
Deg!!!
Ciuman pertama itu berlangsung sedikit lama hingga, membuat keduanya sedikit terlena....lama bibir Damian terus menyesap dan meregut kemanisan bibir Aleysa yang hangat. entah mengapa naluri menuntun Aleysa untuk memejamkan mata dan menikmati, bagaimana lidah Damian dengan lincah mendesak masuk dan mulai beradu dengan panas....mengapa indah, mengapa ia menyukainya....beruang kutub ini apakah dia sebenarnya dia menyukai Aleysa...?
Aleysa tanpa sadar masih memejamkan matanya, dan terus menikmati hal baru yang di berikan Damian kepadanya, hingga beberapa saat kemudian ia merasakan ciuman itu berhenti walau bibir mereka masih menyatu disana, Aleysa membuka mata seketika...
Deg!!!!
Mata Aleysa melebar dengan penuh rasa malu ketika melihat Damian membuka matanya dan memenjaranya sedari tadi..itu artinya,selama ciuman hanya dia yang menutup mata..? Aleysa sungguh tak mampu menahan rasa gugupnya, bagaiamana bisa dia sebodoh ini, Damian melihat wajahnya ketika mereka berciuman..
Aleysa menjadi panik sendiri..bisa-bisanya dia terlena, sementara pelukan Damian masih begitu posesif di punggungnya posisi mereka masih tetap sama, dengan Aleysa di atas tubuh Damian...
Damian mengerang...
''Kau pikir kita sedang dalam adegan drama yah, kau berat sekali Aley...'' bisik Damian kembali dingin,
Aleysa buru-buru menggunakan kesempatan itu untuk turun dari atas tubuh Damian, ia berdehem beberapa kali bahkan jejak bibir Damian masih tertinggal di bibirnya. lalu apa yang harus dia lakukan sekarang, bersikap bagaimana...hoh..betapa malu dirinya, rasanya ia ingin melerikan diri dari si beruang kutub ini...yah...bisa-bisanya ia terlena dengan ciuman Damian..apa dia sudah gila..?
Damian hanya menaikan sudut bibirnya ketika ia menurunkan pandangan pada Aleysa yang sedang merenung, pria itu mengulurkan tangan ke arah Aleysa...
''Ayo bangun..kita pulang, papa ingin memberikanmu sesuatu jadi cepatlah...'' ucap Damian tampak tak sabar...
Aleysa menaikan tatapannya, dan entah mengapa ia malah menatap bibir Damian untuk beberapa saat...dan akibat tatapannya, Damian menundukan tubuhnya dan menatap mata Aleysa yang bening dan polos..
''Mengapa kau terus menatapku..apakah kau...mau di cium lagi..''
''Hah......'' wajah Aleysa berubah memerah..
Aleysa buru-buru berdiri tegak dan berdecak kesal, ia menyipitkan matanya...
''Awas kau...ku adukan pada papa Alex, jika kau..menyulitkan aku hari ini..'' desis Aleysa penuh penekanan.
Gadis itu lalu melangkah lebih dahulu meninggalkan Damian yang hanya tersenyum, dan tertegun...ia kemudian menyentuh bibirnya dengan telunjuknya..
Sial...mengapa ciumannya terasa nikmat..? Damian hanya menggeleng pelan lalu melangkah keluar dari perpus..
****************************************
Aleysa berjalan terlalu buru-buru karna rasa gugupnya dan ia tidak memperhatikan jalan, akibatnya ia kembali terantuk dan hampir jatuh, namun sebuah tangan menahan tas belakangnya tanpa menyentuhnya sedikitpun..
''Aleysa.....hati-hati...'' suara lembut ittu milik Deniz Morgan..
Aleysa tersenyum dan menoleh,
''Kau selalu menjadi penolongku...'' ucap Aleysa mengucap terimakasih...
__ADS_1
''Apa tugasmu sudah selesai Aley...''bisik Deniz mengerutkan kening..
Aleysa menganggukan kepala,..
''Sudah selesai...Damian sudah membantuku...''
Langkah Deniz terhenti...
''Damian membantumu...'' ada nada kecewa disana namun sayang, Aleysa tidak menyadarinya.
Deniz Morgan, dia sudah lama memendam cinta dan terlanjur muncul dalam citra malaikat penolong bagi Aleysa. jadi gadis ini bahkan tidak canggung sedikitpun dengannya,...hubungan mereka dekat sebagai teman curhat, di mata Aleysa..Deniz adalah pria yang baik dan tanpa emosi sama sekali ia sangat tenang dan bijak. karna ini Aleysa selalu nyaman untuk meminta pendapat atau sekedar curhat, di banding Damian yang dingin dan Dilan yang playboy..
''Yah..entah ia kemasukan angin apa jadi dia hendak membantuku..''
''Tentu saja kau tunangannya..''
