
Ruang Operasi......
Ana memaksakan diri melepaskan infusnya untuk menjaga suaminya, walau kondisinya masih lemah, ia tidak bisa tenang kalau ia belum tau pasti kondisi Arkana yang sedang berjuang di meja operasi...
Dan disinilah Ana sekarang, duduk dengan tatapan mata yang kosong...Aleysa di titipkan pada Hani dan Danar karna ia harus berada di rumah sakit, beruntung Aleysa tidak rewel karna sudah terbiasa dengan Hani....
''Ana.....makanlah sesuatu..'' bisik Alex di sampingnya yang begitu khawatir,..
Ana menggeleng,...bahkan ia tak bisa mengunyah makanan dengan baik...bagaimana bisa ia makan sementara suaminya terbaring tak berdaya karna kesalahannya...
Semua adalah salah dirinya..kalau saja dia bisa bersikap tegas pada Maya...kalau saja dia bisa memberi hukuman yang pantas mungkin semua ini tidak akan terjadi..
''Aku tak akan makan sebelum Arkana keluar dari sana...'' tatap Ana dengan rasa sakit yang terlihat di matanya...
Alex menghela nafas......
''Jika kau tidak makan bagaimana kau bisa kuat untuk menjaga Arkana...bagaimana bisa...''
Airmata Ana menetes lagi...
''Mengapa ini semua terjadi...mengapa...seharusnya aku yang tertembak bukan dirinya...seharusnya aku saja...'' isak Ana tak berujung...
Alex memegang kedua bahu Ana dengan tatapan tajam...
''Bisakah kau berhenti menyalahkan dirimu..bukankah sudah cukup....Arkana melindungimu karna dia tidak mau kau terluka...aku pun akan melakukan hal yang sama ketika akulah yang pertama kali melihatmu...''ucap Alex tajam..
Ana terdiam...ia kehilangan kata, mereka terlalu mencintainya namun Ana menggampangkan itu semua...ini adalah kesalahannya...
''Sekarang makanlah..bukan hanya Arkana saja yang membutuhkanmu tapi Aleysa....''ucap Alex sedikit memaksa..
Hingga akhirnya Ana menyerah..ketika ALex meletakan kotak makanan di atas pangkuan Ana...
''Apa kau mau aku menyuapimu.....'' goda Alex sengaja ingin membuat Ana tertawa.
Dan kemudian berhasil karna wanita itu kemudian membuka sedikit mulutnya...
Ana tertawa....
''Aku bisa makan sendiri,.....''balas Ana pelan...
Alex menganggukan kepalanya....Ana mulai makan dalam keheningan, kepalanya terasa nyeri ketika membayangkan Arkana disana, di ruangan yang tertutup itu..hati Ana begitu sakit..ia sungguh tak sanggup tanpa Arkana..dan masih tak habis pikir mengapa Maya menembak suaminya...mengapa....??
Sementara........
Dave melangkah menyusuri lorong rumah sakit yang panjang..hari ini ia akan datang dan memberi kekuatan kepada Ana...yah..ini waktu yang tepat untuk merebut perhatian Ana bukan,....??
Dave tersenyum menang.......
Langkah kakinya teratur dan semakin mendekati ruang operasi dan melihat dengan jelas kalau Alex telah lebih dahulu berada disana dan memainkan perannya..sial,...ia tertinggal...
__ADS_1
Dave mengepalkan tangannya...ini saatnya bersaing dengan adil.....Ana akan menjadi milikknya...hanya miliknya....
Dave semakin mempercepat langkahnya kemudian sosok Dave muncul dan mengejutkan keduanya....
''Ana.....''sapa Dave dengan tatapannya yang sedih...
Pria itu datang membawa kotak makanan dan kue di tangannya, sedangkan Ana dan Alex sama-sama mengangkat wajahnya......
''Dave...'' desah Ana lalu menatap ke arah Alex yang juga menatap ke arah yang sama...
Alex seketika bangkit dari tempat duduk dan mendekati Dave...
''Kau......''
Dave menatap tajam ke arah Alex....
''Aku datang untuk menjenguk..dan aku tidak salah dalam hal ini Alex..''
''Yah...aku tau kau ada di balik ini semua yang terjadi Dave....''
Tatapan Dave mengeras....
''Kau selalu mencurigai orang lain Alex, mengapa kau tidak mengoreksi dirimu sendiri.....''
''Apa maksudmu...''
