
Damian pulang tepat waktu meski masih bersikap kaku kepada Aleysa namun ia menepati janji kepada istrinya agar mereka menjemput putri mereka Aura...
Aley turun dari atas tangga menggunakan rok jeans pendek dan sepotong kaos tanpa lengan yang mampu membuat mata Damian melebar, rambut panjangnya di biarkan tergerai, dia sangat cantik seperti anak remaja saja....Damian sempat terpana pada istri cantiknya...namun segera bersikap dingin ketika Aley turun tangga,...
''Mengapa kau lama sekali....orangtua kita sudah menunggu..''
''Maaf...aku masih merias wajahku...''
Ketika Aley sedang memperbaiki rambutnya, ia sedikit terkejut ketika Damian memberikannya ponsel keluaran terbaru...
''Ini untuk mengganti ponselmu yang rusak kemarin Aley...''
Mata Aley berkaca-kaca..
''Terimakasih Damian.....''
Aley ingin menghambur dan memeluk Damian namun, ia menghentikan keinginannya karna Damian memberi tatapan tajam kepadanya...
''Kendalikan dirimu Aley....aku belum memberi maaf kepadamu...'' desis Damian dengan sangat dingin...
Aley hanya mengangguk dengan kecewa..namun menahan semua perasaannya, setidaknya ponselnya di ganti...
Damian hanya menggeleng....lalu melangkah lebih dahulu dan Aley hanya mengerut kesal lalu mengikutinya dari belakang...mereka masuk ke dalam mobil yang sama...
Damian menyetir sendiri mobilnya...
Sepanjang perjalanan Aley mulai mencoba ponsel barunya dengan memotret wajah dingin sang suami dan mengabadikannya....
''Ingatlah Aley...kepercayaan itu sangat mahal harganya jadi kau tidak boleh menggapangkan semuanya...aku tidak memaafkanmu........''
''Aku mengerti Damian....aku sudah berubah,.....akan aku buktikan....''
Aleysa mendekatkan wajahnya namun dengan telunjuk besarnya Damian mendorong kening Aley menjauh...
''Jangan coba-coba...''
''Baiklah.....'' ucap Aley cemberut...
Aleysa memalingkan wajahnya dan menatap ke arah jendela..membayangkan akan bertemu anaknya lagi membuat hati Aley menghangat....ia sungguh merindukan putri kecilnya dengan sangat besar...bagaimana bisa ia melupakan Aura selama ini....??sungguh Aley merasa bersalah hingga airnatanya menetes tanpa mampu ia cegah...
Aleysa memejamkan matanya..berharap, ia bisa menjadi ibu yang baik untuk Aura dan benar-benar bisa berubah menjadi dewasa.....
Damian menatap wajah Aley dari samping, meski tertutup rambut Damian tau kalau Aleysa sedang menangis dan Damian hanya bisa berharap kalau kali ini Aley bisa berubah dan bukan hanya sesaat....
__ADS_1
Damian kembali menatap jalan di hadapannya....
*******
Ana menatap tajam ke arah putrinya...
''Apakah kau benar-benar anakku...''
Aleysa mencibir....ketika ia menggendong si kecil Aura ketika sang ibu membuka pintu...Ana sungguh tak percaya ketika membuka pintu rumah di sambut oleh permintaan maaf sang putri..Aley bahkan sambil meneteskan airmata...
''Ibu aku benar-benar anakkmu...'' ucap Aleysa seraya memeluk putrinya yang sedang menatapnya intens...
''Aura rindu Mommy nak.....oh...anakku...Mommy datang untuk menjemputmu nak...'' bisik Aley dengan airmata yang menetes...
Ana menatap sang menantu dengan tajam dan memberi isyarat..sementara Damian hanya mengangguk membenarkan jika Aley sudah mulai berubah....
Arkana yang baru saja turun dari lantai atas, terkejut melihat Aley yang tersenyum ceria..sembari menggendong anaknya, begitu melihat Arkana Aley langsung menghambur dan memeluknya..
''Ayah....aku merindukanmu...'' bisik Aleysa pada sosok Arkana yang tentu saja membalas pelukan putrinya yang manja dan mengusap punggungnya sementara matanya menatap pada Ana dan juga Damian yang hanya terdiam....
******
''Jadi pada dasarnya tuduhanmu tidaklah benar Aleysa...'' tanya Arkana ke arah Aleysa...
