
Ana terkejut ketika tubuhnya di tarik paksa masuk ke dalam salah satu kamar, tubuhnya di banting dengan kuat hingga jatuh membentur lantai gaunnya sobek di bagian lutut ke atas, rambutnya terlepas dan berantakan, Ana mengepalkan tangannya ketika menyadari siapa yang melakukan semua kepadanya...
Alda berdiri dengan penuh dendam, ia tak sendiri namun bersama dua orang wanita yang tadi berada di dalam ruangan itu, Ana mencoba berdiri ketika ia mendengar tawa sinis dari mereka...
''Yah...kau pikir aku akan melepaskanmu setelah kau mempermalukan aku...''
Alda terlihat geram tentu saja, ia adalah ratu di dalam geng sosialita mereka, ia adalah ketua yang selama ini di segani dan kedatangan Ana mampu menghancurkan reputasinya dalam sekejap. Alda masih membayangkan puja-puji anggota mereka yang berlomba ingin dekat dengan Ana dan mengabaikan dirinya yang dulunya mendapatkan pusat perhatian itu,
Alda tentu saja tidak terima..walau seribu kali ia meyakinkan dirinya kalau lawannya adalah tuan Arkana, jika Alex tau apa yang di lakukannya sekarang maka Alex tak akan membiarkannya..karna Alex dan tuan Arkana terlibat dendam..Alex bahkan mewanti-wanti dirinya untuk menjauhi tuan dan nyonya Arkana, namun bukankah itu tak adil, wanita ini harus dia beri pelajaran Alda tak ingin melepaskan Ana begitu saja..
Ana berdiri tegak menantang Alda yang sedang marah, baginya mengalami situasi seperti ini bukanlah hal baru baginya..seakan situasi ini sangat akrab dengan seorang Anastasya..
Ana menghempas rambutnya yang berantakan dengan senyuman dingin yang membuat Alda semakin meradang..
''Kau tau apa yang aku lakukan ini..Alda..''desis Ana dengan santai..
Alda tertawa.......
''Aku dengan mudah mengetahui siapa dirimu Anastasya, dengan mengetik nama pencarian namamu sudah muncul..dan kau tampaknya tidak asing bagiku,...''
Alda sudah tak tahan lagi, segala penghinaan sudah siap meluncur untuk mempermalukan Ana hingga wanita ini sadar siapa sebenarnya dirinya...
Ana mengepalkan tangannya, tatapannya berubah menjadi dingin, mendekati Alda dan kedua dayang-dayangnya yang mulai gelisah..mereka bergerak mundur dan menjauhi Alda,
Kedua wanita itu saling menatap dan memberi isyarat agar meninggalkan Ana dan Alda sendirian, atau para suami mereka akan mendapat kemarahan dari tuan Arkana, itu sangat mengerikan.....
Kedua wanita itu perlahan meninggalkan kamar itu dengan wajah ketakutan yang terlihat..
Kini tinggallah Ana dan Alda berdiri saling menantang...
''Kau mau tau apa tentangku, aku seorang gadis yang berasal dari panti asuhan, aku tak pantas berada disini, aku....adalah wanita yang menjebak suamiku untuk menikahiku aku.....si miskin itu....kau mau mengatakan itu kepadaku..'' suara Ana bergetar ketika amarah mulai menguasainya...
Alda tersenyum sinis...
''Dengan semua kenyataan ini...apakah kau tidak terlalu serakah untuk menjadi percaya diri....? mata Alda membulat sempurna, gadis sepertimu banyak aku temukan di jalanan bahkan...di tempat kumuh..sebagian dari kaummu menjadi pelac*r yang hanya di bayar murah, tapi untukmu aku akui kau sangat pintar dari yang lain...''
''Hahaha.....Ana tak berhenti tertawa dengan sangat keras hingga Alda merasa bingung, ia merasa tak ada yang lucu dari semua perkataannya....''
__ADS_1
''Mengapa kau tertawa.....Anastasya....'' geram Alda makin tak terkendali....
''Bagaimana denganmu...m*del sepertimu bertebaran seperti pasir, bahkan sebagian dari mereka ada yang mampu melepaskan pakaian hanya untuk beberapa foto dengan harga murah Alda, tapi aku tak menyebut itu dirimu...''
''Kau......''
Alday mengangkat tangannya tinggi-tinggi ingin menampar Ana namun di luar dugaan, tangannya justru di tepis Ana dengan kuat........
