
Ana seperti tak bisa bernafas melihat Arkana yang penuh dengan aura kemarahan yang menguar, tubuhnya gemetar menahan rasa takut yang begitu membayanginya..ruangan luas ini terasa menakutkan dari sebelumnya..
''Arkana....kau belum tidur, apa...apa kau sudah makan...kau sudah.....'' suara Ana tercekat karna rasa takut yang melebihi kekuatannya.
Arkana bangkit dari tempat duduknya dengan aura kejam yang membakarnya, mendekati Ana yang berdiri seperti patung eolah menunggu hukuman,...
''Apa kau memikirkan aku ketika kau....bersamanya...? apakah kau memikirkan aku ketika kau, merencanakan hal yang keji kepada aku..suamimu..''
Saat itulah pertahan Ana runtuh seketika, airmatanya berguguran tanpa mampu ia cegah, Ana telah tertangkap basah sekarang dan ia tak punya kekuatan apa-apa lagi untuk membela diri....
''Arkana.......''
Ana begitu terkejut ketika Arkana segera meraihnya di dalam rengkuhannya dan menatap Ana dengan tajam....
Sinar mata Arkana seperti pedang tajam yang menusuk hati Ana hingga terluka.....
''Aku memberikanmu kedudukan sebagai istriku aku,.....memberimu segalanya lalu mengapa kau menghianatiku dengan ingin pergi bersamanya mengapa.............''
Suara Arkana terdengar menakutkan hingga Ana hampir saja pingsan,
''Arkana....bukankah kita memulainya dengan terpaksa? kau membutuhkan aku sebagi alat balas dendam, kita sama sekali tidak saling mengenal sebelumnya.'' tangis Ana sesegukan..
''Kau pikir aku perduli..? bukankah aku sudah memperingatkan dirimu berkali-kali jika yang sudah menjadi milikku tak akan pernah aku ijinkan pergi...'' Arkana tertawa sinis...
Ana hanya bisa menangis dengan rasa frustasi.......ia sungguh kehilangan akal menghadapi Arkana.
Pria yang terlalu marah itu menyeret tubuh Ana bersamanya menaiki Lift menuju kamar mereka...Ana hanya diam saja ketika cengkraman Arkana sangat menyakitinya...ia diam saja dan terus menangis dan pasrah dengan perlakuan kaar Arkana..
Sungguh ia tak ingin siapapun terluka, namun Ana hanya ingin bersama cintanya dan itu hanya pada Alex..
Ting!!!
Pintu lift terbuka dan Arkana segera membawa tubuh Ana masuk dan menghempaskannya dengan kasar ke atas ranjang...
Sembari membuka Jassnya ia menatap Ana dengan tajam..Jass itu terlempar di lantai kamar dan ia lalu melepaskan dasinya dan kancing kemejanya...
''Katakan apa yang kau rencanakan...katakan..'' suara Arkana meninggi di dalam kamar kedap suara itu..
Ana gemetar........
''Arkana...maafkan aku, yah...aku memang merencanakan semuanya, aku ingin pergi bersama Alex...aku mencintainya dan bisakah kau menceraikan aku...'' jerit Ana histeris......
''Cerai....'' ulang Arkana dengan gertakan gigi, beraninya Ana meminta hal yang tak mungkin..beraninya Ana meminta cerai dari seorang Arkana...jemarinya terkepal menahan marah...
__ADS_1
Pria itu tertawa dengan sinar mata membunuh yang kentara kemudian mendekati Ana dan kembali meraih tubuh istrinya untuk berdiri..
''Kau pikir kau akan mendapatkan segalanya..? kau pikir aku akan melepaskanmu ketika kau merencanakan niat buruk dalam pernikahan kita...'' Arkana menatap tajam..
''Bukankah kita tidak saling mencintai Arkana, kau sduah mendapatkan segalanya dariku, aku hanya memohon kepadamu lepaskan aku...aku mohon..''
Kata-kata Ana rupanya semakinn membangkitkan amarah Arkana, pria itu malah semakin kuat memegang Ana sembari mendekatkan wajahnya.....
''Jangan pernah bermimpi untuk lepas dariku Ana...bukankah aku sudah pernah bilang kepadamu, aku sama sekali tidak butuh cinta,....tubuhmu adalah hak mutlak milikku dan karna ketidak setiaanmu kepadaku maka kau akan merasakan bagaimana rasanya di perlakukan seperti pelacur..hingga kau berpikir 1000 kali untuk melepaskan diri dariku...''
''Arkana.......'' tangis Ana pecah sangat ketakutan...
''Kau adalah milikku kau dengar itu, tak ada seorangpun yang bisa merebutmu dariku..termasuk Alex.'' ucapan Arkana terdengar tenang dan menakutkan..
Ana begitu syok mendengar pernyataan kejam yang di lemparkan Arkana kepadanya, sungguh pria ini terlihat sangat mengerikan...
Kini Arkana berdiri dengan tenang di hadapan Ana sembari membuka kancing kemejanya..menatap Ana dengan tatapan membunuh..
''Lepaskan bajumu Ana..'' desisnya dengan ketenangan yang menakutkan...
