
Semua terjadi begitu cepat, polisi lalu membawa tubuh kedua pasangan suami istri itu ke rumah sakit dan akan langsung di makamkan hari itu juga. Alex terus mendampingi Aira yang sama sekali tidak bersuara ketika pulang dari pemakaman, bahkan tatapannya masih kosong..Ana juga Maya dan Hani, dan pasangan mereka masing-masing baru saja pulang setelah menemaninya melewati duka..hanya Alex yang enggan pergi walaupun Aira sedikitpun tidak menatapnya. Alex terus mendampingi Aira takut kalau Aira akan jatuh dan pingsan, menyadari betapa pucat wajah Aira saat ini..
Aira melangkah ke dalam rumah yang besar dan tampak kosong itu dengan kesakitan yang tak mampu di bendung, ia sama sekali tak bisa mengusir duka yang begitu kuat mengikatnya..
Aira tak tau bagaimana melanjutkan hidup tanpa sang ayah saat ini...Aira bahkan tidak punya harapan atas hidupnya..
Aira baru saja ingin menaiki tangga...
''Aira........''
Suara Nela menghentikan langkah Aira, ia menoleh dan mendapati sosok Nela bersama ayahnya Ramon menunduk penuh rasa bersalah kepadanya.
''Nela......''
Aira baru saja ingin mendekat namun....
Nela dan Ramon menjatuhkan diri di hadapannya hingga gadis itu begitu terkejut namun tidak mencegah....
''Aku tak tau hatimu terbuat dari apa Aira, namun...aku sangat berterimakasih padamu karna kau tidak menuntuku dengan ayahku...terimakasih kau memberiku kesempatan untuk berubah...'' airmata Nela menetes....
Aira memejamkan matanya, kepalanya terasa sakit ketika menyadari jika ia tak punya siapapun lagi namun Nela berbeda ia masih punta ayahnya dan ini kesempatann Nela untuk berbakti....
Aira melangkah mendekat..sekaligus melepaskan pegangan Alex di tubuhnya dan berdiri meraih Nela dan juga Ramon berdiri...
''Jaga ayahmu dan berbaktilah kepadanya selagi kau masih punya kesempatan..Nela...aku memaafkanmu demi ayahmu jadi, berhentilah bersikap curang dan hiduplah dengan benar..maka kau akan menemukan kedamaian...''
Nela mengangguk penuh airmata lalu meraih tubuh Aira untuk memeluknya dan tangisanpun pecah saat itu juga...
''Maafkan aku...aku sungguh-sungguh minta maaf...kepadamu Aira...seharusnya aku tidak mendengarkan ibu, seharusnya aku tidak serakah sepertinya...''
''Semua sudah terjadi Nela....aku memaafkanmu...''ucap Aira dengan rasa sedih luar biasa..
Keduanya menangis melepaskan pengampunan karna, keduanya baru saja kehilangan orang yang di cintainya...sedangkan Ramon ikut meneteskan airmata penyesalan, dan menunduk ke arah Aira dan juga Alex yang berdiri dengan tatapan beku..
Kedua pasangan ayah dan anak itu akhirnya meninggalkan rumah Aira, menambah kesunyian dan keheningan yang menyakitkan untuk Aira...
Kini tinggalah dirinya dan juga Alex yang berada diruangan sepi itu, sedangkan pelayan melakukan tugas mereka masing-masing dan tak ingin mengganggu Aira....
Aira membalikan tubuhnya dan menatap mata Alex yang berbeda...
''Alex....''
__ADS_1
''Kau perlu istirahat Aira...bagaimana kalau kita ke apartemenku saja..aku akan,....''
''Tidak....''putus Aira yang membuat wajah Alex berubah...
Alex mendekati Aira dan ingin menyentuh Aira namun, gadis itu menolak...dan bergerak mundur...
''Tinggalkan aku sendiri...Alex..''
Aira berkata dengan sangat dingin, lalu melangkahkan kakinya dengan sisa kekuatannya melewati Alex yang hanya berdiri dengan kesedihan..
Langkah Aira terhenti ketika Alex tiba-tiba memeluknya dari belakang, hingga membuatnya membeku..
''Biarkan aku menemanimu...biarkan aku, ada disisihmu...Aira...''ucap Alex dengan tatapan mata yang redup..
Hening....Aira tak menjawab kata-kata Alex yang semakin membuatnya sakit hati...kemarin Alex memutuskannya tanpa memikirkan perasaannya lalu sekarang karna kemalangan yang menimpanya, Alex berubah menjadi perhatian kepadanya..sungguh Aira tak bisa menerima itu semua...
