Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Bebas


__ADS_3

Aley akhirnya pergi walau harus rela memakai gaun yang di pilih Damian yang tertutup dan menunjukan sisi ke ibuannya, namun sepanjang jalan dia selalu menggerutu Damian...


Aley sampai di tempat yang dia sepakati dengan teman-temannya, mereka berjumlah 4 orang dulu berlima dengan Diza namun karna Diza sedang hamil dan Mark sangat membatasi gerak istrinya akhirnya jadilah Aley, Cleo, Jesika dan Nora...perkumpulan wanita kaya raya karna itu mereka harus mengukuhkan kejayaan mereka di manapun mereka berada..


Sebenarnya dulu Aley sempat berhenti setelah menikah namun ia kembali bergabung dengan teman-teman gengnya ketika ia kembali aktif kuliah, bagi Aley semua normal toh dia tidak berselingkuh...wajar jika di usianya meski telah menikah dia bersama perkumpulan gengnya,.....wajar bukan...? toh dia kaya raya putri tunggal seorang James Arkana yang kekayaannya tak akan habis 7 turunan meski ia berfoya-foya lalu ketika ia menjadi menantu kesayangan seorang Alex Rule membuat Aley tak perlu memikirkan hidupnya..dirumah ada banyak pelayan yang mengelilinginya ketika menjentikan jari...


Mengenai Aura sebenarnya Aura punya pengasuh sendiri namun entah mengapa putrinya bahkan tidak mau jauh-jauh darinya...Aura akan selalu menangis dan menjerit ketika pengasuh mulai mengajaknya bermain dia mau Aley yang selalu menggendongnya dan mengajakn ya bermain, satu dua hari tak masalah..


Namun Aura semakin manja dengan bergantung kepadanya,dan hal itu membuat Aley gusar, kesabarannya menipis dengan cepat...bagaimana mungkin ia bisa menerima kalau Aura hanya bergantung padanya dan Damian sedangkan ada banyak pelayan mereka dirumah...dia menggaji mereka bukan...??


Aley memejamkan matanya, semalam ia tidur dengan nyenyak tanpa suara Aura yang mengganggu..ibu bisa mengurus Aura lebih baik darinya...


Aley tersenyum.......ia akan menikmati kebebasannya....


Mobil akhirnya meluncur menuju cafe mahal yang telah di sepakati teman-temannya, Aley lalu turun dari mobil dan melangkah anggun ke dalam Cafe...dari jauh tampak Cleo dan lainnya melambai ke arahnya...


''Hai...mamud...kau cantik sekali...'' puji Cleo dan di amini teman-temannya..


Aley tersenyum..disnilah dunianya......ia pun duduk dan mulai perkacapan, ia merasa seperti seorang gadis lagi yang bebas...


''Aku selalu cantik...dan kalian semua luar biasa...''


''Bagaimana dengan Aura...dia pasti menangis ketika kau melangkah keluar dari kamar..'' tanya Cleo dengan mata berbinar...


Aley memijit dahinya...


''Aura sedang berada di rumah orangtuaku...''


''Itu berarti kau bebas....'' jerit Cleo tampak senang..


''Tentu saja...tak ada kekuatiran lagi...'' jawab Aley tenang...


''Bagus Aley..''


Cleo dan lainnya mengangguk,

__ADS_1


''Baiklah kita akan memulai rencana kita setelah itu kita akan memulai arisan...''


Aley mengangguk antusias...


''Jadi Aley kita akan mengadakan kunjungan kecil ke sebuah panti asuhan minggu depan....namun setelah itu ada pesta di rumah Hotel milikku..apakah kau mau datang...'' ucap Cleo dengan mata berbinar...


''Tentu aku akan datang, aku harus minta ijin pada suamiku...lalu aku akan datang....''


Cleo sedikit mengernyit...ia menyentuh jemari Aley dan mengelusnya pelan..


''Aley maaf tapi kau tau sikap suamimu yang super cemburu...aku takut dia akan merusak pestanya..lagi pula..ini pesta lajang...tak ada suami atau istri namun kau adalah pengecualian karna kau teman baikku...''


