Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Sepakat


__ADS_3

Setelah mobil Dave pergi gadis yang menjadi mata-mata itu melangkah penuh senyuman, ia sudah mendapatkan uang banyak dari tuan Dave, tugasnya hanya sederhana mengajak nyonya Ana pergi, lalu tuan Dave akan menculik nyonya Ana dan merekayasa kalau itu hanyalah perampokan, lalu tuan Dave berjanji akan mengirimnya kelura negri demi menghilangkan jejak..ia suka uang dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan..


Namun baru saja hendak melangkah, gadis itu terkejut melihat sosok wanita di hadapannya berdiri dan menatapnya tajam, seraya mengarahkan pistol di kepalanya....


''Sii...siapa kau..'' desah sang gadis ketakutan,


''Beraninya kau ingin mencelakai nyonya Ana...beraninya kau bekerja pada bajingan itu...'' teriak sang wanita murka..


''Tidak aku hanya...''


''Diam......ikut aku sekarang......'' teriak wanita itu menyeret sang gadis yang ketakutan...


****************************************


Aira keluar dari toilet dengan wajahnya yang memerah, yah..betapa malunya ia pagi ini ketika bangun dan menemukan ia sendiri dengan sukarela tidur dan memeluk tubuh Alex...


Masih memakai jubah handuk milik kak Ana, ia pun menatap ke arah Alex yang sudah siap dari tadi dan menunggunya, pandangan mereka bertemu dengan kecanggungan yang indah...


''Pakailah gaun itu Aira..aku tak tau apa kau pas atau tidak tapi maafkan aku jika ukurannya salah...''


Aira mengangguk lalu memungut gaun berikut juga dengan pakaian dalamnya, Aira menilik ukuran Bra nya dan menatap Alex..sial dia menebak ukurannya dengan benar...


Alex yang menyadari tatapan tajam Aira kemudian bangkit berdiri dan mendekat..


''Mengapa kau menatapku sepeerti itu...''


''Kau menebak ukuranku dengan benar....''ucap Aira polos,


Membiarkan Alex meraih punggungnya mendekat,


''Semalam kita tidak sekedar bercinta, aku ingin mengenalmu...mengenal setiap jengkal di tubuhmu..'' wajah Alex mendekat...


Aira berdehem......


''Jangan menggodaku lagi...apa kau tidak puas..'' sindir Aira lalu menjauh...


Alex hanya mengerang sial...pesona Aira selalu saja membuat gairanya bangkit..pria itu lalu tersenyum dan kembali duduk dan menunggu Aira sampai gadisnya berganti pakaian....


************************************************


Arkana dan Ana menatap Alex dan Aira tanpa berkedip, keduanya datang dengan tangan Alex yang berada di pinggang Aira dengan posesif..


Ana melebarkan matanya penuh haru, ia sangat bahagia ketika Arkana menceritakan jika Aira sebenarnya sosok Yuni yang di cari Alex selama ini...


Ana sungguh antusias, bagaimanapun Ana ingin yang terbaik untuk Alex, selama ini diam-diam dia merasa bersalah karna Alex belum juga menemukan sosok yang ia cintai, dulu dia berharap hubungan Alex dan Maya bisa bersatu namun malah gagal, lalu saat ini ia sangat berharap jika Alex dan Aira akan segera bersatu..

__ADS_1


''Kak Arkana, kak Ana...selamat malam..''ucap Aira menundukan kepalanya dalam-dalam..


''Selamat Malam Aira..'' sapa Arkana lembut.


Arkana tersenyum hangat apalagi Ana, istrinya bahkan melepaskan pegangan tangannya dan melangkah ke arah Aira dan membuat Arkana dan Alex hanya terpaku heran, karna Aira juga melakukan hal yang sama..


Kedua wanita itu saling memeluk...


''Kau akan menjadin saudaraku Aira, hoh...aku senang sekali..'' jerit Ana melompat.


''Kak Ana....aku juga tak menyangka semua terjadi begitu cepat...'' balas Aira senang


Keduanya lalu melepaskan pelukan,...Ana menarik tangan Aira dan menatap Arkana dan Alex yang menatap mereka dengan tajam..


''Kalian berdua bicara saja disini, aku dan Aira harus mendiskusikan sesuatu di taman..setelah kami selesai bicara, maka aku akan menelfon kalian..''


