
Hening di antara mereka, Rio kehilangan kata ketika melihat seorang Maya, yah,...memang ia belum pernah bertemu gadis ini karna Maya lebih dahulu melarikan diri sebelum dia menjadi asisten kepercayaan tuan Dave.
''Siapa kau...'' desah Maya terlihat gelisah...
Rio membeku di tempat, ia tak tau harus melakukan apa, karna tatapan Maya seakan melumpuhkan dirinya, hatinya bergetar ketika sadar seorang Maya adalah gadis muda yang sangat cantik meski..ada memar di wajahnya Rio yakin jika itu adalah perbuatan tuan Dave..ada rasa tidak rela melihat gadis ini tersakiti..
''Aku adalah Rio, aku asisten tuan Dave...bisakah aku memberimu saran Maya..''
Maya mengangkat wajahnya dengan tatapan nanar...
''Aa..aku akan mendengarmu..katakan,...apakah tuanmu akan menyiksaku lagi..'' desah Maya dengan suara yang mulai serak,
Rio melangkah mendekati Maya meski gadis itu bergerak mundur menjauhinya, Rio tetap mendekat....keduanya saling bertatapan...
''Jika kau melawan tuan Dave maka kau akan berakhir dengan kematian yang sia-sia..''
Maya melonggarkan tenggorokannya, ia tersenyum..
''Aku bahkan telah siap jika memang dia akan membunuhku...''
Rio tertawa...
''Aku pikir kau Maya yang sama yang telah menembak bahunya dan melarikan diri....tapi ternyata aku salah..Maya hanyalah seorang gadis lemah yang menunggu kematian..''
Maya kembali meneteskan airmatanya dan memalingkan wajahnya menatap lautan luas itu dengan kesedihan yang sungguh membungkusnya...
''Hidupku sudah hancur dan aku....telah kehilangan segalanya....''
Rio mengangguk..
''Aku yakin jika orang yang mencintaimu ingin kau bahagia dan tetap hidup..''
Kali ini Maya menoleh seakan mendapat kekuatan dari kata-kata Rio...gadis itu lalu mengingat kata-kata kak Ana kepadanya...
Ini kalung keberuntunganku Maya, aku berharap kau akan menemukan takdirmu dan hidup bahagia...aku yakin..kau akan selalu terhindar dari hal buruk...
Maya menyentuh kalung pemberian kak Ana dengan lembut, jemarinya bergetar disana...kemudian ia segera menghapus airmatanya..
__ADS_1
''Aku akan makan sekarang..''
Rio tersenyum seraya meletakan nampan di depan Maya, dan gadis itu mulai melahap semua makanan dengan sekaligus sampai ia terbatuk-batuk dan memukul dadanya, melihat itu membuat Rio sedikit khawatir dan menyerahkan sebotol air kepadanya..
Maya menerimanya dan meneguknya dan merasa lega...
''Pelan-pelan saja makannya, tak akan berebut makanan denganmu Maya..''
Mendengar ucapan Rio, Maya kemudian mengangkat wajahnya, dan menatap mata Rio, wajah dingin itu menghilang di ganti wajah ramah..
''Terimakasih..aku kira semua anak buah Dave hanyalah sekumpulan para pria yang di cuci otaknya dan selalu bersikap kejam...mengapa kau bersikap baik kepadaku..''
Rio menghela nafas....
''Sejahat apapun kami,...namun tetap saja naluri sebagai manusia itu tetap ada...hanya pilihan ada pada kita ingin berbuat baik atau tidak...''
Maya terdiam...meresapi kata-kata Rio sepenuh hati, hal yang sama terjadi kepadanya, ia memilih mengabaikan naluri manusianya dan mengikut egonya..dan akhirnya segalanya hancur...
Maya baru sadar, semua yang di lakukan seorang manusia tersebut, entah itu baik atau buruk, semua ada balasannya...
***********************************************
Ana membeku mendengar berita yang menyesakan dadanya hari ini. yaitu berita kematian Maya dan Dave, dalam kecekaan kapal, mereka tenggelam dan bahkan polisi tidak bisa mengangkut bangkai kapal, mereka hanya menemukan koper milik Maya dan Dave juga semua barang-barangnya yang mengapung di antara barang-barangnya ada juga barang-barang Dave termasuk tanda pengenal mereka...