''Aku sama sekali tidak butuh rasa kasihanmu Alex...tidak....jangan lupa kalau antara kita telah berakhir Alex..jadi bisakah kau tidak memaksaku..bisakah kau pergi saja...''
Aira melangkan sekaligus melepaskan pegangan Alex kepadanya, Alex mengusap wajahmu dengan kasar, walau Aira mengusirnya namun...Alex tak akan pergi kemanapun, bagaimana Aira ketika dia juga pergi...? Alex bahkan telah melupakan kesalahan Aira kepadanya, yang ia rasakan saat ini adalah perasaan yang begitu kuat untuk melindungi Aira dari apapun..
Alex memutuskan untuk membiarkan Aira istirahat di kamar sementara Alex akan memerintahkan anak buahnya untuk membawa beberapa bajunya karna ia tak akan pernah meninggalkan Aira...tidak, ia memutuskan dengan terburu-buru tentang hubungan mereka dan kini ia tak akan pernah memutuskan hal yang akan menghancurkan dirinya dan juga Aira,
Tuan Henry telah menitipkan Aira kepadanya jadi sekarang Aira adalah tanggung jawabnya..tak perduli gadis itu terima atau tidak..
Malam Harinya Aira terbangun dan langsung memegang kepalanya yang masih terasa pusing akibat kurang tidur dan terlalu banyak menangis..
Begitu ia membuka mata rasa duka itu kembali menghantam sadarnya hingga Aira hanya mampu menghela nafas....ayahnya telah pergi....
Aira lalu turun dari ranjang dan mencuci wajahnya di wastafel, lalu keluar dari kamar...
dan tatapan Aira membeku...ketika melihat sosok Alex sedang berdiri di depan kamarnya dengan posisi berdiri sambil memejamkan matanya seolah sedang tertidur....
Aira merasa gugup seketika, memandang Alex yang tampak juga lelah...seperti kurang tidur, sedang apa Alex disini, tepatnya sudah berapa lama...? mengapa ia tidak pulang saja, dan mengapa malah ada disini...di depan kamarnya...?
Aira yang sudah tak punya kekuatan untuk marah kemudian mendekat..bermaksut menyentuh wajah Alex dan membangunkannya...
''Jangan mengusirku...Aira....'' ucap Alex masih memejamkan matanya..
Aira hanya menghela nafas....
''Jangan tidur sambil berdiri, kakimu akan patah....masuklah dan tidur di kamar...aku harus turun ke bawah untuk melihat makan malam yang di siapkan pelayan..'' ucap Aira masih dengan nada dingin...
__ADS_1
Aira melangkah....
''Tunggu.....''
''Ada apa lagi...''
''Aku ingin tinggal disini bersamamu...Aira, selama 3 bulan...''
''Untuk apa....''
''Menjagamu..menguatkanmu sampai duka itu berkurang dari wajahmu..sampai saatnya aku akan benar-benar lega melepasmu...bagaimana...''
''Jangan berpikir bisa memanfaatkan aku Alex...kita tidak ada hubungan sekarang...dan tidak akan pernah lagi...ada hubungan,....''ucap Aira tegas..masih membelakangi Alex...
Pria itu tersenyum lalu melangkah dan mendekati Aira mereka lalu saling menatap....
''Baiklah...kita akan pisah kamar...kau melakukan kegiatanmu begitu juga aku...mengenai hubungan..kau juga bisa memiliki kekasih baru begitu juga aku...bagaimana...'' tawar Alex menaikan alisnya...
Aira tersenyum tanpa takut.....
''Jangan menambah waktu lagi Alex..aku hanya butuh waktu satu bulan...bagaimana..? setelah satu bulan maka kita bisa menjalani hidup kita masing-masing...''
Alex menyerah...
''Aku setuju Aira....''
Aira lalu mengangguk dan mengulurkan tangannya...
''Aku akan memandangmu sebagai kakakku mulai dari sekarang....kak Alex...''
Alex berdehem.....
''Kakak.....''ulangnya dengan tatapan tak terima...
''Yah...kakak...bukankah itu baik, jadi pelayan akan menyiapkan kamar kak Alex di samping kamarku...'' ucap Aira lalu melangkah pergi...
Alex mengepalkan tangannya....
Mengapa ia harus mengajukan berpisah..? sekarang ia yang akan pusing sendiri...
Astaga.....
__ADS_1
Alex tak berhenti mengutuki kebodohannya yang sudah memutuskan Aira...