Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Sisi Gelap


__ADS_3

Sudah seminggu Diza resmi melepas obat-obatan itu tanpa sepengetahuan Mark, ia tetap menyembunyikan semuanya dengan rapi dan sering mengajak Mark untuk bercinta sesuai jadwal yang ia hitung..Diza tahu bahwa dalam minggu ini dia dalam kondisi yang sangat subur, diam-diam Diza sudah mengunjungi dokter kandungan dan memeriksa organ reproduksinya dan hasilnya dia sangat sehat dan masih muda, peluang kehamilannya sangat besar hingga Diza akan menunggu dengan sabar...ia berubah menjadi lebih manis dan penurut hingga Mark benar-benar lengah dan tidak lagi mengawasinya minum obat..


Diza menuruni tangga dan tak sengaja ia mendengar pembicaraan Mark di telp, ia pun tak sabar untuk menguping pembicaraan itu...Diza mengarahkan langkahnya menuju belakang pintu namun ketika hendak bersandar, Mark keluar dari ruangan dan membuat Diza menjerit terkejut...


Deg!!!!!


''Mark..'' Diza hampir terkejut dan saja jatuh pingsan ketika melihat Mark berdiri dengan tatapan dingin...sembari jemari besar Mark menahan tubuh Diza yang goyah...


Keduanya bertatapan.....


''Diza.....ada apa, mengapa kau bersembunyi di sini..'' tatap Mark tajam..


Diza menegakan tubuhnya otaknya berpikir dengan keras ia harus memberikan jawaban yang tepat...


''Aaaku...ingin mengejutkanmu Mark, aku tau kau sudah pulang jadi aku hanya ingin bercanda..'' Diza tersenyum memperlihatkan wajah termanisnya...


Mark terdiam sebentar, mengamati sikap Diza yang selalu membuatnya tersenyum...Mark sungguh bahagia istri kecilnya bukan hanya memuaskan dahaga bercintanya namun Diza menjadi tempatnya pulang untuk Mark ketika dia merasa stres dengan pekerjaannya yang menyita pikiran dan tenaganya..


Diza seperti titik cahaya di tengah kegelapan Mark yang tak tersentuh oleh siapapun, bahkan dunia gelap yang selama ini di sembunyikan Mark dari semua orang......


''Kau pikir itu lucu..Diza...'' Mark bersedekap menatap istri kecilnya dengan dingin...


Diza memutar bolamatanya....


''Aku tidak lucu begitu...'' Diza melotot...


Mark menyembunyikan senyum ketika Diza melompat ke arahnya dan memeluknya...ia berbisik dengan berani..


''Yah...dokter Mark..aku istrimu..mengapa kau meremehkan aku....kau tau jika di kampus akulah yang paling cantik dan imut...'' jerit Diza tak terima..


Saat itu juga Mark mengangkat tubuh Diza tinggi-tinggi seolah ia sangat ringan, lalu memutarnya membiarkan Diza merentangkan tangannya menikmati tubuhnya di udara.. Diza baru pertama kali melihat kekuatan dokter Mark di luar dugaannya...betapa kuatnya Mark...


Untuk pertama kalinya Mark tersenyum dengan lepas, di hadapan Diza..hingga Diza membeku, ternyata Mark tampan kalau saja ia mau tersenyum..dan bersikap santai...Mark terus mengangkat tubuh Diza hingga Diza hanya mampu tersenyum lepas.....


Sesaat kemudian Mark menurunkan tubuh Disa membawanya mendekat hingga keduanya saling bertatapan tajam dengan senyum yang samar tergambar di wajah keduanya...


''Kau cantik dan memang kau sangat lucu dan membuatku lebih baik Diza....''


Deg!!!!!


Mengapa jantung Diza berdebar....? Diza melonggarkan tenggorkannya ketika Mark mendekatkan wajahnya...setengah memeluknya,..tubuh Mark yang jauh lebih tinggi membuat ia harus mendongakan wajahnya demi menatap Mark...

__ADS_1


Pria itu menurunkan tangannya dan menyentuh anak rambut Diza yang jatuh di wajahnya...


''Jangan pergi dariku...meski kau tau, sisi gelapku Diza....aku mengikatmu...jangan pergi....'' desah Mark menyentuh wajah Diza dengan sangat lembut........


tatapan matanya menekan Diza untuk memahaminya.,..memahami seorang Mark...


Diza membeku di tempatnya berdiri..apa maksud Mark...?


*********************


Tengah malam.....