Airmatanya Ana menetes ketika menahan dadanya yang begitu nyeri, wanita itu berteriak histeris., ketika menyadari Maya telah meninggalkan mereka untuk selamanya...bagaimana mungkin Maya berkorban seberat ini..bagaimna bisa...??
''Kurasa itu tidak benar Arkana, tidak mungkin...Maya tidak mungkin celaka...apakah kau juga mengirim orang kita untuk mencarinya..mungkin saja ada kapal yang lewat dan mereka....''
''Ana...sadarlah, semua memang benar...Maya melakukan semua ini untuk mendapatkan maaf dari kita semua...dia memilih berkorban Ana...''ucap Arkana dengan sedih, ia kembali memeluk tubuh Ana dengan erat menenangkan istrinya yang begitu terguncang dengan kabar pagi ini..
''Tidak Maya...mengapa kau melakunnya mengapa.....''jerit Ana penuh penyesalan, ia sungguh terluka kehilangan Maya.
Itu berarti kemarin adalah pertemuan mereka yang terakhir..bagaimana bisa Maya.....teriak Ana tidak terkendali..
''Ana....''
''Aku bahkan membencinya di hari terakhir ia datang, aku melontarkan kata-kata kasar dan menyakiti hatinya dengan dalam, apakah aku bisa di maafkan Arkana,...bukankah aku sangat jahat...'' ucap Ana sangat sedih.
__ADS_1
''Ana hentikan, kau harus menerima kenyataan dan hanya bisa bersyukur jika sebelum dia pergi kalian sudah saling memaafkan...''ucap Arkana mencoba membujuk..
Ana menggeleng dengan isakan sedih, tidak mungkin ini terjadi...tidak mungkin Maya meninggalkannya sekejam ini...bukankah dia gadis yang kuat...?
Mengapa.......?
Tubuh Ana melemah di dalam pelukan Arkana yang erat, hingga wanita itu mulai kehilangan kesadaran, Ana jatuh pingsan karena syok...Arkana menghela nafas sedih...lalu membawa tubuh Ana ke kamar dan segar menelfon dokter untuk datang dan memeriksa tubuh Ana yang sangat lemah...
Arkana duduk di sofa seraya mengenang jika Maya memintanya berhati-hati, dan berjanji hari ini akan menyerahkan Dave ke kantor polisi dan akan menghukum pria itu dalam waktu yang lama karna Maya akan menjadi saksi kunci. Maya meminta mereka menunggu kabar darinya, dan akhirnya kabar buruk itu datang..kapal itu tenggelam secara utuh ke dalam dasar laut yang dalam..dan membuat mereka tenggelam..polisi lalu menutup kasus mereka...
Arkana masih ingat tatapan Maya yang terlihat patah hati dan hancur...
Ya ampun Maya......desah Arkana dengan rasa penyesalan yang dalam..
Ketika Arkana masih menunggu dokter, Alex dan Aira masuk dengan langkah yang terburu-buru terutama Alex...Aira lalu menanyakan kondisi Ana dan pamit untuk melihat keadaan kak Ana...
Mata Alex basah dengan rasa penyesalan yang benar-benar menyakitinya dengan dalam, ia mendapat telp dari Arkana setelah ia dan Aira sedang berbicara, betapa terkejutnya Alex mendengar kabar yang mampu membuat dunianya gelap seketika....Aira segera berlari ke kamar dan melihat kondisi kak Ana yang pingsan..
''Arkana.....apakah..apakah berita itu benar.'' ucap Alex dengan mata yang basah....
Arkana mendekati Alex dan menepuk bahu Alex dan mengangguk pasti..
''Berita itu benar Alex...Maya benar-benar mengorbankan segalanya untuk kita...''
Alex sungguh kehilangan kata...
''Maya..tidak mungkin kau...meninggalkan kami seperti ini,..tidak mungkin..''ucap Alex mengusap wajahnya dengan kasar..sementara Arkana juga tak habis pikir, mengapa Maya harus mengorbankan dirinya, mengapa..? semua pertanyaan itu masih tersimpan di kepala...
Arkana lalu meletakan sebuah amplop putih di tangan Alex dan membuat pria itu menoleh...
''Apa ini...''
''Maya meninggalkan surat untukmu...aku pikir dia ingin menyampaikan sesuatu kepadamu..'' ucap Arkana lalu meninggalkan Alex sendirian dengan kesedihan yang tak mampu di sembunyikan..
Alex menggenggam surat itu dengan rasa sedih luar biasa..
Maya.......🥲
__ADS_1