Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Perc*ntaan Kedua


__ADS_3

Aley mendesah ketika ciuman Damian begitu menuntut hingga matanya melebar dengan ekspresi takjup ketika bibir mereka masih saling memagut,..


Aley bahkan sudah tidak ingat entah sejak kapan tiba-tiba saja tubuhnya sudah polos di bawah tindihan Damian..


Ketika ciuman itu berakhir Damian memandang wajah Alea yang manis dengan kecantikan yang polos..


''Damian...jangan melangkah terlalu jauh, papa akan membunuh kita jika tau kita melakukannya lagi....'' wajah Aley sedikit cemas..


Damian terkekeh menikmati wajah Aley yang membuatnya candu...


''Aku akan menahan segalanya Aley...''


Deg!!!


Aleysa membeku, sembari mengigit bibirnya....


''Maafkan aku....aku terlalu kekanakan yah,...''


''Wajar kau menolakku, siapa yang mau menerima pria psikopat sepertiku...tak ada yang mau...''


''Aku mau....'' ucap Ale dengan tatapan sungguh..


Damian menaikan alisnya...


''Mengapa..........''


''Karna aku mencintaimu, yah meski aku sedikit kesal dengan sikap es mu namun, kau beruang kutubku yang akan melindungiku bukan,...''


''Bagaimana kalau aku melukaimu suatu saat nanti Aley...''


''Aku bertahan asal kau...tetap akan mencintaiku...bagaimana..'' ucap Aleysa mencoba menawar...


Keduanya tersenyum dengan hati yang luas, hingga senyuman itu menguap dengan cepat di ganti tatapan panas yang mulai menguar...


''Kita akan melakukannya lagi....apakah kau bersedia...'' desah Damian dengan suara parau..


''Asal kau memaafkan aku...'' tanya Aley menelisik..


''Yah....baik, aku akan melupakannya demi calon istriku...kau tidak akan mengadukan pada papa dan ayah tentang malam ini kan...''


Aley menggeleng sembari mengalungkan tangannya di leher Damian, dan membiarkan pria itu mendekatkan wajahnya..


Damian berhasil mendaratkan bibirnya di bibir Aley dan menyesapnya sekali lagi, membiarkan bibir Aley memenuhi dirinya dan melum**nya dengan lembut...


Erangan memenuhi ruangan ketika, bibir Damian berpindah tempat dan mendarat di leher Alea dan menjil*tinya dengan jejak basah yang nikmat...


Bibir Damian lalu menjalar turun dan mengecup p*ting pa yu da ra Aley yang merah muda dan menghis*pnya, sekaligus memainkan dengan lid*hnya di sekitar gundukan kenyal yang membuatnya candu...


Kedua tangannya sibuk meremas dan memainkan sebelah pa yu da ra Aley yang terasa nikmat dan kemudian menyatukannya....


Kedua p*ting pa yu da ra itu di gilasnya dengan his*pan bibir yang menari di kedua p*ting pa yu da ra yang menantang di hadapannya...terlalu nikmat di rasakan Aley hingga tubuhnya menggelinjang tak kuat menerima sengatan gairah yang di ciptakan Damian padanya...


''Arrgghhh...Damian....''


''Aku mencintaimu sayangku...''


Damian lalu bergerak naik dan menempatkan tubuhnya di antara milik Aley yang basah dan panas siap untuknya...


Kej*ntanan itu begitu mengeras dan besar...siap memasuki Aley dan meraih kenikmatan itu...

__ADS_1


Aaarggghh......


Aley mengerang ketika milik Damian memasuki miliknya yang masih sempit dan sesak, tentu saja,..ini kali kedua Damian memasuki tubuhnya...


Damian mengerang....menatap mata Aley dengan tatapan takjup...tubuh mereka bersatu tanpa penghalang apapun...


Hening.....


Tubuh Damian bergetar menyadari sensasi ini sangat nikmat menggulungnya seolah tak habis.......


Damian mengerang...


Ketika milik Aley seolah mencengkram miliknya dan menciptakan sengatan gairah yang begitu besar...terlalu panas dan bergairah ketika ia mulai menggerakan tubuhnya...


Bibir Damian kembali melum** bibir Aley, menyesapnya dengan sedikit menuntut....


''Damian...''


''Yah..sayang, sebut namaku ketika aku memasukimu sayangku...''


Damian terus bergerak dan membawa Aley dalam gulungan kenikmatan yang menghempas dan memuaskan keduanya dalam puncak kepuasan...


