
Damian melonggar kan dasinya ketika Aley membuka semua pakaiannya....di hadapan dirinya yang sedang kelaparan..
Mengapa Aley melakukannya...apakah istrinya memang sengaja...
''Aley apa yang kau lakukan..''
''Aku ingin mandi sebentar,...kau tolong awasi Aura...''
''Aku tau kau mau mandi hanya saja mengapa kau harus membuka pakaianmu disini....''tatap Damian mulai merasa panas..
Aley tertawa....
''Apa kau baru pernah melihat tubuhku...aku bahkan telah melahirkan anak untukmu...'' desis Aley kesal...lalu melangkah mengambil handuk tipis, melilitkannya di dadanya dan melangkah santai ke arah kamar mandi..
Aley mengepalkan tangannya, sembari membuka pintu kamar dia melangkah masuk ke kamar lalu menutupnya...Aleysa melepaskan handuk dan di letakan di gantungan,lalu dengan tubuh polos ia melangkah ke kamar mandi dan menyalakan Shower..dan membiarkan air jatuh membasahi tubuhnya...
Mengapa Damian terlihat tidak tertarik kepadanya padahal tadi memang Aley sengaja menggoda Damian namun pria itu tetap tegak seperti patung ia tidak tergoda sedikitpun..
Aleysa mulai merasa tidak percaya diri, apakah ia karna dia tidak terlalu sexy..tapi dia cantik kok...Aleysa berdecak kesal..
''Baiklah Damian...aku akan melihat sampai dimana kau akan bertahan.....''
*******
Damian memandang wajah Aura yang tertidur lalu perlahan jemarinya ia mulai menyentuh wajah mungil Aura dan menjadi menyesal karnanya..karna keegoisannya dan juga Aley membuat Aura yang harus menjadi korban...
''Anakku..maaf karna membiarkanmu tumbuh seperti ini...kami adalah orangtua yang tidak dewasa dan Daddy sungguh merasa bersalah karna membuatmu sempat kehilangan kasih sayang..namun...Daddy janji kami akan menjadi orangtua yang terbaik..Mommy dan Daddy akan terus mendampingimu sampai kapanpun..''
Aura masih terlelap dalam tidurnya dan pemandangan itu membuat hati Damian menjadi damai..
Disaat yang sama Aley keluar dari kamar mandi memakai jubah mandinya dan membeku melihat tatapan aneh Damian kepadanya...Damian bangkit berdiri lalu melangkah mendekati Aley dan keduanya bertatapan....
Sekarang gantian wajah Aley yang menjadi pucat, padahal tadi dirinya yang mau menggoda Damiannamun malah di buat tak berkutik oleh tatapan Damian kepadanya...
''Aley.....''
''Ada apa...mengapa kau menatapku seperti itu...''tatap Aleysa tercekat..
''Apa kau sudah selesai.....'' desis Damian...
''Yah....aku sudah selesai memangnya kau mau apa Damian...astaga jangan bilang kau tergoda kepadaku..kau akan......''
Damian menaikan sudut bibirnya.....
''Aku juga ingin mandi Aley memangnya apa yang kau pikirkan....''
__ADS_1
Damian lalu masuk ke kamar mandi dan membanting pintu dan membuat Aley mengerang...dasar.....''
Padahal Aley tidak akan menolak juga, wajah Aleysa kemerahan lalu mendekati ranjang dan memindahkan tubuh mungil Aura ke dalam box bayi...lalu ia pun bergerak untuk mengganti gaun tidur dan segera naik ke atas ranjang dan berbaring disana...lalu menutup tubuhnya dengan selimut....ia sungguh malu...
*********
Tengah malam....
Aley membalikan tubuhnya dan memeluk tubuh Damian yang belum juga tertidur entah karna apa...jemari Aley tampak posesif memeluk tubuh Damian...namun entah mengapa jemarinya malah jatuh tepat di bawah pinggang Damian hingga pria itu membuka mata lebar karna reflex akan sentuhan Aley pada kej*ntanannya yang memang dari tadi sudah menegang sempurna..
Damian menghela nafas, ketika di luar kendalinya...kej*ntanannya mulai mengeras dan membesar ketika jemari lentik Aley masih berada disana...
Damian merasa akan meledak..menjauhkan tubuh Aley dengan paksa hingga gadis itu terbangun tiba-tiba..
Dengan mata sayunya,...Aley menatap mata Damian yang begitu tajam kepadanya..ia masih belum sadar apa yang terjadi...dan masih menatap mata Damian dengan bingung...
''Mengapa kau membangunkan aku.....'' protes Aley kesal..
