Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Rencana Alex


__ADS_3

Alex keluar dari apartement mewahnya, hari ini ia sangat senang ketika salah satu anak buahnya mengatakan bahwa berkas mereka sudah siap, begitu Ana kembali bersama si pria gila Arkana itu maka Alex akan membawanya pergi jauh tanpa menunda waktu. bahkan ia sudah menyiapkan dokumen Ana yang baru. Alex sudah membayangkan jika sampai disana ia akan langsung mengganti nama Ana, lalu menikahinya mereka akan hidup bahagia tanpa ada gangguan dari Arkana, ia yakin kali ini sekuat apapun Arkana berusaha ia tak akan pernah menemukan mereka.


Alex melangkah ringan menuju mobil, hari ini ia harus menemui salah satu klien untuk memindahkan semua perusahannya di luar negri tempat yang akan menjadi tempat tinggal barunya ketika nanti ia membawa Ana pergi, pria itu sudah tak sabar lagi...


Untuk mengusir rasa cemburunya ketika membayangkan Ana bersama Arkana maka Alex lebih memilih menyibukan diri dengan perpindahan semua kekayaannya, mengurus segala sesuatu yang telah ia siapkan untuk bekal hidupnya dan Ana..


''Silahkan masuk tuan Alex..'' ucap sang supir membuka pintu mobil.


Alex akhirnya masuk dengan tenang, sambil memeriksa ponselnya berisi pesan dari kliennya bahwa dia sudah menunggu di Restoran Garden Blue. Alex masih memandang walpaper berisi foto ditinya dan Ana yang terpasang disana, foto itu di ambil ketika mereka makan malam dulu..


Alex tersenyum...


''Kita akan bahagia sayang, aku berjanji..kita akan bersama kembali, aku akan merebutmu kembali karna sejak awal kau adalah milikku.''


Alex mengeraskan tatapannya...


Mobil itu berhenti di lokasi parkiran Restoran Garden Blue dan melangkah masuk, dari jauh tampak seorang pria berusia sekitar 50 tahunan melambaikan tangan kepadanya, Alex tersenyum lalu mendekati pria itu..


''Mr. Deril.''


''Mr. Alex.''


Keduanya saling mengulurkan tangan kemudia duduk kembali,


''Maafkan aku membuatmu menunggu lama, maafkan aku...Mr. Deril.''


Pria itu tersenyum..


''Aku sedang santai dan hanya 15 menit itu bukan masalah.'' jawab Deril santai,.


Alex lalu mengangguk..


''Bagaimana dengan kerjasama kita, aku akan memindahkan perusahaanku dari negara ini.''


''Kau yakin akan pindah Mr Alex.''


''Tentu....aku tak pernah seyakin ini.'' Alex masih tampak bahagia, senyum tak pernah lepas darinya..


Merekapun langsung memesan makanan dan mulai membicarakan bisnis mereka lebih lanjut, ALex tampak antusias sambil membuang pandangan ke sekelilingnya, dan matanya menangkap seorang gadis yang tampak sedang berkelahi, gadis cantik itu tampak di penuhi emosi..


Pandangan Alex menyipit ketika ia mengenal gadis itu..


''Hani...'' ulangnya seakan tak percaya..


Biasanya Hani dalam kesehariannya memakai stelan jas dan celana panjang hitam untuk menemani Ana, namun kali ini ia tampak berbeda, memakai rok jeans pendek lalu T-shirt berwarna biru, rambutnya tergerai panjang menutupi punggungnya,

__ADS_1


ia tampak seperti gadis remaja yang masih sekolah dan sedang mengerjakan tugasnya disini..


Astaga, memang gadis ini masih sangat muda, usianya bahkan di bawah Ana, dia sedang bertengkar sekarang. dan Alex tertarik untuk mendekatinya sekaligus meminta informasi tentang Ana kepada Hani..


Hani bersedekap tak mampu menahan emosi melihat sepupunya, anak dari bibinya tampak ingin memerasnya namanya Linda.


''Aku tak punya uang untuk di berikan kepada keluargamu Linda, aku rasa cukup bukan kakakku telah memberikan segalanya, kami tak punya hutang lagi.''


Linda sungguh tak terima melihat perubahan Hani yang mencolok dan melebihi dirinya, Hani sekarang mampu berpakaian mahal, wajahnya cantik itu pasti juga karna perawatan yang tidak murah, Hani menjelma menjadi seorang gadis yang kaya dalam waktu sekejap, padahal dulu tugasnya dirumah Linda adalah memberishkan tempat tidur Linda, menyiapkan bajunya, makannya, bahkan melap sepatu Linda ketika ia akan pergi..Linda tak pernah menyangka jika Hani berubah menjadi kaya bahkan sekarang sedang kuliah di saat Linda sendiri bekerja di sebuah Restoran cepat saji.