''Ayah...aku pikir selama ini teman-temanku baik ternyata mereka sangat kejam...jadi aku sudah meminta maaf pada Damian.......'' ucap Aleysa tertunduk..
''Ayah dan ibu menjadi lega sayang, meski usiamu masih sangat muda..bukan berarti kau bebas seperti gadis lajang dulu...kau punya tanggung jawab sebagai istri dan ibu untuk Aura...jangan korbankan Aura demi ke egoisan kalian...''
''Aku berjanji Ayah,...sebegai suami aku akan menjaga keluargaku dengan baik..''
Arkana sungguh bahagia mendengarnya...
''Kau benar-benar putraku yang bisa di andalkan...meski Aley sedikit kekanakan bimbinglah dia...sedikit keras juga tak mengapa...asal demi kebaikannya...ayah dan ibu...akan selalu mendukung kalian berdua...''
''Tentu saja Ayah...aku bahkan mulai menjadi istri yang baik pagi ini.....aku bangun pagi sekali dan memasak....''pamer Aley bangga..
Dan Damian hanya tersenyum ia membenarkan...sudah beberapa hari ini Aley masak dengan banyak dan enak...hingga ia akan selalu pulang ke rumah...
''Apakah kau kursus masak sebelumnya sayang karna ibu belum pernah mendengar kau memasak sayang, bahkan menyentuh penggorengan saja kau tidak pernah.....apakah kau belajar pada mama Airamu...''
Ana tersenyum ingin tau, jika Aley benar sudah bisa memasak maka itu bagus tapi...jika tidak dari mana asal masakan itu....?
Saat itu juga wajah Aley memucat ia menoleh dan menjadi gugup..
__ADS_1
''Yah...memang mama mengajariku memasak kok...Ibu ini benar-benar....''
Ana baru sadar jika Aley sedang berbohong dan melihat api di mata sang putri...
''Astaga Aley....ibu lupa jika kau pernah memasak di depan kita waktu itu kan ayah...'' bisik Ana mencolek sang suami dan Arkana hanya tersenyum menghela nafasnya..
Sementara Damian membeku mendengar kemungkinan itu semua lalu memandang Aleysa...dia sedang berbohong...?
''Aleysa telah berusaha dan aku menghargainya ayah dan ibu...'' ucap Damian dengan suara yang lembut..
Sementara Aley hanya menatap pasrah, jangan-jangan Damian sudah tau segalanya...?
''Baguslah kalau begitu oya besok, Dayse dan juga Will akan mengadakan resepsi pernikahan..apakah kalian akan ikut..hanya kita sebagai orang terdekat yang akan hadir...karna Will sedikit tidak nyaman jika banyak orang yang hadir..
Damian mengangguk...
''Tentu saja Ayah...kami akan hadir disana dan mendoakan mereka...Will adalah teman baikku..''
Arkana tersenyum lega...
*********
Akhirnya Damian dan Aley pulang dan membawa serta putri mereka...sepanjang jalan tak henti_hentinya Aley mengecup wajah anaknya dengan gemas..memberinya asi secara langsung dan menidurkan putrinya..Damian diam-diam memperhatikan Aley yang terlihat manis...
Mobil berhenti dan Aley keluar sambil membawa Aura..
''Selamat datang kembali dirumah Aura...anakku sayang...Mommy sangat rindu nak...''
Damian melangkah menikuti Aley dari belakang dan mengawasinya ketika Aley naik tangga ia khawatir sekali...
Aley membuka pintu kamar Aura dan meletakannya di atas ranjang dan menikmati wajah kecil yang semakin menggemaskan itu...
''Anakku sayang,....Mommy akan tidur bersama Aura...yah...''
Damian menghela nafas...
Aley malam ini terlalu menggoda hingga hasratnya bangkit walau ia harus bisa menahannya karna ia masih memberi Aley hukuman...
''Apa kau mau langsung tidur Damian....''
''Aku masih ingin melihat Aura tidur,...''
Aley mengangguk lalu berdiri dan mulai membuka kaaosnya dan menyisakan bra dan penutup milikknya di bawah sana..tubuh Aley terlihat indah dan membuat Damian harus memalingkan wajahnya...
__ADS_1
Aleysa benar-benar sengaja menggodanya...gerutu Damian menahan dirinya sekuat tenaga..