*****************************


Diza keluar dari mobil, dan melangkah menuju sebuah taman yang sepi, ia tersenyum dengan wajah malu ketika melihat seorang pria melambaikan tangan kepadanya...


''Diza...''


Diza tersipu malu ketika ia mendekat dan duduk di bangku taman dengan wajah yang merona malu,


''Ray...'' sapa Diza dengan sikap yang sopan,...


Hening..di antara mereka...


''Aku akan langsung saja Diza, apakah kau..bersedia menjadi kekasihku,...'' tatap Ray dengan wajah yang serius...


Deg!!!


Diza merasa kupu-kupu menari di perutnya, terlalu indah dan menyenangkan...ia pun tersenyum..


''Baiklah mengapa tidak...''


Diza membayangkan betapa menyenangkannya jika mengoleksi banyak pacar seperti Dilan, dan ia mulai menikmati menjadikan pria sebagai koleksinya dan mempermainkan hati mereka...


Ray tampak senang kemudian mendekatkan wajahnya ingin mencium bibir Diza..


''Tunggu...''


Diza menghindar, ini di luar konsepnya..ia tak pernah berciuman sekalipun dan seolah mendapat alarm keras...Diza tak mau di cium..


''Mengapa kau menolak....''


''Aku hanya sedikit gugup...''


''Aku akan mengajarkanmu cara berciuman bagaimana...'' tawar Ray dengan dengan sinar mata tajam..


Diza membeku di tempat terutama..ketika Ray mulai mendekatinya...


''Ray...aku....''

__ADS_1


Pria itu mendekatkan wajahnya dan ingin mencium bibirnya namun tak semudah itu..


Sebuah pukulan keras menghantam wajahnya hingga tubuhnya jatuh ke tanah, ada darah di sudut bibirnya..


Diza menoleh dan begitu terkejut melihat sosok Dilan yang berdiri dengan tatapan murka.,..Diza menjadi ketakutan..


''Beraninya kau mencium adikku, apa kau mau mati hah.......''


Ray bangkit berdiri dan menatap Dilan dengan tajam, si play boy ini berlagak ingin melindungi Diza padahal dia sendiri terkenal suka memainkan wanita...


''Kami sudah berpacaran...'' ucap Ray bangga..


Dilan kemudian menatap Diza dengan tajam hingga gadis itu hanya tertunduk lemas...


''Kemari Diza...'' suara Dilan tegas ketika ia mengulurkan tangan...


Diza menganggukan kepala dengan patuh...dan pasrah ketika Dila menggenggam tangannya dengan erat,....dan menyembunyikannya di belakang tubuh Dilan yang tinggi...


Dilan mengarahkan telunjuknya dengan ekpresi membunuh yang begitu nyata...


''Jika sekali lagi aku melihat kau mendekati Diza maka aku akan menghancurkanmu Rayhan...hubungan kalian sudah berakhir sekarang...''ucap Dilan dengan tatapan membunuh..


Dilan lalu menarik tangan Diza membawanya masuk ke dalam mobil Dilan dan pergi dari taman itu...


Sementara Ray hanya bisa mengerang menahan sakit di wajahnya...sialan Dilan...padahal sedikit lagi ia akan mendapatkan ciuman dari seorang perawan...


**************************


Dilan menatap wajah Diza yang cemberut sepanjang perjalanan pulang...


''Mengapa kau berbohong Diza..taukah kau jika pria itu playboy....'' suara Dilan meninggi di dalam mobil..


Diza melirik tajam...


''Mengapa kau selalu muncul di dekatku...apakah kau menyukaiku Dilan...'' jerit Diza kesal..


''Baik...aku akan mengadukanmu pada Damian, kita liat apa yang akan dia lakukan kepadamu...''ucap Dilan seraya mengambil ponselnya,...


Diza memejamkan matanya,....lalu menatap Dilan dengan pandangan meredup...


''Baiklah maafkan aku Dilan, aku mohon jangan mengadukanku....kakak akan menghukumku..''


Diza memohon dengan ekpresi cemas...


Dilan kemudian menganggukan kepalanya..


''Tidak ada yang gratis di dunia ini Diza..selama seminggu kau harus menjadi pelayanku bagaimana...''


''Kau.....''


''Jika tidak mau saat ini juga aku akan menelfon kakakmu Damian...''


''Yah..baiklah....aaarrhhgghh...'' jerit Diza gemas...


''Tugas pertamamu adalah membersihkan apartemenku sekarang juga...''


Diza melebarkan matanya.....


''Kauu.....'' desahnya tak percaya....

__ADS_1


__ADS_2