''Apa kau lupa jika ibuku merawatmu.''


''Aku bekerja seperti pembantu di rumahmu padahal kenyataannya adalah aku sepupu kandungmu.''


''Lalu kenapa...apa kau mulai menyombongkan diri sekarang, jika kau tidak melunasi sisa uangamui pada ibu sebesar 300juta maka aku akan mengganggumu setiap saat..''


Hani membulatkan matanya,


''300 juta apa kau sudah gila...''


Linda mendekat dan memincingkan matanya....


Cepat berikan uang itu..''


''Tidak....''


Hani yang memang gadis keras kepala jauh dari kata menyerah ia malah menantang balik Linda untuk memukulnya, walau tubuh Linda jauh lebih tinggi darinya dan berbadan ala bodyguar, meski dia perempuan...


''Aku memang tak punya uanga..''


''Bohong..''


''Tidak....''


Linda sangat marah dan infgin memukul Hani namun ironisnya, jemarinya malah tertahan di udara, dan rasa nyeri menyebar di lengan sampai bahunya, ia meringis....


''Arrgghh...sakit.''


Hani juga terkejut mendengar teriakan Linda, mengapa Linda malah berteriak seharusnya kan Hani yang berteriak..


Hani membalikan tubuhnya dan begitu terkejut melihat sosok Alex sedang mencekal; tangan Linda di udara..


''Beraninya kau mengancamnya di tempat umum..apakah aku bosan hidup..''teriak Alex murka..


Hani merasa bingung sendiri walau ia marah namun ia merasa kasihan melihat Linda mulai menangis karna Alex jauh dari kata selesai untuk menyakiti tangannya..

__ADS_1


''Tuan Alex...'' Hani menundukan kepalanya dalam-dalam.


Alex lalu menghepaskan pegangannya dengan kasar pada Linda dan menatpnya tajam, Linda sangat ketakutan melihat sosok ALex, yang mempunyai tubuh yang jauh lebih tinggi dan sangat tampan, tentu di lihat dari tampilannya semua orang juga tau Alex bukan berasal dari negara ini..


''Siapa wanita gila ini yang berani menyerangmu di tempat umum, apakah dia sudah bosan hidup.'' desis Alex dengan tatapan membunuh.


Hani menundukan kepalanya...


''Dia sepupuku tuan ALex...dia sepupuku...kami sedang ada sedikit masalah.''


Hani memilih merahasiakan segalanya jika tuan ALex tau Linda meminta uang maka kakak sepupunya akan mati, walau marah namun Hani tidak setega itu.


Linda gemetar itu terlihat dari wajahnya...namun tak mudah menipu seorang Alex Rule..pria itu tersenyum membaca wajah keduanya yang gugup..


Alex mendekati Hani dan keduanya bertatapan..


''Jujur padaku atau aku akan menyeret sepupumu untuk mengaku, mudah bagiku melakukannya kau tidak lupa siap[a aku bukan.''


Hani menjadi pucat saat harumnya nafas Alex begitu dekat dengannya, ia merasa gugup seketika.


''Aku berhutang padanya dan dia meminta kembali uangnya.'' ucap Hani pelan.


Alex menoleh kepada Linda..lalu meraih sesuatu dari dalam jasnya..


Mata Linda dan Hani melebar ketika melihat buku cek, pria itu lalu menatap Linda..


''Tuliskan berapa jumlah hutangnya dan aku akan memberikannya kepadamu...''


Mata Linda berbinar...ia lantas merebut cek itu dan berterimakasih,.


''Kau sangat pengertian tuan yang tampan..''


Hani menjadi tidak enak,..


''Tuan Alex, anda tak perlu melakukan ini kepadanya...''


Alex tersenyum.....


''Selama ini kau sudah membantu hubunganku dengan Ana, kami akan segera menikah dan aku akan sangat bahagia...anggap saja itu bonus dariku..aku melunasi utangmu..''


Hani langsung menundukan kepalannya penuh hormat..


''Terimakasih tuan Alex.''


Alex lalu meninggalkan Hani yang masih menatap tubuh Alex dengan pandangan beku...tugasnya sudah mendekati Finish.....batin Hani pelan..

__ADS_1


__ADS_2