Dave tersenyum...
''Bajingan..kau mau menuduhku begitu...'' teriak Alex dengan geraman yang kentara...
Ana menoleh dan berdehem hingga kedua pria itu menghentikan ketegangan di anatara mereka...
''Dave....bisakah kau pergi saja...aku tak ingin kau membuat keributan disini..'' ucap Ana dengan dingin lalu melangkah menjauh...
Sementara Alex mengeraskan tatapannya....
''Kita liat saja Dave.....aku akan menemukan kebenaran tentangmu..''
''Coba saja...aku akan melihat sampai dimana kau bisa membuktikan itu semua...'' tantang Dave tajam...
Alex kemudian melangkah mengikuti Ana yang menjauh.....
Sementara Dave mengepalkan tangannya, ia lalu menaikan sudut bibirnya dan terlihat mengerikan.....
''Kau akan merasakan akibatnya Alex....'' Dave lalu melangkah pergi meninggalkan kwasana rumah sakit itu...ia harus menemui seseorang....
******************************************************
Di sebuah ruangan sel yang gelap,..seperti penjara bawah tanah....
__ADS_1
Maya terkejut ketika mendengar langkah kaki beberapa orang menuruni tangga dan mendekati sellnya..gadis itu mengangkat wajahnya dengan ketakutan yang kentara.....bunyi pintu besi itu terbuka dan pandangan matanya terlihat ketakutan...
''Tuan..Dave...'' desahnya meringsut menjauh...
''Gadis bodoh....'' desis Dave mendekati Maya dan seketika itu juga menjambak rambutnya dengan keras.......
''Tuan Dave.....''
''Mengapa kau malah ingin membunuh Ana hah...? bukankah aku memintamu membunuh Arkana...? mengapa kau malah membuang waktu,....'' teriak Dave dengan sangat murka..
Maya menangis histeris, sakit rasanya ketika ia menyadari mungkin saja tuan Dave akan membunuhnya....
''Aku tidak bisa membunuh kak Arkana...aku tidak bisa....''
''Jadi kau hanya bisa membunuh Ana begitu...''
''Bukankah tuan Dave sendiri yang menembak kak Arkana dan bukan aku...''
Dave tertawa dengan begitu mengerikan hingga Maya ketakutan...
''Hahahaha...kau sangat pintar Maya....tapi...bukankah harus ada yang menjadi tersangka....? tentu saja namaku harus tetap bersih bukan...? sinar mata Dave menajam lalu mengeluarkan pistolnya dari dalam saku jassnya dan meletakannya di hadapan Maya.....
''Tuan Dave...''
''Kau harus menjadi tersangkanya Maya...bagaimana jika kau membunuh dirimu sendiri.....dan aku akan membuatkan sebuah video perpisaan yang indah dan permintaan maafmu pada mereka bagaimana.'' Dave tersenyum dingin...
Maya melirik pistol di tangannya dengan gemetar....airmatanya menetes....
Akhirnya dari semua ini dirinyalah yang tersakiti...yah...tuan Dave memanfaatkannya.... Maya membayangkan ketika Hani selesai menelfon polisi, kemudian muncul beberapa pria yang mengaku sebagai polisi, dan mau membawa Maya...
Hani menyerahkan Maya kepada mereka yang akhirnya Maya tau sebenarnya mereka orang suruhan Dave...mereka membawanya pergi....
Maya merasa hidupnya sudah hancur dan tak tertolong.....gadis itu menundukan kepalanya dengan isakan sedih menggenggam pistol di tangannya dan menatap sosok tuan Dave dengan tajam......
Maya kemudian melirik ke sekitarnya dengan tatapan tajam.....
''Lakukan sekarang...'' teriak Dave memberi perintah...
Maya meneteskan airmatanya..
************************************************
Alex masih setia menemani Ana di depan ruang operasi menunggu pintu ruangan itu terbuka....
Dan penantian mereka menemui ujungnya...pintu ruangan itu terbuka dan membuat Ana dan Alex bangkit dari tempat duduk melangkah menemui dokter yang keluar dari sana....
Ana menghadangnya dengan tatapan penuh harap.....
''Dokter.......bagaiaman suamiku....bagaimana dia...'' desah Ana mengatupkan kedua tangannya penuh permohonan...
__ADS_1
Dokter itu menghela nafas dan menatap, Ana dan Alex secara bergantian.....
''Pasien.....''