Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Dendam


__ADS_3

Anastasya meronta panik ketika matanya tertutup kain, juga mulutnya, dan kedua tangannya di ikat di belakang punggung, Ana terbaring di tempat yang lembut...seperti sebuah ranjang...gadis itu mencoba melepaskan ikatan di tangannya namun percuma setiap ia meronta ia merasakan sakit yang luar biasa di sekitar bahu dan lengannya...


Suara gemuruh entah dimana, Ana sama sekali tidak tau namun Ana sangat ketakutan..dan untuk sementara Ana hanya bisa bertahan dengan kesakitan di sekitar bahunya..


Airmatanya menetes..apa yang terjadi kepadanya, mengapa hidupnya jauh dari kata tenang dan damai..mengapa..? bahkan di saat ia ingin bunuh diri kematian malah menjauh darinya dan lebih memilih memberinya rasa sakit yang tidak berujung..


Ana di dera frustasi.


Suara langkah kaki mendekat membuatnya panik suara itu semakin mendekat dan....seseorang melepaskan ikatan tangannya dan juga sumpalan di mulutnya...lalu membuka ikatan penutup matanya...


Ana mengambil kesempatan dengan menghirup udara sebanyak-banyaknya...


Apalagi.......


Mata Ana nyaris buta, pandangannya menjadi kabur karna terlalu lama di tutup paksa...untuk beberapa saat Ana maih mencoba mengumpulkan kepingan bayangan yang tampak samar di hadapannya sampai ia melihat dengan jelas.....


Seorang pria bertubuh tinggi dan tegap tampak menatapnya dengan tajam. hingga Ana menjadi gemetar ketika bayangan di matanya menjadi jelas terlihat di depan matanya.


Seorang pria yang tampan sekaligus menakutkan, berdiri menjulang di hadapannya. ia seperti ketua gengster yang menakutkan meski wajahnya tampan namun. tidak dengan mata tajamnya yang bagai predator ganas yang siap menerkam mangsanya.


Pria itu memakai jas hitam dan tersenyum kepadanya.


''Apa kabarmu Anastasya.''


Ana menggeleng...airmatanya berguguran begitu saja,. ia sungguh ketakutan pada sesuatu yang berbau mafia, atau gengster yang memegang senjata, ia takut pada kegelapan dan juga pria-pria kejam itu, bahkan di dalam filmpun ia tak sanggup melihatnya....bagi Ana mudah untuknya menghadapi seribu hantu di banding menghadapi seorang mafia...Ana hampir tak bisa bernafas.....


Arkana menyadari itu..gadis ini terlihat panik luar biasa dan nyaris pingsan...apakah dia sengaja untuk mengelabui seorang Arkana...? tidak....dia tidak sebodoh itu untuk percaya...


Arkana meraih tubuh Ana berdiri sejajar dengannya menikmati setiap ketakutan di wajah cantik Ana yang polos yang entah mengapa begitu menariknya untuk semakin mendekat...


Arkana terdiam sebentar menyadari jika tubuh Ana bergetar hebat dengan nafas yang memburu...


Belum juga ia berbicara, tubuh Ana rubuh dan kembali jatuh pingsan,...namun kali ini Arkana menangkapnya....wajah Ana terlihat begitu pucat dan syok....


''Gadis yang lemah...aku menyukainya..''

__ADS_1


Arkana tersenyum merasakan perasaan aneh pada sosok Ana, apakah dia akan pingsan melihatku lagi.? gumam Arkana dalam hati.


Arkana lalu membaringkan tubuh Ana di atas ranjang dan membuka ikatan di tangan Ana, pria itu sedikit mengerutkan dahi..ada tanda memerah kebiruan di kulit putih Ana bekas ikatan yang kuat selama beberapa jam...bahkan ada sedikit bekas darah disana, kulit Ana terlalu lembut....?


Arkana berdiri tegak, dan sesaat kemudian seorang dokter dan anak buahnya datang menghadap..


''Tuan Arkana,....''


''Periksa dia, dan kalau bisa kau harus membangunkannya untukku aku ingin bicara kepadanya...''


''Tentu saja tuan Arkana, saya akan berusaha semampu saya..''


''Bagus..''


''Ehm tuan Arkana, bisakah tuan ikut saya sebentar...'' seru Leo, anak buah kepercayaannya, merangkap sekertaris dan asistennya, Leo telah menjadi orang kepercayaannya sejak mereka masih remaja dulu..


