
Mobil milik Damian akhirnya berhenti di parkiran kampus, ia melirik dingin pada wajah ketus yang di tampilkan Aley saat ini.
''Ehm...setelah selesai kelasmu, jangan lupa untuk menghubungiku Aley...aku tak ingin kedua orang tua kita menanyakan kepadaku mengapa kita tidak pulang bersama..''
Aleysa memalingkan wajahnya, melihat tampilannya saat ini sungguh ia sangat kesal, ingin minta tolong juga pada siapa...Diza, Dayse, Dilan dan juga Deniz tak ada yang bisa menolongnya mereka terlalu takut dengan si beruang kutub ini..
''Aley......''
''Yah...aku dengar kok,...aku tidak tuli tau....'' Aleysa menyipitkan matanya dengan tajam sebelum keluar dari dalam mobil dan tentu saja, gadis itu tak lupa untuk, membanting pintu mobil dengan keras hingga Damian hanya menggelengkan kepalanya..
Gadis keras kepala......
''Kakak...........'' jerit Diza melompat menghampiri Aleysa yang memasang wajah cemberut..
Gadis manis itu terkekeh melihat tampilan Aleysa hari ini, aura sexynya sedikit tertutup oleh kemeja milik kak Damian yang longgar...
''Kak Aley sangat manis...'' bisik Diza menggoda..
''Manis apaan...kau lihat ini, Damian benar-benar.....''
Aleysa membalikan tubuhnya dan tak sengaja bertemu dengan mata es itu dan buru-buru membalikan tubuhnya lagi, sambil meraih lengan Diza, Aleysa mengajaknya masuk ke halaman kampus untuk menghindari Damian...
Sementara Damian hanya tersenyum dingin, Dilan menghampirinya dan berdehem...
''Apa kau tidak mau berubah pikiran tentang Aley...dia benar-benar gadis yang sempurna, aku sangat tergila-gila kepadanya..'' ucap Dilan masih menatap tubuh Aleysa yang menjauh bersama Diza..
Damian hanya tersenyum miring......
''Jangan ganggu dia, karna sejak lahir dia sudah menjadi milikku..''ucap Damian dengan wajah serius..
Sementara Deniz hanya terdiam sembari berpikir.....
''Kau posesif sekali Damian, mengapa kau tidak menunjukan saja perasaanmu kepadanya...''ucap Dilan melangkah bersama Deniz dan juga Damian..
__ADS_1
''Belum saatnya..'' ucap Damian dengan sangat tenang.
Deniz menatap ke arah Aleysa yang sedang bercanda bersama Diza dan Dayse, hatinya berdebar melihat senyum di wajah Aleysa, sudah sejak kecil dia menyukai Aleysa, menyukainya dalam diam..dia tak mampu berbuat apapun karna orang tua merek bersahabat lebih ke saudara jadi Deniz tak bisa menunjukan perasaannya di permukaan karna kenyataannya Aleysa sudah di jodohkan dengan Damian Rule...
Damian duduk di atas tangga di ikuti Dilan dan Deniz, mereka menikmati waktu sebelum sang dosen yang baru datang, hal ini sangat di nikmati Dilan untuk melihat mahasiswi baru yang cantik dan sexy, karna dia penggila gadis cantik, meski Aleysa tetap nomor satu di hatinya.
Damian tetap mengawasi Aleysa dari jauh dan merasa sedikit lucu, berulang kali Aley menyentuh kemejanya dengan tidak nyaman.. pria itu tanpa sadar tersenyum, ketika Aley tertawa karna sesuatu yang di ceritakan Diza..Aley tampak melompat-lompat dengan tingkah yang menggemaskan...dan itu terlihat manis di mata Damian, tak ada yang bisa menolak pesona seorang Aleysa terkecuali dirinya, ia pria normal dan kecantikan Aleysa di atas rata-rata. meski kadang sikap Aley sangat menjengkelkan namun tak bisa di pungkiri kalau Aley mendapat tempat di dalam hatinya.
Damian terus menahan tatapannya kepada Alea, dan seketika itu tanpa sengaja Aleysa membuang pandangan dan..mata mereka bertemu lalu tertahan disana..
Deg!!!
Damian begitu terkejut ketika getaran di dadanya terasa, Damian langsung memasang ekspresi dingin hingga Aleysa hanya melirik sinis sebelum memalingkan wajahnya...
Damian menghela nafas...
Ow...sial sekali......mengapa Aley menatapnya...
