
''Arkana lepaskan aku..''
''Setelah aku pikir aku tak akan pernah bisa membiarkanmu bahagia Ana....termasuk bersama dengan Alex....''
Ana berusaha meronta..berusaha melepaskan diri dari pelukan Arkana namun sia-sia..pria itu malah semakin mempererat pelukan mereka...
''Kau sudah gila Arkana..untuk apa kau mau hidup bersamaku kalau sedikitpun kau tidak percaya kepadaku...''?
Arkana tertawa.....dengan sinar mata yang tajam..
''Karna kau sudah berani menghianatiku bersama pria itu maka kau hanya akan kujadikan pemuasku di tempat tidur,...anggaplah itu sebagai hukuman dariku..''
Arkana mendekatkan wajahnya ingin mencium Ana namun sekuat tenaga Ana meronta dan akhirnya bisa melepaskan diri dari rengkuhan Arkana....
Keduanya berdiri saling bertatapan....
''Aku tidak akan pernah membiarkan kau menyentuhku tidak.....''
Arkana tersenyum...
''Jadi maksudmu adalah kau hanya mau di sentuh oleh pria brengsek itu.''
Ana meneteskan airmatanya...adalah kesalahan baginya ketika ia percaya kepada Arkana dan Ana sungguh sangat menyesal sekarang...
Ana lalu berlari ke arah pintu dan sekuat tenaga berusaha membukanya...namun sama sekali tidak bisa hingga ia kembali mendengar Arkana tertawa di belakangnya dan Ana semakin gemetar membayangkan apa yang akan terjadi kepadany...
''Kau pikir kau mau kemana....''
Suara Arkana tepat di belakang Ana dan membuat Ana begitu ketakutan...
__ADS_1
''Arkana aku mohon.....''
''Kau memohon kepadaku...apakah kau tidak salah dengar...saat ini aku meminta hakku sebagai seorang suami, katakan Ana...apa aku membuat kesalahan...''
''Bukankah kau sudah tidak ingin melihat wajahku...mengapa malah kau berubah pikiran Arkana...mengapa kau malah melakukann ini...''
Arkana merasa ia tak perlu menjelaskan panjang lebar tentang perasaannya. bahwa sesungguhnya Arkana tak mampu melupakan Ana sedikitpun, bahkan para wanita itu juga tak bisa membuatnya berpaling dan melupakan Ana..bahwa setelah Ana pergi hanya perasaan hampa yang ia rasakan..namun..bukankah ia tak bisa jujur pada wanita ini...? pada wanita yang telah menghianatinya bersama pria lain...
Tidak...Arkana tidak akan pernah melepas Ana bahagia bersma Alex, Ana harus tetap berada di sisihnya dan menjalani sisa hukuman selama hidupnya...Arkana mengepalkan tangannya, mendekati Ana dan segera menggendong tubuh Ana menaruhnya di bahunya seperti ia sedang memikul karung beras, membawanya ke kamar..tak perduli betapa kerasnya Ana yang meronta namun Arkana tetap saja membawanya masuk....
Tubuh Ana di hempaskan di atas rajang dengan kuat, hingga tubuh Ana terbanting tanpa mampu terbangun lagi...Ana begitu panik ketika Arkana tidak menunggu waktu untuk segera menaikinya setengah menidih tubuhnya dan menatapnya dari atas tubuh Ana yang tampak pasrah dengan penuh airmata...
Tubuh Ana gemetar.......
Ketika Arkana mulai membuka kemejanya dengan gerakan cepat, Ana menggeleng panik..
''Tak ada penolakan Ana...aku tak akan berhenti, kau harus ingat bagaimana sentuhanku lebih baik darinya.'' suara Arkana bergetar penuh gairah..
Sejaka kepargian Ana,..ia sama sekali tidak bisa bercinta..bahkan para wanita lain sama sekali tak bisa memuaskannya hanya Ana...seluruh teubuhnya menggila karna Ana dan disaat itulah Arkana sadar bahwa ia tak bisa hidup tanpa An..tubuhnya butuh Ana dan untuk itu...Ana harus tetap berada di sisihnya...walau mungkin Arkana tidak akan memakai hatinya lagi...
Oh...Tuhan...jadi Arkana pikir ia telah tidur bersama Alex dan itu membuatnya semakin marah...? tapi jika ia membela diri Arkana tak akan pernah percaya kepadanya...sungguh hati Ana sakit sekali...