Diza terbangun setelah percintaan panas yang di lakukannya dengan Mark, ia bahkan tidur dengan tubuh yang polos di bawah selimut, Diza menoleh namun ia tidak menemukan Mark di sampingnya....Diza lalu turun dari ranjang mengambil gaun tidurnya dan memakainya...Dizza lalu melangkah ke arah pintu dan membuka...


Hening....


Ini sudah tengah malam dimanakah Mark....?? langkah Diza mengendap endap menuruni tangga sambil matanya mencari sosok Mark yang sungguh misterius hingga matanya jatuh di sebuah ruangan yang sama ketika tadi dia bertemu Mark...


Ruangan apa itu...? mengapa begitu rahasia...? mengapa Mark selalu kesana...?


Diza melihat gerakan pintu yang terbuka dan segera berlari untuk bersembunyi di balik tangga,...ia mendengar langkah Mark yang keluar dari ruangan itu dan menuju pintu keluar padahal ini tengah malam...


Diza mendengar ucapan Mark yang terlihat geram dan membeku, siapa yang membuat Mark marah dan membuat kata membunuh keluar dari sana...


Diza memejamkan matanya, apa sebenarnya rahasia Mark, mengapa ia merasa takut...? Diza melompat ketika ruangan itu kembali menjadi hening...dan Mark sudah pergi..


Diza menyadarkan tubuhnya berdiri di ruangan luas itu dan membeku dalam keheningan yang mengigit...mengapa ia mendadak takut...??


*************************


Mobil milik Mark sampai di sebuah gerbang rumah yang selama ini menjadi lokasi rahasia gelapnya...pintu mobil terbuka dan Mark keluar dari sana, seorang anak buahnya menundukan kepala di hadapannya...


''Kau telah mkendapatkan mata-mata itu...''


''Tentu tuan Mark dan bisa anda tebak, dia adalah mata-mata dari musuh besar kita tuan Dark....''


''Dark.....'' Mark tertawa..


Sinar mata membunuhnya muncul dan menguasainya.....Mark mengangguk, sembari tersenyum..


''Aku tak sabar lagi untuk bermain-main...''

__ADS_1


Pintu terbuka dan sosok pria muda sedang terikat disana....di sebuah tiang dengan tangan di ikat di belakang.....ia terlihat sekarat....


Ketika Mark masuk ke dalam ruangan, ia menjerit ketakutan meski tak ada suara yang keluar karna mulutnya di sumpal menggunakan kain....matanya memerah dengan sangat ketakutan..


Mark melepas jassnya dan menggulung kemejanya...ia mendekat dengan tatapan yang begitu tenang...


''Kau sangat berani....menjadi mata-mata....'' ucap Mark dengan senyuman...ketenangan yang mengerikan begitu di rasakan pria yang sedang terikat itu dan membuatnya gemetar...


Karna ia susah bicara maka Mark lalu melepaskan sumpalan di mulutnya dan membiarkan pria itu menarik udara dengan banyak..


''Tuu...tuan Mark....aa..ampun...aku....''


Mark bersedekap dan menatap pria itu dengan dingin...


''Katakan apa rencana Dark padaku dan, sejauh mana dia bergerak untuk menghancurkan aku...'' suara Mark terdengar lembut....


Pria malang itu menatap mata Mark dengan ketakutan yang tergambar jelas di wajahnya...


''Tuan Dark...dia..dia menerima sebuah kerjasama untuk menghancurkan anda tuan Mark lewat saudara anda...''


''Saudaraku...'' ucap Mark mengerutkan kening...


''Anda pasti tau orangnya tuan Mark..''


Mark mengepalkan tangannya, ketika otaknya menangkap satu nama yang begitu di kenalnya dan mampu melakukan itu semua...


''Dilan......?''


''Benar...tuan Dilan memberi informasi tentang anda....dan aku yakin itu akan menjadi senjata utama tuan Dark untuk mengancurkan anda...tuan...''


Mark tertawa lalu mengambil sebuah cairan suntukan dari saku jassnya..ia lalu mendekatkan jarum tajam itu di dekat wajah pria malang itu dan beberapa saat kemudian..


Jarum itu menembus pembuluh darah pria itu,...


''Tuan.....''


''Di dalam darahmu sudah ada racun, aku akan memberikan penawarnya jika kau...melakukann sesuatu untuku.....''


''Tuan Mark...'' jerit pria itu gemetar......


Mark tersenyum dingin....

__ADS_1


__ADS_2