**********************************************
''Dosen baru itu sangat tampan Aley..aku takut jika dia akan tergila-gila kepadamu...'' ucap Diza...
Jesika mencibir...
''Memangnya kenapa, Aley kita adalah gadis yang paling populer di kampus ini dia sangat cantik,...dosen baru itu akan memberi kita nilai A di mata kuliahnya, mengapa kau malah takut...''
''Aley adalah kakak iparku, aku tak ingin punya kakak ipar lain selain Aley....''
Pada saat yang sama, Dayse menoleh tajam ke arah Diza..dan kembali diam..ia lalu menatap wajah Aley yang hanya tersenyum salah tingkah...Dayse lalu membuang pandangan ke arah lain, menatap Damian yang sedang menatap Aley...bisakah dia mengharapkan tatapan itu di arahkan hanya kepadanya dengan penuh cinta..? bisakah dia berharap..
''Dayse...ayo...kita ke kelas...'' ucap Diza mengejutkan gadis yang sedang melamun itu...
Dayse menganggukan kepala...
__ADS_1
''Baiklah Diza....''ucap Dayse lalu melangkah mengikuti Aley dan kedua gadis itu...
Mereka melangkah ke arah Aula tempat berkumpulnya para mahasiswa/i ketika ada pengumuman dari kampus. dan seperti yang di ketahui jika hari ini adalah kedatangan dosen yang baru, dan dosen ini memegang 5 mata kuliah sekaligus karna kepintarannya, ia terkenal kejam dan tidak memberi kelonggaran ketika mereka berbuat salah. mamun dia adaklah dosen yang adil dalam memberi nilai.
Hening ketika seluruh mahasiswa/i dan dosen menanti kedatangan pria yang paling berpengaruh di kampus. Aley duduk di apit oleh Jesika dan juga Diza, juga ada Dayse sedangkan di belakang tempat duduk mereka tampak Damian, Dilan dan juga Deniz yang menjaga para gadis...
Tak berapa lama kemudian.....
Tampak seorang pria yang dewasa memasuki ruangan, aura kekuasaan begitu nyata terlihat di wajahnya yang dingin dan tegas...langkahnya begitu teratur dan berdiri di podium untuk menatap ke arah mahasiswa dengan tatapan tajam...
Seorang MC dari perwakilan mahasiswa mulai membaca kata sambutan...sementara Derrek Wilson berdiri dan memandangi semua mahasiswa dengan mata elangnya yang tajam.
Jesika, menyikut Aleysa dengan bermaksud menunjukan betapa tampannya sang dosen baru, sementara Aleysa sedang membalas pesan Damian yang sedang memperingatkannya agar jangan coba-coba membuka kemejanya..
''Aleysa..lihat disana..dosen itu tampan bukan...'' bisik Jesika pelan..
Aley sama sekali tidak menyadari bahwa sang dosen kejam itu sudah memasuki ruangan, dan ia sedang asik berperang dengan Damian melalui pesan dan sikutan Jesika mulai membuatnya jengah..jemarinya sudah pegal membalas pesan sementara Jesika terus saja mengganggunya...
''Aley..........''bisik Jesika sekali lagi dan kali ini..
Kesabaran Aleysa di ambang batas ketika Jesika terus saja menganggu konsentrasinya, dan di saat yang sama..Aleysa melakukan sesuatu di luar kesadarannya dan tanpa sadar membuat heboh...
Ketika Jesika menyentuhnya, Aleysa berdiri dan menjerit....
''Mengapa kalau dosen itu datang...apakah dia sehebat itu..aku tak perduli sedikitpun Jesika..kau sangat menggangguku..'' jerit Aleysa mengundang kehebohan.
Hening sekeliling ruangan, dan Aleysa menjadi gugup ketika ia merasa sesuatu yang tidak enak....ia kemudian menoleh ke sekelilingnya dan membeku ketika sadar semua teman-temannya dalam mode konsentrasi. Diza menyentuh lengannya dan memberi isyarat agar ia menatap ke depan...
Wajah Aleysa menjadi pucat...ketika ia menatap sosok pria yang menatapnya tajam,.....
Deg!!!
Mata elang itu begitu tajam seakan menembus jantungnya...Aleysa menghela nafas...
__ADS_1
Derrek Wilson menyipitkan matanya ketika melihat sosok gadis cantik di depannya..
''Kau.......ikut keruanganku sekarang juga...'' desis Derrek menunjuk ke arah Aleysa yang tampak syok.