''Tanganmu Aleysa,...'' suara Damian meninggi hingga Aley baru sadar jika dari tadi dia sedang memainkan kej*ntanan Damian dalam genggamannya..bagaimana bisa...?
Sontak Aley menarik tangannya namun,.....seolah kehilangan kendali Damian merasa gila..ia menaikan tubuh Aleysa pada tubuhnya dan menatapnya tajam...
''Apa kau sengaja Aleysa...''
''Yah...baiklah aku sengaja...lalu kau mau apa..kau mau marah lagi...''
''Aley...''
''Kau sangat manis suamiku..''
Tanpa di duga Damian...
Aley mendekatkan wajahnya dan melum** bibir Damian lebih dahulu sementara tangannya bergerak turun menyentuh kej*ntanan Damian dan mengusapnya dengan panas...
Damian sungguh tergoda...di dalam otaknya sedang terjadi perdebatan sengit..antara menolak dan menerima sentuhan Aley kepadanya....
Tubuh bawahnya bahkan sudah menegang sempurna akan sangat menyakitkan jika dia tidak bisa menuntaskan hasratnya bukan....??
Aleysa tiba-tiba melepas ciuman mereka dan ia pun tertawa kesal...
''Apa kau sama sekali tidak ingin menyentuhku...'' ucap Aleysa dengan nada lemah,..
Aleysa lalu bergerak turun dari tubuh Damian dan tertidur membelakanginya...
Namun tidak lama karna setelah itu Damian segera membalikan tubuhnya dan menaikinya dengan tatapan membara...
__ADS_1
''Nakal....kau membuatku gila Aleysa...''
Huh...
Aleysa bahkan tidak sempat membalas ucapan Damian karna pria itu dengan ganasnya mencium Aleysa dengan penuh gairah...sementara kedua tangannya naik dan menyentuh pa yu da ra Aleysa dan meremasnya lembut...membuat ******* lolos dari bibir Aleysa..
Dia mendapat serangan tengah malam, meski memang dia yang memutuskan lebih dahulu memberi sinyal..
Sementara itu jemari Aleysa sudah bergerak turun menyentuh kej*ntanan Damian yang duah mengeras dan siap...
''Arrgghh....Aleysa sayang.....''
Bibir Damian bergerak turun dan melum** put*ng pa yu da ra Aleysa dan menggilasnya tanpa ampun...memberi jejak basah yang nikmat membuat Aleysa mendesah..sambil terus mengul** pa yu da ra Aleysa..
Damian bergerak menyatukan tubuhnya dalam-dalam membenamkan dirinya di dalam diri Aleysa dan merasa lega luar biasa ketika kenikmatan itu begitu membungkusnya dengan rapat dan hangat..
''Sayang...'' bisik Damian sembari terus menciumi bibir Aleysa sembari tubuhnya bergerak menyambut kenikmatan yang tidak tertahan...
Tubuh keduanya bersatu dengan kemenangan telak di pihak Aleysa...bagaimana mungkin Damian mampu menolaknya...Aleysa menjadi lega...ini adalah kesempatan dan tentu Aleysa tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan Damian kepadanya...
********
Dilan menatap pantai di depannya dari ketinggiaan.. dengan hampa, rencananya gagal mendapatkan kembali Diza....yang bahkan sudah hamil, kenyataan kalau Mark mafia yang telah didukung oleh seluruh keluarga yang memang mereka semua adalah para mafia membuat posisi Dilan semakin sulit...mereka akan memusuhinya jika dia memaksakan diri...
Aaah....mengapa rasanya sakit sekali.... disaat ia benar-benar sudah jatuh cinta,....
Lama Dilan masih berasa disana dengan tatapan beku..
Ketika tiba-tiba seseorang mendorongnya untuk jatuh....Damian kehilangan kendali dengan tubuh yang jatuh ke dalam air namun dia tidak sendiri ketika dia juga menarik seorang gadis yang mendorongnya tadi..
Byyuurrrr...
Tubuh keduanya jatuh ke pantai yang tidak terlalu dalam,....namun entah punya kekuatan dari mana, gadis itu terus menyerangnya meraih..apa saja di sekitarnya dan berusaha melukai Dilan....
''Hentikan...aku bilang hentikan..'' teriak Dilan
Ketika dengan cepat mencengkram lengan gadis yang ingin membunuhnya tadi...
''Siapa kau........''
''Playboy pembunuh..'' jeritnya penuh dendam...
Deg!!!!
''Apa.....maksudmu.'' teriak Dilan dengan murka...
__ADS_1