Ana bahkan tidak membiarkan kedua pria itu menyela, dengan cepat ia membawa Aira pergi dari sana..


Sementara Alex dan Arkana lalu duduk berdua dengan tatapan tak terbaca, menatap kedua wanita yang mereka cintai pergi dengan pasrah,..


''Akan sulit melepaskan mereka...'' ucap Arkana menatap gusar..


''Aira juga sepertinya tak ingin jauh dari Ana...astaga...'' keluh Alex dengan tatapan beku..


Arkana tertawa lalu menepuk punggung Alex menenangkan,


Alex menoleh...


''Tentu saja..bila perlu...robohkan saja tembok itu dan aku akan membangun rumah di sebelahmu, aku tidak ingin jauh dari menatuku Aleysa..'' ucap Alex sungguh-sungguh..


Arkana tertawa seketika, ia mengenang bahkan sejak Aleysa lahir Alex sudah jatuh cinta dengan bayinya..dan terobsesi menjadikan Aleysa sebagai menantunya..bagi Arkana ia sangat setuju karna ia tidak mau putrinya jatuh pada orang yang salah, tak ada salahnya melakukan perjodohan antar anak mereka...


''Baiklah...bagaimana jika kita mulai membangun rumah untukmu dan Aira...sementara itu..kau bisa melamar Aira ke orangtuanya dan menikahinya dengan cepat..''


Alex tersenyum......


''Kau memang yang terbaik Arkana...aku mencintaimu...''tatap Alex tajam..


''Berhentilah bersikap mesra...kau membuatku geli..'' balas Arkana menyikut Alex..


Keduanya sontak tertawa bersama..


*********************************************


''Jadi...semalam kalian tidur bersama..'' ucap Ana mengerutkan kening...

__ADS_1


''Yah...dia memaksaku jadi aku.......'' ucap Aira malu...


''Yah...memang Alex ingin segera punya anak, namun..bagaimana kalau kalian menikah saja..? aku dan Arkana akan mendampingi ALex untuk melamarmu bagaimana..''


''Hah.......''


''Kak Ana....ibuku akan...''


''Mana berani ibumu kepada para Mafia...? kita akan menggertak mereka, tentu saja...kami akan melamarmu ketika ayahmu pulang, lalu mengatakn semua kejahatan yang telah di perbuat mereka kepadamu bagaimana.....''


Aira hanya mengangguk patuh walau ia masih tidak percaya tentu saja ibu Rosi sangat kejam, ia pasti akan memikirkan seribu cara untuk menyingkirkan dirinya. dan Aira tak bisa membohongi hatinya jika ia memang takut jika wanita ular itu akan menghancurksan dirinya.


Ana membaca tatapan cemas di wajah Aira,


''Hei...mengapa kau cemas lagi..''


Aira menghela nafas..


''Entahlah kak, tapi aku merasa jika sesuatu akan terjadi dan aku tak bisa berhenti untuk cemas...apakah aku kuat menghadapinya..''


''Kau tidak sendiri Aira,. kau punya Alex, kau punya aku dan Arkana sebagai kakakmu, tenang saja...''


Aira menatap Ana dengan mata berkaca-kaca...


''Aku tak tau mengapa kau begitu baik kak Ana dan mengapa Tuhan mempertmukan aku dengan Alex..''


''Itu karna kalian berdua adalah takdir, kau tau jika ALex tak pernah mencintai seseorang seperti dia mencintaimu..''


''Hah...''


Ana mengambil tangan Aira dan menggenggamnya.


''Meski mereka adalah para Mafia yang kejam, namun jangan lupa mereka juga manusia biasa yang bisa mencintai dengan sepenuh hati..''


Aira mengangguk, meski ia belum sepenuhnya yakin...mereka baru saja bertemu....namun ia akan memutuskan untuk percayah...


Ana lalu menelfon Arkana dan Alex untuk menyusul di taman, sambil duduk santai bersama mereka bgitu akrab seperti keluarga bahagia..


Namun...


Sebuah mobil tampak memasuki gerbang dan menarik perhatian mereka, mobil itu lalu berhenti dan keluar dari sana dua sosok wanita yang mampun membuat mereka terkejut..


Wanita itu mendekat dan tersenyum.......


''Selamat malam. maaf aku mengganggu malam ini..''

__ADS_1


Deg!!!!


__ADS_2