Aley menyandarkan tubuhnya di kursi....sambil memijit pelipisnya...Damian akan membunuhnya jika dia pergi tanpa ijin...jika minta ijin Damian tak akan pernah mengijinkannya...Damian akan sangat marah kepadanya.....


''Bagaimana kau bisa ikut Aley....''


''Yah...tentu saja aku akan mengusahakannya...Cleo...''


''Ohh...aku senang sekali, formasi kita akan lengkap..kakak sepupuku akan datang dari luar negri dan aku akan mengenalkannya denganmu Aley...''


*******


Aley pulang tepat waktu di siang hari,...ia takut kalau Damian akan marah kepadanya, jadi Aley memutuskan untuk pulang lebih awal, ia sadar tak bisa melawan Damian....karna sebenarnya dalam hatinya Aley benar-benar takut kalau Damian marah...


Wanita itu masuk ke ruang tamu dan sedikit lega Damian belum pulang, ia pun meluncur ke dapur dan memeriksa apakah pelayan sudah menyiapkan makan siang.....setelah merasa semuanya sudah tersedia..Aley lalu melangkah untuk mandi, setelah mandi ia menatap jam namun Damian belum juga pulang...atau setidaknya menelfon...


Aley turun dari tangga dan mulai menelfon...


Aley : Kau ada dimana, mengapa tidak makan siang..aku menunggumu... ( mulai kesal )


Damian : Maaf sayang...aku tadi di ajak makan bersama teman bisnisku dan langsung mengadakan rapat, aku lupa memberitahumu...


Aley : Yah...enak sekali bicaramu kalau kau melupakannya..memangnya kau sendiri yang sibuk hah...? dan yah....aku tidak punya kesibukan begitu..kau benar-benar egois....oh..astaga kau membuatku kesal...


Damian : Aley..sayang, maafkan........

__ADS_1


Ponsel di matikan dan membuat Aley melempar ponselnya ke lantai dan hancur seketika...


Beraninya Damian berbohong, dia sudah susah payah menyiapkan ini semua....Aley segera turun dan melangkah ke dapur dan mulai berteriak..


''Singkirkan semua makanan ini...buang semuanya...aku tak ingin ada masakan dirumah ini mengerti...'' jerit Aley meninggi di tengah ruangan.


Para pelayan menjadi takut....


Setelah marah-marah, Aley segera naik dan menuju kamar sang anak Aura dan mengunci diri disana...pandangan matanya menjadi redup menatap wajah sang anak di semua dinding..


Bagaimana kabar Aura...?


Aley lalu duduk di sofa dan mengambil ponselnya yang baru, dia punya dua ponsel untuk dirinya, Aley mulai menelfon sang ibu, setidaknya ia bisa melihat wajah putrinya,...jadi Aley melakukan panggilan video...


Hening...


Beberapa saat kemudian tersambung ke ponsel ibunya,....


Aley : Ibu....mana Aura....


Ana : Apakah kau menyesal dan tau kesalahanmu


Aley : Aku tidak bersalah bu, Damian dia yang salah...ibu tau, dia menjajikan akan makan siang denganku tapi apa...dia mengatakan dengan gampang kalau dia sudah makan bersama teman bisnisnya sambil melakukan rapat..katakan apakah itu menjadi kesalahanku...


Ana : Aley...itu artinya bukan keinginannya...dia sedang bekerja dan mengapa kau malah merengek sayang, ayahmu juga dulu sering membatalkan janji makan siang namun ibu tidak pernah merengek..kau dengar itu..jadi kaulah yang harus mengerti..


Aley : Bela terus Damian..aku heran pada ibu, apakah mungkin aku anak Papa dan mama, dan bukan anakkmu, ibu terlalu pilih kasih.


Ana : Terserah padamu Aley, dewasalah atau kau akan menyesal....oya..Aura sedang tidur...jadi kau tak bisa melihatnya..


Ana mematikan ponselnya dan membuat Aley semakin kesal saja....


Mengapa semua orang membuatnya kesal....??


Mengapa..tak ada yang mengerti dirinya...??

__ADS_1


Aley memejamkan matanya ketika matanya basah.....ia sungguh terluka


__ADS_2