''Ya...baiklah..''


Arkana menatap sang dokter pribadi...Dokter yang telah mengikutinya bertahun-tahun namun ironisnya dokter selalu merasa gugup ketika mereka bertemu...Arkana tak tau apa alasannya..


''Aku ingin begitu aku kembali, dia sudah sadar apa kau mengerti....Erik..''


Arkana mengangguk lalu menepuk pundak Erik dengan peringatan dingin melalui matanya dan meninggalkan kamar itu.


Erik menarik nafas sedikit lega...aura menakutkan itu menjauh dan ia bisa melakukan tugasnya dengan baik


berada di dekat tuan Arkana adalah sebuah perjuangan bagi jiwanya dan mentalnya, aura kekuasaan begitu terlihat di mata tuan Arkana hingga siapapun yang melihatnya harus sudah punya mental baja bahkan hanya untuk menatap matanya...


Dokter Erik menggeleng seraya tersenyum, ia harus segera melaksanakan tugasnya atau tuan Arkana akan marah....


*****************************************


''Ada apa.''


Arkana duduk di kursi kebersarannya di dalam ruang kerja miliknya....sambil menatap pandangan di luar jendela..

__ADS_1


Leo mendekat...


Meletakan sebuah berkas di tangan Arkana dan menunduk penuh hormat,


''Apakah tuan akan menjual nona Anastasya demi menghukum tuan Alex.''


Arkana terdiam........


Leo melanjutkan bicarannya...


''Orang kita telah berjaga kalau mungkin tuan Alex akan menyerang kembali, menurut informasi..nona Ana adalah gadis pertama yang terlihat menjalin hubungan serius dengan tuan Alex, aku tak tau mengapa...bukankah selama ini tuan Alex menutup dirinya untuk seorang wanita..''


Arkana tersenyum sinis....


''Cih...orang sepertinya jatuh cinta, aku sama sekali tidak percaya, kau ingat jika dulu adikku juga terjebak dalam tipuan yang sama..dan akhirnya meninggal karna pria brengsek itu menemukan mangsa baru...''


Jemari Arkana terkepal di bawah meja, dendamnya tak akan pernah surut oleh apapun, bahkan luka akan kehilangan masih begitu membekas di hatinya..kehilangan adik satu-satunya membuat Arkana menggila....


''Lalu apa yang akan tuan lakukan..bagaimana jika kita membunuh tuan Alex sekarang, di dalam ke adaan lemah dan aku yakin dia mudah untuk di taklukan tuan Arkana..'' Leo memberi saran karna dari tadi sang tuan hanya diam saja tentang nasib nona Ana..


Tuan Arkana tidak berpikir untuk......


''Terlalu mudah untuk melihatnya mati Leo, aku berubah pikiran..aku ingin ia menderita dan akhirnya mungkin memilih mati sendirian....''


''Apa maksud tuan Arkana...''


''Cari tau latar belakang gadis ini, keluarganya, dan pendidikan atau apapun...aku sangat penasaran mengapa, seorang Alex Rule tergila-gila dengan gadis sepertinya.,....''


Leo menganggukan kepalanya dengan patuh, ketika Arkana menjatuhkan tatapann dingin padanya..


''Aku ingin semua informasi itu sampai dengan cepat padaku, sementara aku ingin bermain-main dengan gadis polos itu.'' senyum Arkana berubah menjadi seringai tajam...


Leo pun mengangguk....


''Jadi...apakah tuan tidak akan melemparnya di pasar gelap, seperti biasa yang kita lakukan.'' tanya Leo sangat penasaran, biasanya tuan Arkana tidak berpikir dua kali untuk menjual para gadis walau kecantikan mereka bahkan berkali-kali lipat dengan nona Ana, namun kali ini Leo menangkap sedikit keraguan di mata sang tuan.......ia masih tak mengerti, mengapa menunda....?

__ADS_1


Arkana menatap ke arah jendela...ke arah lautan yang luas dan kemudian tertawa......


''Aku akan memikirkannya nanti, mungkin saja tubuhnya berguna untukku Leo...sampai saat itu aku belum tau nasib gadis itu...'' ucap Arkana dengan santai....dan senyum dingin yang begitu mengerikan....


__ADS_2