tangannya dan Arkana menatapnya...lalu membalas uluran tangan Alex.
''Aku minta maaf atas segala yang terjadi di anatara kita Arkana tentang adikmu Katres....''
''Aku juga minta maaf atas masa lalu kita...tentang aku yang menculik Ana darimu...aku sungguh merasa malu..''
''Lupakan itu Arkana...kita bisa menjodohkan anak kita kelak bukan..''
Arkana tersenyum skeptis, sembari mengusap wajahnya dengan kasar...
''Tentunya setelah aku...menemukan Ana dan bayi kami nanti..''
''Kau pasti akan menemukannya aku yakin..''
__ADS_1
Arkana mengangguk...
''Bisakah kita menjadi sahabat seperti dulu Alex.''
Alex terkekeh....
''Mungkin aku akan lebih senang lagi ketika kita berbesan nanti..''
''Tentu saja....kau harus mencari calon ibu dari anakmu lebih dahulu...jangan terlalu lama karna aku...tak ingin anakku punya pasangan yang tua.''
Arkana mengedipkan matanya lalu melangkah pergi mencairkan kebekuan di antara mereka..
Alex melirik kesal...
''Baik...aku akan mecari wanita itu sekarang tapi, aku harus bertanggung jawab dengan semua kerusakan ini...Alex menggelengkan kepalanya..Arkana..kau memang cepat terbakar emosi...'' Alex menggelengkan kepalanya..
Pria itu lalu melangkah keluar dari Restoran dan mengganti kerugian yang di sebabkan tindakan Arkana..
*************************************************
Mobil milik Alex meluncur menuju minimarket kecil di pinggir jalan ia sangat haus, sebelum melakukann perjalanan mencari jejak Ana..
Alex masuk dan mulai mengambil minuman dingin di rak dan melangkah ke kasir namun belum saja sampai ia begitu terkejut ketika seorang gadis tampak memotong jalannya mengantri dan langsung berdiri di hadapannya tanpa rasa bersalah...
Rambut gadis muda itu panjang sampai punggungnya, dia sedikit mengibas-kibaskan dan rambut itu mengenai wajah Alex...pria itu terbakar amarah dengan cepat...beraninya gadis ini...?
''Hey...apa kau tau kau memotong antrian..''
Gadis itu menoleh dan memasang wajah lugu...
Deg!!!!!
Alex membeku ketika ia melihat betapa cantiknya gadis ini, seperti bidadari...
''Maafkan aku paman, tapi...aku sedang datang bulan..''
Gadis itu menunjukan pembal*t wanita tanpa sedikitpun malu..dan wajah Alex yang merah padam,...apakah dia terlalu tua..? astaga...
''Siapa namamu gadis kecil..''
''Maya...panggil aku Maya..'' gadis itu mengedipkan matanya, lalu berbalik...
Bagus...pria tua ini tampak menyukainya....Maya terkekeh merasa menang karna telah mengelabui Alex....
__ADS_1