''Kau harus memuaskan aku Ana....jika tidak maka kau...aku akan membunuhmu dengan segera..''
Ana tau jika ia tak punya pilihan selain pasrah...yah..baiklah jika Arkana menginginkannya sekarang, mereka masih suami istri....
Arkana menginginkannya dan ia akan memberikan apa yang di inginkan suaminya bukan...?
Ana menatap mata Arkana yang berkabut...lalu perlahan ia pun tersenyum walau airmatanya menetes, selama ini ia tak pernah melayani Arkana dengan hatinya setidaknya ia akan memberikan kenangan yang manis bukan.....
__ADS_1
Ana terkejut ketika tiba-tiba Arkana melum** bibirnya dengan membabibuta seolah ia sudah tak berciuman sangat lama, Ana berusaha untuk mengimbangi ciuman Arkana walau ia bahkan tidak bisa berciuman dengan baik..
Bibir mereka saling berpag*** dan beradu dengan panasnya, hingga hanya terdengar erangan nikm*t yang keluar dari bibir Ana, Ana kewalahan namun Arkana jauh dari kata berhenti..lid*hnya yang panas semakin mendesak masuk dan membunuh Ana dalam gairah..
Tubuh besar Arkana menindih Ana, sementara jemarinya naik dan membuka atasan Ana yang tampak membusung, Arkana sedikit membeku menyadari ukuran dada Ana sedikit lebih besar dari sebelumnya dan kenyataan ini membuatnya semakin gemas saja...kedua jemarinya mulai menggerayangi dada Ana, dengan meremas dengan lembut dan membuat wanita itu mendesah tersiksa di bawahnya..
Sraakk!!!!
Dengan sekali hentakan atasan Ana terlepas berikut penutup dadanya yang penuh..nafas Arkana yang terasa hangat ketika ciuman mereka berakhir, Arkana bahkan tak membiarkan Ana mengambil nafas karna kepungan gairah yang mulai menghanyutkan dirinya...
Nafas Arkana terengah-engah ketika menyadari memang ukuran dada Ana berubah entah mengapa,...dan kenyataan itu semakin membuat Arkana terbakar...
Tanpa menunggu, Arkana kemudian menunduk bibir panasnyanya menyentuh ujung dada Ana dan memaikannya denganm ahli...terlalu kenyal dan lembut, Arkana semakin menggila dengan terus melum**, menggigit dengan gemas hingga memberi tanda di sekitarnya...
Mata Arkana berkabut ketika menatap mata ANa yang begitu pasrah dan lebih menerima sentuhannya...yah,...mulai sekarang Ana akan belajar cara memuaskannya di ranjang...
Setelah dirasa cukup puas menggoda dada Ana yang ranum kini Arkana mulai menempatkan tubuhnya di antara tubuh Ana untuk bersiap menyatukan diri...bukti gairahnya sudah mengeras dan terlihat tegang di bawahnya hingga Ana gemetar ketika akal sehat meninggalkannya..mengapa ia merasa di hianati oleh tubuhnya sendiri...Ana merindukan sentuhan Arkana dan kenyataan itu membuatnya sangat malu...
''Oh...Ana...aku sangat merindukanmu sayang...''bisik Arkana lembut sebelum memasuki Ana yang tampak siap untuknya.
Arkana kemudian menyatukan tubuhnya dalam-dalam, sebuah erangan nikmat lolos dari mulutnya..ketika pria itu merasakan kenikmatan yang menyengat, Arkana menatap Ana dari atas.....antara merasa bingung atau marah, semua perasaan itu tercampur jelas di matanya yang terbakar...
''Kau sungguh membuatku tergila-gila Ana..'' desah Arkana lalu sesaat kemudian bergerak dengan begitu ahli membawa Ana menuju puncak kepuasan hingga tubuh Arkana ambruk ketika sengatan gairah menghantam tubuhnya dengan kuat.......
Nafas keduanya terengah-engah ketika percintaan itu selesai dan Arkana kembali melum** bibirnya dengan perasaan puas yang tersisa..sebelum tubuh Arkana tertidur lelap di samping Ana yang masih menatapnya dengan beku...
Jemari Ana terkepal dengan kuat.......
''Selamat tinggal Arkana,...maafkan aku..'' airmatanya menetes dengan tekad yang kuat...
__ADS_1