Aleysa mengangkat bahu...
''Apakah aku bisa hidup serumah dengan si beruang kutub, dia bahkan tidak bisa romantis sama sekali ketika kami bertemu hanya dalam hitungan detik kami bisa akur lalu di detik kemudian akan ada perang....'' ucap Aleysa menggeleng...
''Semoga kau kuat menghadapi si beruang kutub..''ucap Deniz tersenyum...
Aleysa menggeleng, sayangnya dia tidak bisa menghidar dari perjodohan...kata ayahnya, papa Alex bahkan sudah menjodohkannya dengan anak papa sejak dia di lahirkan kedunia..Aleysa hanya menggeleng merasa sedikit lucu dengan perjodohan ini.
Mereka terus melangkah hingga berhenti ketika melihat Dilan sedang menggombali cewek di sebuah taman kampus sedang Diza sedang duduk dan memperhatikannya..
''Dilan...anak itu..bisa-bisanya dia mengajak Diza..'' Aleys mengepalkan tangannya...
''Hajar dia seperti biasa Aley, aku mendukungmu..'' Deniz tertawa..
Aleysa yang mendapat dukungan penuh lalu melangkah di dampingi Deniz untuk melabrak Dilan. Aleysa tampak menggertakan gigi...
**********
''Jadi bagaimana Nira, kau sangat cantik dan kau tau,....aku baru pertama kalinya melihat gadis secantik dirimu...maukah kau menjadi kekasihku...'' bisik Dilan dengan suara merayu.
Nira yang memang mahasiswa baru tentu saja terpesona, seorang Dilan di hadapannya sangat tampan, mata abunya membuat Nira mabuk..
Sedangkan Diza hanya menatap tingkah Dilan dan merasa jiwa penakluk dalam dirinya tertantang...yah...menjadi seperti Dilan yang di gilai wanita membuatnya juga ingin merasakan bagaimana di gilai para pria pasti asik sekali, pikir Diza mulai menimbang di dalam hati..
Dilan mendekatkan wajahnya....hendak membisikan sesuatu namun, entah bagaimana ia merasa sesuatu yang tidak enak akan terjadi...pria itu berbalik dan melebarkan matanya dengan ekspresi terkejut...
''Astaga Aleysa lagi....'' desahnya mulai panik..
Aleysa melangkah mendekatinya dengan tatapan membunuh yang nyata..pria tampan itu menjadi waspada....
__ADS_1
''Dilan...........'' jerit Aleysa dengan nada keras...
Dilan dan Diza seketika berbalik dan terkejut....Diza melirik Dilan dan menertawinya...
''Rasakan kau...Dilan...''
''Hah...dasar Aley...dia selalu mengacaukan kencanku...'' desis Dilan menggerutu..
Dilan menoleh menatap Nira dengan wajah cemas yang kentara...
''Sayangku Nira...mungkin aku tak jadi menjadikanmu kekasihku...''
''Apa maksudmu...''
''Aku dalam masa-masa gawat sekarang, mungkin lain kali...''
Dilan kemudian berlari dan tak lupa menarik Diza bersamanya,...kemudian terjadi saling mengejar di antara Aleysa kepada Dilan dan Diza..merekapun saling berlarian di taman....
''Menyerahlah Dilan, kak Aley paling akan memukulmu sedikit...''
Dilan menoleh...
''Terakhir kali dia mengigitku Diza, sangat menyakitkan...dia seperti vampir saja...jika kita bisa lari maka lari saja Diza..'' balas Dilan dengan keteguhan hati...
Aleysa semakin menggertakan giginya, ketika Dilan dan Diza hampir mencapai parkiran pelarian mereka menemui perhentian yang dramatis..
Damian berdiri dan bersedekap dengan tatapan membunuh...Dilan menghela nafas...ia mleirik Diza di sampingnya...
''Aley akan membunuhku...''
Diza hanya tertawa dengan kencang....
Dari arah belakang, Aleysa masih terus berlari namun sekali lagi tubuhnya goyah dan di saat yang sama,..Damian kembali menangakapnya agar tidak jatuh.....
Hening.....
Semua mata memandang adegan manis yang terlihat seperti di drama romantis..ini pertama kalinya mereka melihat di pria es melakukan sesuatu di luar kebiasannya..
Tubuh Aleysa tertahan di pelukan Damian,...
Pada saat yang sama ada dua pria yang menatap adegan itu dengan hati yang panas...
Siapa lagi kalau bukan Deniz dan Derrek.......
Derrek hendak kembali pulang dan tak sengaja melihat Aleysa yang berlarian, karna tertarik ia mengikuti langkah Aleysa namun..tak ia sangka, justru ia di sungguhkan adegan yang memukul dadanya dengan kuat...
__ADS_1
''Aleysa Arkana...'' desah Derrek dengan tatapan tajam....