''Jangan pernah mencoba menyentuhku dengan tangan kotormu, sebaiknya persiapkan dirimu untuk menghadapi tunangan...opss..mungkin akan menjadi mantan tunangan...aku akan memastikan pada pertemuan selanjutnya kau sudah tidak terdaftar dalam kelompok ini...aku berjanji...'' lirik Ana tegas.
Ana menghempaskan lengan Alda dengan kasar dan tersenyum dengan kejam...
''Pelac*r sialan..kau pikir Alex akan mendengarkanmu, kau pikir dia akan melakukan perintahmu...aku...tidak akan membiarkannya, aku akan tetap berada di posisiku dan aku....tidak akan membiarkan kau merebutnya..''
Alda berteriak tidak terkendali hingga beberapa saat kemudian pintu terbuka dengan paksa, Alex mundul disana dan menatap ke arah Ana yang terlihat berantakan, bahkan gaunnya sobek sampai ke atas pahanya..sementara Alda masih menatapnya dengan tajam....
Jemari Alex terkepal dengan kuat, melihat tatapan menyakitkan yang di arahkan Ana kepadanya....
''Alex..sayang..'' jerit Alda mulai mengadu..
Alda menghambur dan memeluk tubuh Alex hingga keduanya saling menatap dari jauh, Ana meneteskan airmata di hadapan pria yang membuatnya masih merasakan sedikit terluka itu, jemarinya kembali terkepal dengan kuat menahan rasa sakit di dadanya...
''Sayang........''
''Bukankah kau melebihi batasanmu Alda...'' ucap Alex dengan dingin...
Airmata Alda menetes, betapa ia sangat malu dengan perlakukan Alex yang sama sekali tidak ia prediksi, yah...mereka memang adalah mantan kekasih namun Alda mengharap banyak dari hubungan mereka kali ini.
Alda mengenang.......
Ketika Alex menghubunginya dan meminta menemaninya, Alda sungguh terkejut dan bahagia, itu artinya ALex masih mencintainya...walau kenyataan ya mereka tidak pernah bertunangan, dan Alda memilih berbohong demi menguatkan posisinya.
Alda ingat bahwa dulu Alex tak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti kekasihnya, tapi...kali ini mengapa berbeda, mengapa...? meski mereka belum resmi pacaran dan ALex masih bersikap dingin namun, Alda sungguh tak menyangka Alex justru memilih membuatnya malu di hadapan istri dari musuhnya James Arkana..?
Tidak...Alda tidak membayangkan jika semuanya akan seperti ini..apakah dia sedang bermimpi...?
''Alex....apa yang,....''
__ADS_1
''Minta maaf kepadanya...cepat minta maaf...'' teriak Alex dengan murka..
Alda hampir tak bisa bernafas karna rasa marah bercampur terkejutnya, ia menoleh kepada Ana dan juga menatapnya tajam...
''Tidak aku tidak bersalah....mengapa kau malah menyuruhku minta maaf aku tidak akan melakukannya tidak...''
Alda menggeleng enggan, meminta maaf pada Ana pada wanita miskin ini dia tidak akan melakukannya....
''Cepat minta maaf kepadanya, bukankah kau yang memulainya Alda...''
''Alex..mengapa kau malah membela istri dari musuhmu, mengapa kau....''
Alex mendekat dan mencengkram lengan Alda dengan kuat hingga wanita itu meringis....
''Alex.......''
Minta minta maaf kepadanya atau aku akan membawamu ke polisi..''
''Apa........''
Alda sungguh tak terima....
''Tidak mau......''
Alex mengangukan kepala dan menghempas pegangannya di tubuh Alda...
''Hubungan kita berakhir Alda aku tidak akan perduli lagi kepadamu..dan kau harus ikut ke kantor polisi..''seru Alex dengan dingin....
Tak berapa lama kemudian beberapa petugas datang dan memegang kedua tangan Alda, tentu saja wanita itu tak terima dan meronta kuat...
''Sayang......aku mohon...''
Alex memalingkan wajahnya dan sekejap saja tubuh Alda di bawa dengan paksa keluar dari kamar itu.
Ana merasa terkejut, Alex alah membelanya..? wanita itu terpaku untuk sesaat namun kembali sadar dengan cepat bukankah ia harus pergi saat ini juga, bagaimana jika Arkana tau dia berada di kamar yang sama dengan ALex....? Ana tak ingin mengambil resikonya.....
Ana melangkah melewati Alex dengan cepat, namun tubuhnya bergetar ketika Alex memeluknya dari belakang........
__ADS_1
''Bisakah kau berhenti sebentar...aku merindukanmu Ana...'' bisik Alex masih memeluknya dari belakang..
Tubuh Ana terasa dingin......