''Tidak....''
''Aku bilang lepas...'' teriak Arkana dengan murka..
Pria itu tersenyum dingin......sembari melepas ikat pinggangnya...tatapan matanya tak lepas dari Ana yang meringkuk ketakutan di sudut ranjang...
''Kau ingin merasakan bagaimana rasanya di perlakukan seperti pelacur bukan..? kau akan mendapatkannya...''desis Arkana penuh amarah..
Pria itu melepas kemejanya dan melemparkannya di lantai, sementara celananya menyusul di lantai yang dingin...Ana semakin ketakutan,
Arkana tampak sangat dingin dengan ekspresi yang begitu tenang..terlalu tenang hingga membuat Ana gemetar....
''Arkana aku mohon...jangan...''
''Lepaskan sekarang juga..''
Nada suara Arkana begitu menakutkan, lebih mudah bagi Ana untuk menghadapi ketika pria ini membentak namun saat ini Arkana seperti seorang psikopat yang akan menghabisi korbannya...
Dengan gemetar Ana melepas kancing dresnya, satu demi satu sesekali ia menatap wajah Arkana dengan tatapan memohon agar pria ini berhenti namun...Arkana semakin dingin dan tak tersentuh..
Akhirnya seluruh kancing dres itu terlepas namun belum sepenuhnya terlepas, suara Arkana berubah menjadi sangat lembut dan terkendali..tapi entah mengapa Ana semakin gemetar mendengarnya..
''Sekarang tanggalkan semuanya, tanpa ada yang tersisa dari tubuhmu Ana...''
__ADS_1
Airmatanya menetes.......
''Arkana...mengapa begini...aku bisa...''
''Lepaskan semuanya karna aku ingin....bukankah wajar jika kau melayani suamimu, bukankah itu sangat wajar.''
Ana sungguh terluka namun tak punya kekuatan untuk melawan, matanya terpejam ketika dres itu terjatuh ke lantai dan menyisakan pakaian dalamnya..
Arkana masih terus menatapnya tajam, mengawasinya seperti Harimau yang mengawasi mangsanya...
Ana akhirnya menanggalkan semuanya dan tubuhnya polos seketika..dan Arkana menatap mata Ana yang tersiksa dan tersenyum dingin....tubuh Ana gemetaran karna terlalu takut...tubuhnya sudah polos di depan suaminya...
''Kau akan merasakan bagaimana mendapat perlakuan kasar dariku.''
''Tidak....Arkana aku mohon...''
''Kalian berciuman....kau membiarkan dia menciummu, kau sangat menjijikan dimataku Ana.....''
''Aku mencintainya....''
Arkana tersenyum dingin.....
"Aku akan menghancurkan cinta kalian hingga menjadi debu dan tidak tersisa lagi.." desisnya tajam
Nafas Arkana mulai terengah engah, karna terlalu marah, lalu mendorong tubuh Ana ke atas ranjang dan membuat tubuhnya terbanting disana..
Ana berusaha menghindar, melepaskan diri dari tindihan Arkana yang keras di atasnya, Ana berusaha melepaskan diri dengan putus asa, dari cengkraman Arkana yang sangat kuat..Arkana terlalu cemburu, terlalu marah dan tidak sadar jika kekasarannya melukai tubuh Ana yang rapuh..
Mata Arkana menyala penuh kebencian..ketika ia menatap mata Ana, nafasnya memburu ketika melum** kasar bibir Ana bahkan memberi gigitan di bibir Ana sampai berdarah, lalu jemarinya yang lain meremas dada Ana dan kemudian pria itu mulai menunduk dan dengan mulutnya ia mengul** kasar ujung dada Ana dan memberi jejak disana, Ana menjerit dengan sangat ketakutan Ana berusaha memberontak dan turun dari ranjang, ia berhasil melepaskan diri dari rengkuhan Arkana ...
Namun...Arkana dengan mudah menangkap tubuh Ana yang polos dan membantingnya lagi ke atas ranjang dengan kasar...lalu menindih tubuhnya,...
Ana mengernyit merasakan cengkraman Arkana yang kasar pada tubuhnya..
''Sakit,...Arkana aku mohon...''isak Ana menyerah....
''Diam...mulai sekarang kau harus ingat bahwa hanya aku yang boleh menyentuhmu hanya aku........'' geram Arkana..
Pria itu semakin marah dan menekan tubuh Ana di atas ranjang dan membuka pahanya..
Ana berteriak ketakutan...dia tidak siap, dan itu pasti akan menyakitkan....tapi Arkana tidak perduli..ketika istrinya memohon, rasa cemburu Arkana menguasainya dengan cepat...Arkana tetap menyatukan dirinya.....
Bagi Ana itu adalah kesakitan luar biasa, seluruh tubuh Ana seakan hancur oleh gesekan tubuh Arkana, di dalam tubuhnya ketika Arkana memasukinya dengan paksa, tapi Ana hanya mampu menangis, ia tak mampu bersuara karna takut..
__ADS_1
Sementara Arkana terus melampiaskan hasratnya dengan kekuatan penuh sampai tubuh Ana terkapar pingsan setelah semuanya selesai.........