Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Dilan Yang Bawel


__ADS_3

Pagi harinya Divara dan Kiara sudah di kejutkan oleh ajakan Hani untuk berbelanja terkait persiapan pernikahan mereka, Hani sungguh bahagia karna bisa melakukan hal yang selama ini begitu rindu ia lakukan ialah berbelanja bersama anak perempuannya, kini dia punya calon menantu dan juga anak angkat yaitu Kiara, yah..dia berencana mengangkat Kiara sebagai anaknya...karna Dilan sudah menegaskan ingin tinggal sendiri setelah menikah agar mereka mandiri dan keputusan itu tak bisa di tawar lagi...


''Apa kalian berdua sudah siap sayang..'' tanya Hani dalam balutan pakaian mahalnya ia menggandeng tangan Kiara,....


''Kami sudah siap ibu...'' ucap Divara dengan sangat sopan..


Kiara juga tersenyum sopan...


Mereka pun melangkah beriringan menuju mobil dan di saat yang sama....sebuah mobil mewah melaju memasuki gerbang yang di yakini Hani itu adalah mobil putranya Dilan...


Dilan keluar entah dari mana dengan wajah yang kaca, seperti habis minum-minum dari Bar, hal yang tidak di sukai Hani, dan ia berharap banyak jika pernikahan mereka nanti akan membawa perubahan besar bagi putranya...


''Dilan.......''


''Ibu mau kemana...'' Dilan menatap Divara yang juga menatapnya..


''Ibu mau berbelanja bersama calon istrimu...Dilan naik ke kamarmu karna mulai hari ini..tak ada pesta apapun kau dengar itu...''


Dilan tersenyum..


''Baik ibunda Ratu....oya Divara,....nanti saja kau berbelanja...tubuhku sakit jadi bisakah kau mengurusku...kau akan menjadi istriku bukan..''tatap Dilan tajam..


Hani sungguh kehilangan kesabaran,

__ADS_1


''Dilan.........''


''Ibu...apa yang di katakan tuan Dilan ada benarnya....aku akan menjadi istrinya jadi...biarkan aku belajar mengurusnya...''


''Jangan menggunakan kata tuan, panggil namanya saja Divara...sebentar lagi kalian akan menikah bukan...?''


''Baik bu....''


Hani akhinya mengalah...lalu menatap Kiara..


''Kau dan ibu saja yang pergi bagaimana....''


Kiara hanya mengangguk dengan patuh, lalu melangkah bersama sang ibu Hani...ke dalam mobil..


''Kau senang bukan...dari status pencuri kau langsung naik tingkat menjadi istriku..''


''Jangan mulai lagi,...katanya kau lelah..ayo aku akan mengurusmu..'' ucap Divara membujuk.


Dilan lalu melangkah menuju Mansion dan di ikuti oleh Divara di belakangnya, mengapa sikapnya sangat menyebalkan...??


*********


Membuka pintu kamar Dilan langsung membuka kemejanya....dan melemparkannya begitu saja....berikut celananya..

__ADS_1


''Tunggu..kau mau apa Dilan..'' wajah Divara memucat..


Dilan menoleh dan tersenyum dingin....lalu mendekati Divara..


''Kenapa kau takut...''


''Yah....tentu aku takut...apa..apa yang mau kau lakukan...'' desah Divara sedikit panik ketika Dilan melangkah mendekatinya hingga tubuhnya juga bergerak mundur..


Bruggh...


Tubuh Divara membentur tembok di belakangnya dan membuat Dilan terkekeh..


''Tenang saja...aku akan menunggu malam pertama, kau tak akan lolos setelah malam pernikahan kita...''


Divara membeku ketika Dilan mendekatkan wajahnya,....pria ini pasti sudah biasa melakukannya tentu saja....lihatlah dari cara dia mendekat...


''Berbaringlah....aku akan mulai memijatmu..''suara Divara tercekat di tenggorokannya...


Dilan akhirnya tersenyum...lalu melepaskan seluruh pakaiannya dan hanya memakai box*r miliknya..dengan santai pria itu berbaring di ranjang dan meminta Divara melakukan tugasnya...


Divara mau tak mau menaiki ranjang dan mulai mengulurkan tangannya...namun ketika ia ingin menyentuh Dilan..tiba-tiba saja Dilan berbalik dan sontak tubuh Divara kehilangan kendali dan jatuh membentur dada bidang Dilan, sementara bibirnya menyentuh bibir Dilan..


Mata Divara melebar takut..

__ADS_1


Deg!!!!!


__ADS_2